Wednesday, 5 December 2007

Link yang berguna untuk referensi perotian

Untuk temen-temen yang ingin lebih banyak informasi tentang perotian:

ragi: http://www.botham.co.uk/bread/yeast.htm

Roti



Disusun oleh
Irma Rode


Ada banyak jenis roti, teknik pembuatannya juga bervariasi tetapi ada beberapa kandungan dasar yang selalu sama. Selain roti empuk seperti yang kita kenal di Indonesia pada umumnya, ada juga roti yang lebih keras yang menggunakan tepung whole wheat, rye flour dan berbagai biji-bijian.Pembahasan dibawah ini lebih banyak mengupas soal soft bread. Dalam membuat roti dan roti manis, diperlukan beberapa bahan utama dan bahan tambahan.

Bahan-bahan pokok dalam pembuatan roti:

1. Tepung terigu.

Terigu berfungsi untuk membnetuk jaringan roti. Dalam terigu terkandung protein tepung yang disebut gluten, yang akan membentuk gumpalan yang bersifat elastis bila kena air. Untuk mendapatkan volume yang baik, gunakan tepung terigu khusus roti (bread flour/hard flour) dengan jumlah gluten sekitar 12-13,5%. Di Indonesia dikenal umumnya dengan nama terigu cap Cakra atau cap (apalagi ya Fi?? kayaknya ada bbrp merek)

2 . Ragi.

Ragi berfungsi untuk mengembangkan adonan, memudahkan pembentukan gluten dan memberi aroma. Penggunaannya adalah sekitar 1-2% per kilogram tepung terigu yang dipakai, tergantung dari penggunaan bahan-bahan tambahan lain dan jenis ragi yg dipakai.

Jenis-jenis ragi antara lain adalah:

- ragi instant/ragi dadak (misalnya: Fermipan, Mauripan), yang langsung dicampurkan pada bahan lainnya

- ragi koral atau Active Dry Yeast, yang untuk mengaktifkannya harus direndam dulu dalam air hangat

- ragi segar/ragi padat atau Compressed Yeast, yang penggunaannya sama dengan ragi instant tetapi harus selalu disimpan pada suhu rendah

Penggunaan ragi yang terlalu banyak akan menyebabkan adonan mengembang terlalu cepat dan aroma raginya tajam, akibatnya roti beraroma asam. Penggunaan air juga sebaiknya jangan terlalu panas karena akan membunuh ragi, akibatnya adonan tidak akan mengembang.

3. Air.

Air berfungsi untuk membentuk gluten, melarutkan bahan kering hingga tercampur dengan baik, membantu ragi melakukan proses fermentasi serta mengontrol suhu dan kepadatan adonan. Penggunaannya adalah sekitar 45-60% per kilogram jumlah terigu yang dipakai. Perlu diperhatikan penggunaan cairan lain, misalnya susu, agar disesuaikan dengan jumlah air yang dipakai. Penggunaan cairan yang terlalu banyak akan menyebabkan adonan sulit diuleni, bentuk adonan flat/melebar dan terdapat titik-titik putih pada permukaan roti.

Bahan-bahan penambah rasa, fungsinya secara umum adalah untuk memberi volume yang lebih besar, tekstur yang lebih halus dan proses pemotongan yang lebih mudah. Bahan-bahan ini terdiri dari:

1. Gula.

Gula yang sering digunakan pada pembuatan roti adalah gula pasir. Gula adalah sumber makanan untuk ragi, memberi rasa manis dan memberi warna pada kulitnya, juga memperpanjang umur roti. Dengan bantuan air, gula diubah oleh enzym ragi menjadi gula sederhana. Penggunaan yang terlalu banyak akan memperlambat proses fermentasi, tepung terigu sedikit menyerap air sehingga proses pengadukan lebih lama, kulit roti juga akan cepat berwarna gelap.

2. Garam.

Garam berfungsi memberi aroma dan rasa pada roti, mengatur kadar peragian agar adonan tidak cepat mengembang sebelum jaringan zat gluten menjadi kuat, memperkuat gluten dan memberi warna lebih pada bagian dalam roti. Terlalu banyak menggunakan garam akan memperlambat proses fermentasi dan sebaliknya.

3. Susu.

Ada beberapa jenis susu yang sering digunakan pada pembuatan roti manis, yaitu susu kental manis (Sweet Condensed Milk), susu bubuk baik full cream maupun skim, dan susu evaporated. Susu berfungsi sebagai sumber nutrisi dan penambah gizi, memberi warna pada kulit roti luar, memberi rasa dan aroma yang lebih baik. Penggunaannya yang berlebihan akan memperlambat proses fermentasi dan menyebabkan warna kulit roti menjadi cepat berwarna gelap.

4. Telur

Berfungsi untuk memberi peningkatan rasa dan nilai nutrisi serta melembutkan zat gluten agar menghasilkan roti yang lebih empuk.

5. Lemak

Lemak berfungsi sebagai pelumas, memperpanjang umur keempukan roti, melembutkan serat roti sehingga roti menjadi lebih empuk, serta menguatkan jaringan zat gluten. Lemak yang digunakan untuk membuat roti bisa berupa minyak cair (misalnya minyak kelapa atau minyak zaitun), mentega (baik yang kuning maupun yang putih) atau margarine. Sekarang ada juga lemak yang difungsikan sebagai mentega sintetis, berwarna kuning, mudah cair dalam suhu ruangan dalam memiliki aroma mentega/butter. Penggunaan lemak yang kebanyakan akan membuat roti cenderung melebar dan memperlambat proses fermentasi.

Bahan-bahan tambahan, berfungsi untuk meningkatkan kualitas serat roti juga untuk memperpanjang umurnya.

1. Bread Improver

Bahan tambahan ini membantu menghasilkan roti yang berserat halus, empuk lebih lama dan mempunyai volume yang lebih besar dan kokoh. Jumlah pemakaiannya adalah sekitar 0,5-1% per kilogram terigu yang digunakan.

2. Emulsifier

Emulsifier adalah salah satu bahan tambahan yang berfungsi meningkatkan keempukan roti, agar roti tidak cepat keras dan remah roti menjadi lebih halus. Emulsifier umumnya ditambahkan dalam bread improver atau dalam lemak tertentu.

3. Baking Powder

Kadang dalam suatu resep roti ditemukan juga penambahan bahan ini. Baking powder merupakan campuran dari sodium bikarbonat dengan suatu jenis asam, kadang juga ditambahkan cream of tartar. Baking powder ada dua jenis, single acting dan double acting. Bedanya adalah pada single acting, baking powder bekerja hanya sekali, yaitu saat adonan dimatangkan sedangkan pada baking powder double acting, terjadi dua kali pengembangan, pada saat pengadukan bahan dan saat pematangan.

4. Crumb Softener

Berfungsi untuk menghaluskan dan melembutkan remah roti tetapi biasanya dengan menggunakan bread improver sudah cukup memadai.

5. Calcium Propionat

Bahan ini sering ditambahkan pada roti manis atau roti tawar untuk membuat umur roti lebih panjang dengan cara menghambat aktifitas jamur.

6. Bread emulsifier

Bahan tambahan ini ada yang berbentuk bubuk dan ada yang berbentuk pasta, fungsinya adalah untuk memperbaiki tekstur roti dan memperpanjang umurnya.

Dalam pengolahan roti dikenal dua jenis metode, metode straight dough dan metode sponge and dough. Metode straight dough adalah metode dimana semua bahan dicampur bersama kemudian diolah hingga diperoleh adonan yang kalis sedangkan metode sponge and dough membutuhkan dua tahap pengerjaan. Pertama ragi dikembangkan dulu, biasanya bersama sejumlah cairan, tepung dan gula sehingga berbusa dan mengembang (sponge) baru kemudian dicampurkan bersama semua bahan-bahan lainnya.

Adonan roti umumnya diuleni dua kali dengan interval diantaranya untuk memberi kesempatan pada adonan untuk mengembang, tujuannya agar diperoleh tekstur yang ringan. Suhu ideal untuk adonan roti adalah sekitar 26°C – 28°C.


Adonan roti yang kalis ditandai dengan adonan yang elastis, halus, mengkilat dan tidak lengket di tangan. Cara mudah untuk mengetahui adonan yang sudah kalis atau belum adalah dengan merenggangkan sepotong adonan roti, bila adonan membentuk lapisan tipis yang tidak mudah robek atau berlubang artinya adonan sudah kalis.

Tips:

Sebaiknya panaskan oven terlebih dahulu sebelum mulai memanggang. Jika menggunakan oven yang dibakar di atas kompor, perhatikan apinya. Derajat kepanasan yang dibutuhkan adalah sekitar 200°C dengan lama memanggang sekitar 15-25 menit tergantung dari besar adonan. Yang paling baik adalah bekerja berdasarkan pengalaman dan pengenalan terhadap barang-barang yang akan digunakan. Adalah penting untuk memperhatikan api yang dipakai, jangan lupa putar loyang berganti arah untuk mendapatkan panas yang diperlukan bila perlu.

Untuk menguji kematangan roti, balik roti, tusukkan lidi atau kawat pada bagian bawah roti yang masih berwarna pucat, goyang perlahan kemudian tarik keluar, bila masih ada adonan yang menggumpal artinya roti belum matang. Atau tepuk-tepuk roti, bila bunyinya ringan (kopong) dan roti tidak terasa berat (seperti bantet) artinya roti sudah matang.


Secara umum untuk adonan seberat 40 gr diperlukan sekitar 12-15 menit untuk matang, tergantung jenis dan bentuk adonan.

Agar roti tetap awet empuk, simpanlah roti yang sudah dingin dalam wadah kedap udara atau dalam plastik agar roti tidak mengalami penguapan, mengering dan keras.

panggang roti bersama satu wadah kecil tahan panas yang berisi air, untuk menghasilkan roti yang bertekstur lembut atau oleskan air pada permukaan roti untuk menghasilkan permukaan yang garing.

Roti: Bikinnya Ga Susah, Kok!



















Photography by Arfi Binsted. All Rights Reserved. 2007.

Membuat roti kedengarannya mengerikan padahal perotian merupakan bagian dunia baking yang sangat menyenangkan. Prosesnya memang panjang, tapi betul-betul membanggakan. Gimana ga? Mengalami proses pembuatan, mulai dari ngumpulin bahan, nyampur bahan, menunggu ragi bekerja, menguleni adonan, menggilas, lalu menunggu hingga adonan menggembung dua kali lipat, hingga dibentuk/diisi, dan dipanggang hingga harumnya memenuhi seluruh ruangan, wah kepuasan yang tidak terbayarkan dengan kepuasan membeli roti di bakery.


So, why not try it yourself?


Membuat roti memang memerlukan kesabaran dan dedikasi waktu yang tidak sempit. Sempatkan satu hari membuat roti, jika ini baru buat kamu, perhatikan dan nikmati setiap langkah prosesnya. You'll be amazed of how much you'll achieve from this experience!


Sebagai bahan dasar, roti hanya dibuat dari tepung, ragi, air, gula dan garam, pada akhirnya banyak variasi-variasi dalam membuat roti, apalagi roti manis dengan menggunakan mentega atau margarin, susu, juga minyak; meskipun begitu selalu perhatikan hal-hal berikut dalam membuat roti, baik roti tawar maupun roti manis:


  1. Gunakan tepung berprotein tinggi (high grade, bread flour) karena tepung ini mengandung gluten tinggi yang memberi tekstur dan volume pada roti.

  2. Tepung yang dipakai sebaiknya segar, tidak terlalu lama tersimpan di lemari, juga tidak kadaluarsa.

  3. Sebaiknya sisakan 1/3 hingga ½ cup tepung dari takaran di resep sebagai taburan di meja kerja dan taburan di adonan saat menggilas, karena kebanyakan tepung akan membuat roti menjadi kering dan bantat.

  4. Tepung mempunyai pori-pori seperti halnya sponge. Jika udara di sekitar anda kering, maka tepung akan kering. Jika udara di sekitar anda lembab, maka tepung akan menghisap kelembaban dari udara tersebut. Seperti halnya sponge yang kering dapat menyerap air lebih banyak daripada sponge yang basah, hal ini berlaku juga untuk tepung. Tandai saja hal ini pada saat musim dingin atau musim kering, saat membuat adonan roti, pemakaian tepung akan berkurang, sementara saat musim panas dimana udara panas dan lembab, anda akan lebih banyak memakai tepung.

  5. Gunakan ragi yang segar atau baru, dalam artian tidak kadaluarsa.

  6. Gunakan air suam-suam kuku untuk proofing atau mencampurkan ragi dengan air sebagai starter pembuatan roti. Air yang terlalu dingin akan membuat ragi terlalu lama bekerja, sedangkan air yang terlalu panas akan mematikan daya kerja ragi.

  7. Cara mengetahui air hangat yang sesuai untuk ragi adalah dengan meneteskan air ke atas nadi di pergelangan tangan. Jika terlalu panas, atau terlalu dingin disesuaikan saja dengan rasa yang ada di pergelangan tangan anda, jika berasa nyaman berarti air itu aman untuk proofing ragi. Jika punya termometer, ukur saja 37C –suhu darah—sebagai suhu yang cocok untuk ragi bekerja.

  8. Proofing dilakukan sebagai starter untuk mengetahui apakah ragi bekerja dengan baik atau tidak. Tanda-tanda ragi bekerja adalah campuran ragi, air dan garam akan berbuih yang menandakan adanya 'kehidupan'. Proofing biasanya bekerja 10-15 menit.

  9. Saat menguleni, gunakan meja kerja yang tidak melebihi pinggang anda, sehingga anda bisa menggunakan tubuh anda sebagai sumber kekuatan, bukan hanya lengan anda. Anda akan merasa lebih capek jika menguleni mengandalkan kekuatan tangan saja.

  10. Adonan yang kalis adalah adonan yang tidak lengket lagi di tangan, licin, mengkilat, dan elastis. Coba saja menusuk adonan dengan jari anda, jika membantol berarti adonan sudah cukup diuleni.

  11. Selalu olesi minyak wadah yang akan dipakai untuk menyimpan adonan saat rising.

  12. Adonan yang sudah kalis sebaiknya ditutup dengan plastic wrap atau tas plastik karena plastik mampu mempertahankan kehangatan dalam membantu mengembangkan adonan dan mencegah adonan menjadi kering. Memakai tea towel atau serbet dapur sering menyebabkan adonan lengket ke handuk atau serbet tersebut jika handuk mengering. Ada baiknya plastik diolesi minyak di bagian dalam supaya saat adonan yang sudah mengembang menyentuh plastik, adonan tidak akan lengket.

  13. Saat mengembangkan adonan, letakkan adonan di tempat yang hangat. Misalnya di atas kulkas, dsb. Suhu ideal untuk mengembangkan adonan adalah 75F hingga 85F.

  14. Kebanyakan resep mengembangkan adonannya dua-tiga kali. Pengembangan yang pertama ditandai dengan meninju adonan untuk mengeluarkan gas yang menggembungkan adonan. Pengembangan yang kedua (biasanya optional) setelah adonan ditinju, maka adonan dibiarkan untuk mengembang lagi—katanya ini akan membuat roti lebih lembut, dikarenakan penambahan gelembung-gelembung karbon dioksida di dalam adonan. Pengembangan yang ketiga biasanya dilakukan untuk memberi volume terhadap hasil akhir roti sebelum dipanggang.

  15. Suhu untuk memanggang sangat beragam tergantung dengan jenis oven masing-masing, jadi para bakers wajib mengenali ovennya dan menyesuaikan suhu pemanggangan di resep dengan suhu ovennya.

  16. Pemanggangan roti pada awalnya dimasukkan ke dalam tungku (hearth), tapi jika anda punya batu atau keramik khusus untuk memanggang roti yang diletakkan di dasar oven (biasanya juga dipakai untuk memanggang pizza), itu bisa dijadikan pengganti tungku. Jika tidak punya, gunakan saja rak oven.

  17. Cara memanggang roti dengan menciptakan uap air biasanya dilakukan dengan cara memanaskan oven terlebih dahulu lalu menempatkan roasting tin di baking tiles jika punya atau di atas rak sebelah bawah. Biarkan loyang panas, lalu saat roti akan dimasukkan ke dalam oven, masukkan air atau es batu ke dalam loyang, baru masukkan adonan roti.

  18. Jika memanggang dengan cara steaming, perlu diperhatikan alat-alat yang digunakan: gunakan alat yang dapat meraih loyang tanpa terlalu dekat, karena uap bisa menyerbu muka dan tangan anda; juga gunakan loyang yang dikhususkan untuk maksud ini. Sayang kan kalau harus menggunakan bundt tin untuk steaming?

  19. Happy bread-making!

Sunday, 2 December 2007

Round Up KBB#2 Chocolate Mousse Cake



Akhirnya setelah berjalan satu bulan selesai juga tugas untuk KBB#2 kali ini, janji ku round-up keluar tgl 2 des 07 tapi berhubung masih ada yang baru menyetor laporan sampai detik-detik terakhir, aku kudu mengedit photo,dan mencari photo di blog masing2 anggota,dan terus bolak balik mengecek link (karena ada beberapa yg tidak mengirimkan link postingannya juga photonya, trus kerepotan dgn bocahku yg selalu rebutan kompi.. akhirnya ngaret deh jadinya.., mohon dimaafkan ya mbak Arfi dan temen2 lain..:)

Memang tadinya ada penawaran bantuan dr mbak arfi dan temen2 lain., berhubung aku sudah diberi tugas jadinya kudu bisa walau belepotan disana sini...:)

KBB#2 kali ini seru juga.., diawali dengan pembentukan milis KBB dimana anggotanya hanya yg ikut KBB aja.., milis ini digunakan untuk mendiskusikan semua ttg cooking n baking terutama tentang tantangan yang dibuat saat ini, seru diskusi nya...ada tanya jawab konversi, langkah2 pembuatan step by step, dll.....

Ohya saat KBB#2 ini juga ada peraturan baru untuk publish hasil nya serentak pertgl 29 Nov.., jadi kan seru banyak ragam bentuk dan rupa dr resep yg di uji coba...:)

(Update) Sampai hari ini anggota yg telah menyetorkan hasil tantangannya berjumlah 33, sisanya ada beberapa yang sudah memberitahu blm bisa mengamalkan tantangan 2 ini krn satu dan lain hal yaitu Yana (baru pulang dr training), yuli (baru mempunyai baby), so yang lain belum ada kabar berita lagi..:(

Berikut adalah hasilnya:

  1. Ema, yang pertama karena aku yg menjadi host kali ini he..he.....,pertengahan nov aku coba mengamalkan resep berhubung dirumah hanya bertiga makanya aku bikin 1/2 resep, alhamdulillah sukses... mau lihat lebih jauh..disini...



Arfi, yang punya gawe nih...:) hasilnya mantapp photonya juga baguss...,yang menarik saat membuat mousse lengan mbak arfi berubah jadi lengan popeye hihiiii..., nah cerita nya lihat disini ya....



  1. Ida, sudah bikin ke 2 kalinya dan sukses semua.., hebaatt.., cuma saat awal membuat katanya waktu memanggang sampai 1,5 jam..akhirnya cake nya jadi aldy finger...waaalaaahh pasti ada yang salah..., nah mau tahu ceritanya ??? ada disini...





  2. Sofie, mengaku masih amatir.., rada berpikir juga untuk tantangan ke-2 ini karena dia bilang kalo bikin sponge cake gagal melulu.., setelah melihat cakenya mengembang di oven, trus saat dikeluarkan dr cetakan masih ga percaya juga kok bisa ya bikin cake yg ringan begini..he.he.., lucu deh cerita sofie..selanjutnya lihat disini ya...



  3. Kartika, katanya bener2 mengikuti step by step dr resep cuma untuk mousse putih telur diganti dgn cream..karena masih agak ragu memakai putih telur.., tetapi saat meakai alu foil dlm loyang bongpas nya rada miring jdlah cake nya rada peyang ha..ha.., tetap lanjut sampai dibawa kekantor..hasilnya hmm ga mengecewakan temen2nya bingung emang ada yg ultah.., sambil makan kuenya..he..he.., cerita kartika ada disini ya....



  4. Eliza, awalnya ga suka kerjaan rumah..tapi kalo PR nya bikin cake..no problem kan bisa dimakan..hihiihii..., selama pembuatan ga ada masalah, cuma sewaktu melapis cake nya diberi simple sirup biar rada moist, mousse nya ditambah esspresso powder dan bittersweet coklat.., hasilnya cantiikkk sekali..mau lihat..?? disini laporannya..





  5. Mindy, Ini sedikit ceritanya :"saat membuat tantangan-2 ini Venezuela sedang kesusahan telur. Setelah bertanya anggota KBB lain, akhirnya disetujui kalau saya diperbolehkan untuk mensubstitusi telur. Campuran manjur saya untuk 1 telur diganti dengan 1/2 sdt baking powder, 1 sdm vinegar dan 1 sdm cairan (bisa air atau juice buah). Oya sebelum membuat cake, saya mempraktekan substitusi campuran telur itu untuk membuat muffin. Hasilnya memuaskan dan bikin tidak terlalu deg²an lagi waktu pembuatan cake dasar mousse coklat-nya", Ternyata hasil nya OK juga lho..jadi nambah ilmu lagi deh dr mindy ttg substitute telur ini.., selanjutnya ada disini ya...



  6. Irma, cakenya juga cantik...!!, kebetulan saat membuat kue ini ada temennya yg berulang tahun jadilah cake ini hadiah buat temannya, ternyata komentarnya enaakkk., siapa dulu yg buat irma...!!! hehehe..., terus dlm pembuatan ada beberapa penambahan dan perubahan resep asli dgn alasan agar kuenya lembut dan kokoh..penasaran apa aja perubahan nya..??? baca disini ya...



  7. Regina, cepat juga ngasih laporannya lho.., penampakkannya cantik kan..?? dia bikin cakenya dgn 1/2 resep juga, hasilnya ok cuma katanya creamnya rada meleyot..he..he.., trus dia bilang setelah dicicipin enak dan tidak terlalu manis cakenya, tapi cakenya terlalu kering ,dll..lebih lanjut lihat disini ya....




  8. Susi (ibu Tio), Ini kali pertama ikut bergabung di KBB, saat lihat resep langsung "jiper" bukan apa2 katanya... dilihat dr bahan2nya yg sekarang di Indonesia lagi membumbung tinggi...", akhirnya berinisiatif membuat nya bareng2 dgn anggota KBB bandung, (ide yg bagus nih..:)) , ada cerita katanya saat dicicipin mousse nya kok asin..ealaahh ternyata pake salted butter hahaha..., seru..!!, ceritanya disini...




  9. Linda Salma, sama dgn mbak susi bertiga mereka anggota KBB bandung bikin bareng.., sempat SMS dulu jadi-ga jadi ehh jadi juga bikinnya..he..he.., cakenya cantik dicetak pake mika kecil-kecil.., dr photonya aja menarik ya..., nah mau tahu ceritanya lihat disini.





  10. Widya, "....Setelah bikin laporan & posting KBB#2 ini di Blog - serasa tuntas lah "Hutang" yang sudah sebulan ini membebani pundak ku - ***sambil bernafas lega***Pelajaran berharga yang aku ambil dari KBB ini adalah "Jangan pernah takut menghadapi apapun sebelum mencoba untuk melalui nya"Aku yang dulu nya menganggap semua resep yang mengandung "Mousse" di dalam nya adalah resep yang susah untuk dibikin, ternyata kali ini aku bisa bikin dengan tanpa masalah yang sangat berarti...", nah mau tahu suka dukanya widya membuat tantangan ke 2 ini sampai menuai pujian dari suami dan mendapatkan order pula..., klik aja disini....


  11. Vivi, baru ikut KBB kali ini, sempet telpon-nan sama aku setelah bikin cake nya yg pertama.., katanya" enak lho mbak kuenya, kalo di jawa kayak klemben, karena suami dan anak2 suka jadi aja dlm 2 hari tuh cake tandas deh..", selanjutnya percobaan ke 2 dia bikin lagi 1/2 resep, tapi mousse nya tetap 1 resep.., hasilnya OK, walau ada beberapa kendala kecil dan anak2 sudah ga sabar pengen makan katanya.. seru deh...., disini ceritanya..


  12. Tyas, Ini tantangan pertama nya dlm KBB, walau banyak kegiatan tetap kudu nyobain tantangan ini katanya.., alhasil saat dirumah ibu disempetin bikin cake tapi saat cake matang trus diboyong ke rumah, eh loyang bongpas ketinggalan, akhirnya cake dipotong sesuai loyang bongpas yg ada yaitu ukuran diameter 18cm, yaaaa...jadi cilik deh cakenya...hehehe.., untuk step selanjutnya lihat disini ya.., hasilnya cantiikkk lho...!!!


  13. Yulia, bikinnya 2/3 dari resep, yulia tulis di blognya begini : " sejak diberlakukannya aturan baru yaitu publish di blog harus serentak oleh semua member, maka saya tak bisa mencontek lagi, haduuh… padahal demen banget sama lagunya project pop yang judulnya “menconteeek… menconteeek… menconteeek temaaan…” kekekek…hasil reviewnya buat diri sendiri juga lucu : "Kebiasaan buruk baru ngerjain di hari terakhir, Karna buru2 jadi gak konsen baca resepnya, Bertekad untuk tidak seperti itu lagi. [xixixxi, atut bow, mbak Arfi kemaren sidak, aku belom publish pe ernya, kekkeke…]", emang penampakkannya polos tanpa cream dan coklat leleh.., tapi rasanya yakin deh enak.., hayoo selanjutnya hrs lebih baik ya...., cerita yulia ada disini.



  14. Ellen, mbak satu ini hasilnya selalu ok, bener lho..!! ttg tantangan 2 sebenarnya udah bikin dr bbrp minggu lalu 1 resep tapi saat abis didekor kesentuh tangan, ambrol deh. Bikin lagi kemarin 1/2 resep spt ini hasilnya, dakuw gak ngikutin decoration yg di resep karena lebih suka sentuhan silky yg dikombinasikan dgn crunchy bits dari coklatnya plus pait2 dikit dari coklat bubuk, mo lihat punya ellen..?? klik disini ya.


  15. Ezza, Setelah dapat resep tantanganke 2 sibuklah beliau mencari2 di mbah google.., ternyata semua enak2 dan ok katanya.., dgn semangat akhirnya dicoba deh resepnya eiiits....!! ada yg salah juga ternyata untuk mousse pake salted butter..jadinya asiinn..!!, selanjutnya untuk cream udah pake yang unsalted..dan cakenya dibikin jd 2 layer.., mau lihat lebih jauh hasilnya ezza...?? disini ya...



  16. Lanny, Panik..panik ini hari terakhir..!! he..he.., akhirnya serabutanlah ibu yg satu ini mencoba resep KBB yg ke 2 ini.., apalagi selama ini kalo bikin mousse hanya pake whipping cream cair dan gelatin..tapi namanya juga tantangan kudu dicoba..,hasil akhir nya lanny bilang.."kok moussenya gak nempel..? potong ah..kok pecah terusin..nggak...terusin ga..? nggak dulu deh..mau nanya dulu sayang sm bahan, kalo rasa lumayan enak...." Begitu kata Lanny..,ceritanya disini ya..


  17. Swi, cake nya dia sebut "Cake with Choco Sauce"hehe..awalnya dengan semangatnya cari-cari info, gonta ganti ukuran bahan, modif sana sini...akhirnya jadi udah OK, cuma mousse-nya ngga mau berbusa-busa, ambles abis deh.Ternyata setelah dianalisa mbak Arfi mousse dicampur dgn WP cair bukan dgn Thickened cream.., padahal sudah memakai putih telur..., kebanyakan campuran deh..he..he.., tapi yg pasti hasilnya Ok..dan semangatnya donk..!!, crita Swi lihat disini ya...



  18. Rini, membuat cake ini di saat2 terakhir dengan 1/2 resep.., banyak kendala yg dihadapi..., terutama waktu yg berkejaran dengan jam kerja kantornya..,trus hasilnya ga begitu mengecewakan kok walau coklatnya hanya pake coklat serut..., moga2 ditantangan selanjutnya lebih OK lagi..., ini cerita lengkapnya





  19. Rita, Ini kali pertama buat mbakyu ini ikut KBB, tapi seperti biasa hasilnya mantaappp..., walaupun bikinnya hanya 1/2 resep.., yang aku ga habis pikir biasanya anaknya alergi dgn putih telur..so far ga masalah setelah tersentuh.., syukurlah..., mau lihat hasilnya ini dia....





  20. Elsye, mencoba resepnya juga dihari-hari terakhir.., dlm proses pembuatan ga begitu ada kendala..cuma saat menata mousse di atas cake karena memakai alu-foil dulu jadinya moussenya meleleh ke dasar cake, untuk creamnya rada kurang kokoh karena memakai vegie cream.., so far hasilnya baguss kok.., cerita Elsye ada disini ya..





  21. Sherly, debut pertama di KBB, mencoba resepnya juga mepet waktu., cuma untuk posting bingung maju mundur..akhirnya tetap posting juga.., he..he.he., walau begitu dengan semangat ibu satu ini tetap mencoba.., hasilnya enak..terbukti belum selsai semua step suami udah minta diiris cakenya.., terus beliau ga pake cream karena belum sempet beli...., disini ceritanya..

  22. Sulis, "Duh.. Sejujurnya aku hampir aja gak jadi ngumpulin PR ini karena memang lagi kurang sehat. Untung aja, menjelang detik2 terakhir, udah mulai agak mendingan, dan kebetulan bahan2 sudah tersedia.. jadi bikin deh :)).Sebenernya sih resepnya sendiri gak terlalu rumit sekali (Thank God!). Apalagi untuk sponge cake nya yang terbilang sangat simple tanpa penambahan mentega. Yang perlu perhatian ekstra adalah saat pengocokan dan pengadukan mousse-nya. Kalo ini udah beres, udah boleh lega lah.. hehehe." begitu cerita sulis di blognya, hasil akhirnya cantikk lho....padahal ini debut 1 di KBB, mau lihat lebih jauh disini ya..


  23. Nur, Ini KBB pertama buat Nur.. ceritanya begini .."...Pas hari sabtu, baca2 resep, kok kayaknya ada yg kurang..apa yah??? oh ya, untuk cakenya ga ada mentega/margarine ato minyak goreng. Kayaknya selama ini aku punya setiap resep cake ada unsur 'itu'nya. Sempat mau 'balelo', pingin nambahin sedikit minyak goreng, tp ga jadi.Sekali kali jadi anak aik...he..he..Mikir2, nanti kl gagal , bikin lagi, trus ditambahin sedikit minyak goreng. Tp alhamdulillah, cakenya sukses, ga bantat,sambil batin, ada yah cake kayak gini he..he.." seru kan...selanjutnya bisa dilihat disini.


  24. Johana, Nah ini juga salah satu geng bandung yg bikin bertiga nih.., hasilnya juga cakep dibikin kecil2 pake mika..,cuam untuk creamnya ada salah baca resep.., cream dan coklat dicampur jadi satu akhirnay penampakannya coklat semua...., tapi ga apa2 kok mbak..udah bagus kok hasilnya..moga2 ditantangan selanjutnya makin Ok.... ini cerita aslinya


  25. Anita avianty, Cerita dr mbak anita nih..dgn adanya tantangan KBB walau sibuk kerja bisa meluangkan waktu bersama dgn suami ... bikin bareng, siip ya..!!, .., trus untuk cake ga ada masalah walaupun mousse kurang begitu disukai di kel nya dibanding dgn chocolate ganache..tapi tetap kudu dicoba krn ini tantangan..,hasil akhirnya cantikk..., ceritanya ada disini ya.

  26. Tanti, sebelumnya aku sempet nunggu Link postingan Tanti..ternyata blm dikirim jadilah aku bergerilya sendiri..: Tanti cerita awalnya sih sempet bingung karena waktunya mepet apalagi hrs ketemu dgn temennya..dengan semangat KBB yang ga boleh mundur akhirnya cake nya jadi juga cantik lagi, selanjutnya liat disini ya...


  27. Etie, (update per 4des'07), karena servernya error maka ibu yg satu ini ketinggalan laporannya pdhl sdh di kirim pertgl 29, ga apa2 kok...masih diterima he..he.) Setelah habis baking blues mulai deh mengerjakan tantangan 2 ini.., sayang cakenya rada gosong tapi dgn trik akhirnya yg gosong dibuang ehh masih bisa kok dipake..selanjutnya moussenya pake WCC pdhl dlm resep memakai DCC jadinya maniissss banget..truss....truss...cerita etie lihat disini


  28. Restiani, (update 5 des '07.., soalnya link nya sempet ketilep untung beliau lagsung memberitahu dan mengingatkanku..maaf ya..:)) Awal terima tantangan ini bikin dia ragu krn selama ini pernah nyoba makan mousse yg ga enak.., krn tantangan ya hrs maju terus.akhirnya setelah jadi..hmmm..terimakasih KBB kata resti..:) kenapa jd berbalik ???...lihat disini ya


  29. Monica, (update juga per 5 des'07, ini juga karena ketinggalan linknya.., maaf juga ya mbak..:)) Mbak monica bikin 1/3 dr resep tapi cake nya terlalu kering walau sdh diberi simple sirup.., secara keseluruhan nyam..nyam..sayangnya lagi ibu ini ga bisa nyicipin banyak2 krn lagi flu he..he..gimana selanjutnya lihat disini juga ya


Selanjutnya kiriman imel :

  1. Dewi Oni, Ini isi Imelnya...:.."...Setelah kebablasan KBB #1 aku bertekad harus menyelesaikan KBB#2 ini as Mbak Arfi said commitment...commitment.
    Jadi minggu ini tgl 25 Nov 07 walaupun anakku lagi sakit panas aku nekad bikin pe erku ini. Karena lagi tidak konsen jadi ada accident dan konyolnya terjadi sampai 2 kali, accidentnya adalah : di resep kue dikatakan kocok telur sampai kental baru masukkan gula sedikit demi sedikit, yang aku lakukan pada saat telur dikocok dan belum kental aku sudah memasukkan gula dan langsung dech telurnya jadi cair. Insiden kedua juga sama akhirnya aku mulai dari awal lagi. Mixer dicabut....baskom dicuci dan dilap lagi. Terus aku mulai lagi mengocok telur dan konsentrasi melihat kekentalannya and untungnya sekali ini semuanya lancar, adonan telur mengental seiring dengan masukknya gula sedikit demi sedikit setelah adonan telur kental dan tinggi aku tuang ke loyang dan panggang. Hmmmm kuenya cukup tinggi dan kayaknya teksturnya cukup bagus (foto potongan kuenya aku close up).

    Berikutnya pembuatan moussenya. Di resep dikatakan boleh menggunakan thick cream sebagai pengganti putih telur jadi alternative ini yang aku ambil. Dalam pembuatan mousse syukurlah berjalan lancar. Kuning telur aku kocok di atas baskom yang berisi air didih (takut tidak matang ) lalu campur dengan coklat yang sudah leleh (aku pakai collata yang dark) lalu dicampur dengan krim yang sudah dikocok (waktu itu pernah dikasih tau bahwa pengocokan krim untuk buat mousse hanya boleh sampai 70% atau tidak sampai kaku sekali untuk mencegah mousse menjadi clammy atau agak berair so aku pikir tidak ada salahnya aku terapkan).

    Mousse yang sudah jadi aku tuang ke atas kue yang sudah ditaruh di loyang bong pas ukuran 20, Moussenya cukup kokoh dan setelah beku aku hias dengan Whipped Cream dan pingginya aku beri ganache dari dark coklat yang orange flavored dan Whipped Cream.

    Karena lagi belajar dekor jadi tidak bisa resist dorongan untuk pakai spuit dan hasilnya seperti ini. (Decornya kurang bagus ya...). Tapi kuenya aku kasih icip ke mami dan temen-temen dikantor semua pada bilang enak karena ada perpaduan kue yang spongy, mousse yang nyoklat seperti es krim dan balutan coklat denga orange flavor yang pait.
    ( hasilnya sudah bagus kok..selanjutnya siap lagi kan..???)

  2. Emma Isti, Isi imelnya sebagai berikut : ..."Maaf kirim laporannya udah detik-detik terakhir, gak ada alasan kurang waktu sikh ..karena memang waktu yang diberikan sudah cukup panjang. Sebenarnya Choc Mousse ini sudah dibuat jauh hari sebelumnya, cuma memang belum sampai tahap finishing…tambahan lagi kamera error jadi tidak semua proses pembuatannya sempat difoto… "

    Ok ini laporannya :
    "Kok menteganya banyak ya.."..kok nggak ada gelatin, pake putih telur...kok nggak ada pemanasan untuk mematangkan si putih telur ya...?" Itulah beberapa pikiran yang sempat ada. Bolak balik baca resep, penasaran juga. Rencana awal mau buat 1/2 resep saja, takut kebuang, soalnya di rumah gak ada yang jadi korban untuk icip-icip, dan aku sendiri gak akan sanggup habiskan semuanya.

    Akhirnya diputuskan buat cakenya ukuran kecil saja, diameter 18, tapi ini juga dibuat di loyang persegi ukuran 22, untuk moussenya nggak mau pakai putih telur, tapi diganti dengan whipped cream. Tapi dimilis lagi rame-ramenya diskusi tentang penggantian bahan, batasan modifikasi bikin pikiran berubah. Kenapa nggak 1 resep di bikin 2 versi saja, 1 yang sesuai resep asli dan yang satunya disubstitusi plus tambahan bahan lain, gak apalah bikin 1 resep kan supaya bisa lihat perbedaannya juga.

    Tanpa ragu, mulai dekh dibuat cakenya...sponge cake tanpa shortening tingkat kegagalannya lebih kecil, pengembangan cake cukup baik tapi tetep ada kecelakaan kecil, sponge overbake jadi bagian dasar dan pinggir sedikit kering seperti cookie, agak garing mirip-mirip lady finger.
    Tahapan berikut buat moussenya, 1 dibuat sesuai resep asli, dan yang modifikasi dark chocolate diganti dengan white chocolate, tanpa putih telur dan ditambah dengan tapai ketan hitam sebanyak 60 gr untuk 1/2 resep. Pembuatan moussenya berjalan lancar. Nah di tahapan selanjutnya mulai muncul problem, kehilangan ring ..kehabisan mika, coba-coba pakai wax paper yang didobel tapi kurang memuaskan hasilnya, mousse mbleber merembes ke sela-sela sisi cake. Akhirnya ganti kertas lagi, dan supaya aman kali ini pakai loyang. Sisi dan dasar loyang dilapisi kertas lilin, harapan dan bayangannya sikh si mousse ini akan mengeras dan mudah dilepas tanpa rusak permukaannya walau dengan cara dibalik. Punya keyakinan demikian karena konsistensi mousse, cukup kental. Sementara untuk mousse yang modifikasi dibuat dengan ukuran lebih kecil diametr 14 cm, rencananya akan diletakan di atasnya. Kebetulan ada mika untuk diameter 14, bagian bawah dilapis dengan plastik wrap, dan selanjutnya diisi dengan mousse, kemudian keduanya di bekukan. Sampai pada tahap ini mousse berlapis cake sempet istirahat cukup lama di freezer, karena finishingnya tertunda cukup lama. Beberapa hari kemudian baru dilanjut dengan pemberian topping. Logikanya kalau disimpan di freezer cukup lama, kue akan keras dan kokoh bentuknya, tapi kenyataannya begitu akan diberi topping, konsistensi moussenya nggak stabil. Belum lama di suhu ruang mousse mudah lembek dan ini yang cukup bikin heboh.

    Mousse yang dimasukan ke dalam loyang biasa, dikeluarkan dengan cara dibalik, karena moussenya tidak sekokoh yang dibayangkan dan permukaan mousse jadi tidak mulus begitu kena alas kertas. Walaupun lembek, tapi tidak mencair.. masih berbentuk, akhirnya dilanjut dengan topping whipped cream kemudian dibekukan lagi sambil menyiapkan coklat leleh dan hiasannya untuk penyelesaian akhir. Menyedihkan saat pelepasan lapisan kertas disisi mousse, bagian yang terkena mousse meninggalkan sisa di kertas...dan sisi cake yang berlapiskan mousse jadi tidak mulus, akhirnya sisa whipped cream dipoles ke sekeliling sisi cake, terakhir disiram coklat. Selesai...? waah justru pada detik terakhir ini, makin parah, coklat yang mulai membeku, karena ruang kerja cukup dingin coklat yang sudah dicairkan mudah membeku. saat coklat disiramkan lupa dipanaskan kembali, sudah bisa ditebak hasilnya jadi tidak sempurna...coklat tidak mau mengalir dengan baik, spontan kue dihentak2kan...baru sadar saat mousse perlahan berubah posisi...coklat yang diharapkan menetes kesisi cake tak kunjung bergerak, malahan lapisan mousse yang mulai runtuh.....aakhhhh....ya sudahlah, tambahkan potongan kepingan coklat dan strawberry untuk menutupi lapisan yang tak sempurna.

    Berbeda dengan mousse resep asli, mousse resep modifikasi, sedikit lebih kokoh. Mousse tetap utuh walau tanpa menggunakan alas sponge.

    Soal rasa keduanya enak, yang modifikasi lembut tanpak tanpa terasa gelembung busa puith telur, lebih mirip unbake cheese cake (semifreddo)..kayak es puter. Ternyata dimakan pake roti enak juga...jadi inget es nong..nong...es dung...dung...haaa..haa.




  3. Demikian laporan KBB tantangan #2, dukh jadi malu hasilnya amburadul dan berantakan, kamera error pula..gak mood foto-fotonya.. (padahal seperti yg terpampang disini hasilnya baguss banget kan...)
Ppfiiuuuhhhhh.......selesai sudah laporan akhir KBB#2 ini.., terimakasih buat temen2 yg sudah mengamalkan resepnya.., dan mohon maaf apabila dalam laporan dan sebagainya di bulan lalu aku blm begitu baik melaksanakannya..semoga tantangan selanjutnya bisa lebih seru lagi.., teman2 yg berpastisipasi sesuai komitment akan lebih banyak..eehhh salah seharusnya semua mengamalkan ya gak he..he...

Salam ,
Host KBB#2
Ema Novita

Friday, 30 November 2007

Resep Tantangan#2 Chocolate Mousse Cake








Chocolate Mousse Cake

Sumber : Penny Oliver Cuisine 2005


Cake :
4 bh telur utuh,3/4 cup gula kastor,2/3 cup terigu all purpose, 1/3 cup maizena, 1sdt baking powder

  • Kocok telur menggunakan mixer hingga naik dan kental.
  • Tambahkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok hingga adonan putih dansangat kental.
  • Ayak semua bahan kering lalu campurkan ke dalam adonan telur hingga rata.
  • Tuang ke dalam loyang ukuran 26-28cm yang sudahdiolesi mentega dan ditaburi tepung.
  • Panggang dengan oven yang sudah dipanaskan terlebih dahulu suhu 190C selama 25-30 menit.
  • Keluarkan cake dari loyang dan letakkan ke atas rak, dinginkan. Letakkan cake keatas piring saji.
  • Eratkan aluminium foil ke sekeliling cake (kalau mau bisa pakai baking paper tapi digandakan, supaya bisa tegak dan lebih kukuh kalau disiram dengan mousse nantinya).


Mousse :
250g cooking chocolate, 6 kuning telur, 250g mentega suhu ruang, 6 putih telur

  • Tim coklat hingga leleh. Kocok kuning telur lalu campurkan dengan coklat, aduk rata.
  • Tambahkan mentega sambil dikocok. Kocok putih telurhingga kaku.
  • Masukkan adonan putih telur ke dalam adonan coklat.
  • Tuang adonan ini ke atas cake. Tutup dan dinginkan selama 4 jam atau semalaman.
  • (Jika menggunakan thickened cream, pakai 250g lalu kocok dan campurkan ke dalam adonan coklat).

Variasi:

Untuk mousse, silakan divariasi dengan flavour macamfrangelico, cointreau, brandy, atau vanili. Putih telur bisa digantidengan thickened cream jika ragu-ragu menggunakan putih telur.Garnish/hiasan bisa divariasi dengan serutan coklat, coklat bubuk,atau fresh fruit jika memang sesuai selera.


Topping :
300ml krim, kocok, 100g cooking chocolate dilelehkan dengan 50ml krim dan 3 sdm brandy (brandy bisa dihilangkan atau diganti dengan vanili—meskipun tidak sama setidaknya ini memberi flavour ke coklat)

Tutup cake dengan krim kocok lalu tuangi coklat leleh tadi. Potong dansajikan dengan sedikit tambahan coklat leleh di sisinya. (You can use your imagination and your own style on this! Have fun!)

-------------------------------------------------------------------------- ### ----------------------------------------------------------------------------


Chocolate Mousse Cake

Sumber: Penny Oliver. Cuisine. 2005.

Cake:
4 eggs, ¾ cup caster sugar, 2/3 cup flour (all-purposed), 1/3 cupcornflour, 1 tsp baking powder.
Beat the eggs with an electric beater until very thick and fluffy. Slowly add the sugar and continue beating until the mixture becomeswhite and very thick. Sift all the dry ingredients together and gentlyfold them into the egg mixture.
Pour the cake mixture into a butteredand floured 26-28cm spring form cake tin.
Bake in a preheated oven at190C for 25-30 minutes. Turn the cake onto a rack and cool.
Transfer the sponge to a serving plate. Fix a fold of strong tin foil around the cake to form a collar, ready to receive the chocolate mousse mixture.

Mousse:
250g cooking chocolate, 6 egg yolks, 250g soft butter, 6 egg whites
Melt the chocolate over hot water. Beat the egg yolks and blend withthe chocolate to mix well.
Beat in the softened butter. Beat the eggwhites stiff to the stiff peak stage.
Fold the stiffly beaten eggwhites into the chocolate mixture. Pour the chocolate mixture over thecake.
Cover and refrigerate for 4 hours or overnight.

Note :
For mousse you can mix with some flavours like frangelico, cointreau, brandy, vanili etc,
Egg whites you can replace with tickened cream and garnish with your taste…!!

Topping:
300ml cream, whipped, 100g cooking chocolate melted with 50ml of cream and 3 Tbs of brandy
Cover the cake with whipped cream and drizzle over a little melted,flacoured chocolate. With each slice of cake serve a little extra flavoured, melted chocolate on the side.

Monday, 12 November 2007

Macam-Macam Produk Susu


>

Susu (sapi) tentu saja berbeda dengan susu ibu yang kandungan kalsium dan proteinnya tidak setinggi yang dikandung oleh susu sapi. Susu sapi didesain untuk pertumbuhan hewan supaya bertambah berat, bertulang kuat dan besar (meskipun tidak membuat hewan bertambah pintar). Susu Ibu didesain untuk pertumbuhan tubuh yang lebih kecil dan ringan dengan karbohidrat ekstra yang menyediakan energi yang diperlukan untuk pertumbuhan anak manusia sekaligus berfungsi untuk merangsang perkembangan otak yang lebih kompleks.


Tapi sekarang pengkonsumsian susu sapi yang sudah dimodifikasi dapat menyediakan manusia sumber-sumber nutrisi yang berkualitas tinggi. Susu sapi mengandung sekitar 87% air, 3.5% lemak, 3.5% protein, 4.9% laktosa (gula susu) dan 0.7% mineral (terutama kalsium, fosfor, dan potasium). [King Arthur 200th Anniversary Cookbook. p.580].


Mentega, keju dan krim (termasuk es krim) mengandung nutrisi yang banyak terdapat dalam susu tapi juga mengandung kalori yang banyak didapat dari lemak, jadi wajib dikonsumsi hanya dalam basis reguler.


Buttermilk: merupakan cairan yang tertinggal setelah mentega diolah yang mengandung karbohidrat dan kalsium tinggi dan laktosa yang manisnya sekitar satu per tujuh manisnya gula pasir. Tapi sekarang buttermilk juga sering terbuat dari yogurt dari culture atau starter yang dimasukkan ke dalam susu non-fat atau low-fat lewat pasteurisasi. Buttermilk memiliki tekstur yang rich dan creamy. Homemade buttermilk sama dengan cara membuat yogurt.


Keju: terbuat dari curd atau protein dalam susu yang dikombinasikan dengan lemak. Keju keras macam Cheddar, Romano, Parmesan, Swiss, dll., sangat kental yang mengandung lemak lebih dari 80%. Keju-keju jenis ini banyak mengandung protein tinggi, kalsium, dan vitamin A juga D. Keju yang diproses biasanya lebih rendah lemaknya ketimbang keju 'asli' meskipun lebih asin.


Krim: mengandung nutrisi seperti yang dikandung oleh susu itu sendiri (whole milk) tapi konsentrasi lemaknya lebih tinggi.


Cream Cheese: mengandung lemak berkisar sama dengan yang dikandung oleh mentega dan keju. Dalam 2 sdM cream cheese terkandung 100 kalori yang 90% berasal dari lemak. Selain itu cream cheese sedikit kandungan protein dan kalsium jika dibandingkan dengan keju.


Cottage Cheese: terbuat dari curds (bagian yang kental mengandung banyak protein dan kalsium, disebut juga dengan kepala susu) susu daripada whey (bagian yang cair yang terpisah dari kepala susu)


Clotted Cream: jenis krim ini tradisinya orang-orang di bagian Barat Celtic, Inggris yang dibuat dari susu mentah sapi Jersey yang mengandung persentase lemak yang sangat tinggi. Susu yang mengandung lapisan heavy cream di permukaannya dibiarkan 'matang' sekitar setengah hari dalam susu ruangan yang kemudian dihangatkan memakai api kecil hingga terjadi penggumpalan lemak di permukaannya. Gumpalan inilah yang nantinya diambil dan dipisahkan dari bagian yang cair dan disajikan dengan buah-buahan, trifle, scones, dll.


Susu Kental Manis: merupakan susu yang telah diproses dengan cara membuang cairan yang terdapat dalam susu lalu ditambahkan gula. Satu kaleng SKM setara dengan 2 ½ cup susu segar dan ½ cup gula (USA measurement), dengan demikian mengandung lemak tiga kali lipat dari protein dan vitamin A. Metode 'mengawetkan' susu ini dikenalkan oleh Gail Borden di tahun 1856 yang kemudian menjadi isu makanan pokok di kalangan prajurit-prajurit Civil War.


Evaporated Milk: seperti nama yang disandangnya, proses pembuatan susu jenis ini adalah dengan menguapkan cairan dalam susu (to evaporate: to remove moisture from (milk, vegetables, etc.), as by heating, so as to get a concentrated product. Webster Dictionary.). Susu jenis ini dapat digunakan sebagai pengganti krim dan sering digunakan dalam pembuatan sup dan saus.


Sour Cream: krim jenis ini merupakan versi buttermilk dan yogurt yang mengandung lemak tinggi. Dalam baking, krim ini memberi hasil produk yang kaya rasa dan lembut dikarenakan kandungan keasamannya sekaligus kandungan lemaknya yang tinggi. Krim ini dapat dibuat sendiri di rumah seperti membuat yogurt menggunakan krim segar dengan kandungan lemak sekurang-kurangnya 20% dengan buttermilk sebagai starternya. Biasanya akan set setelah beberapa jam.


Sour Milk: dibuat secara natural dari susu mentah yang tidak melalui proses pasteurisasi dan dibiarkan menjadi asam. Untuk membuat sour milk dari susu yang sudah dipasteurissi, campurkan 1 sdM cuka atau jus lemon dengan 1 cup susu. Biarkan hingga 5 menit hingga mengental.


Cream Chantilly: adalah nama lain dari krim yang diberi pemanis. Membuatnya cukup gampang, gunakan krim medium atau lemak tinggi (heavy cream), kocok hingga kaku, yang lalu ditambahkan 3-4 sdM tepung gula dan 1 sdt vanili atau ekstrak lainnya.


Yogurt: seperti halnya buttermilk, yogurt dibuat dari culture yang dimasukkan ke dalam susu yang sudah dipasteurisasi, baik susu rendah lemak atau skim. Bakteria yang digunakan serupa dengan yang bersemayam dalam usus kita sehingga yogurt dapat dengan mudah dicerna oleh sistem pencernaan kita. Yogurt juga dapat membantu pasien yang sedang mengkonsumsi tablet antibiotik supaya dapat menjaga bakteri-bakteri berguna dalam pencernaan tidak ikut dirusak oleh antibiotik.

Cara membuat yogurt: campurkan ½ - 1 cup susu bubuk tidak berlemak ke dalam ½ galon susu skim atau susu rendak lemak. Hangatkan hingga suam-suam kuku. Keluarkan 1 cup susu dan campur dengan 1-3 sdM yogurt tawar yang mengandung bakteri culture (acodhipillus). Campurkan campuran yogurt-susu ini ke dalam susu yang dihangatkan tadi, lalu tuang ke dalam toples atau botol yang bersih. Tutup lalu biarkan dalam suhu hangat (seperti saat kita menaikkan adonan roti) selama 3-5 jam atau hingga kental (tergantung dengan berapa hangat suhu udara di ruangan untuk 'mematangkan' yogurt).



Referensi: King Arthur 200th Anniversary Cookbook; Donna Hay Magazine.

Sunday, 4 November 2007

Jadwal Tugas

Sesuai dengan asas gotong-royong, para anggota KBB yang aktif sudah setuju untuk bahu-membahu menjadi host dwi-bulanan. Terima kasih KBBers, saya bangga banget dengan sense of belonging-nya terhadap klub kita.


Ini jadwal yang sudah kita setujui bersama. Jangan lupa kalau host yang sudah ditunjuk tidak bisa bertugas, harap laporkan kepada saya sesegera mungkin, baik lewat email maupun lewat sms. Untuk teman-teman yang sudah bersedia menjadi back-up, mohon menyiapkan diri dan waktu jika pada suatu saat diharapkan bantuannya.


Tantangan #2: November-Desember 2007: Ema Novita

Entry silakan dikirimkan ke ema.novita(at)gmail(dot)com


Tantangan #3: Januari-Februari 2008: Irma Rode

Entry silakan dikirimkan ke jade_303(at)yahoo(dot)com


Tantangan #4: Maret-April 2008: Susi, Yohanna

Entry silakan dikirimkan ke Susi: uci(at)bdg(dot)centrin(dot)net(dot)id, atau/danYohanna: wishland(at)bdg(dot)centrin(dot)id


Tantangan #5: Mei-Juni 2008: Vin , Santi

Entry silakan dikirimkan ke Restianni: vin1202(at)yahoo(dot)com,
atau/dan Santi: nusantik(at)hotmail(dot)com


Tantangan #6: Juli-Agustus 2008: Regina, Swi

Entry silakan dikirimkan ke Regina: rbudiarjo(at)gmail(dot)com,
atau/dan Swi: j.blossom(at)gmx(dot)net


Tantangan #7: September-Oktober (Anniversary #1): Arfi, Dewi Oni

Entry silakan dikirimkan ke Arfi: arfi.binsted(at)gmail(dot)com,
atau/dan Dewi: imel_j(at)yahoo(dot)com


Tantangan #8: November-Desember 2008: Ellen, Rosmi.

Entry silakan dikirimkan ke Ellen: zoyachubby(at)yahoo(dot)com,
atau/dan Rosmi: mykhaira(at)gmail(dot)com


Selamat bertugas!


Thursday, 1 November 2007

Ukuran dan Konversi

Kita masih sering dipusingkan dengan ukuran dan konversi yang beragam dari resep-resep yang datang dari negara-negara yang berlainan. Lain negara lain measuring cupnya atau takaran level sdt atau sdM, tapi biasanya bedanya sekitar 2 hingga 3 sdt saja variansinya. Untuk NZ, Amerika Utara, dan UK memakai ukuran 1 sdt = 5ml, dan 1 sdM = 15 ml, sedangkan Australia memakai 1 sdt = 5ml dan 1 sdM = 20ml.

Berikut data ukuran dan konversi dari berbagai negara yang saya kompilasi dari berbagai referensi. Untuk lebih akuratnya, ukur saja measuring cup masing-masing dan cocokkan dengan data-data berikut. Jika tidak sama, dikonversikan atau diperkirakan memakai gram.

Beberapa buku dari negara yang sama bahkan menggunakan ukuran metrik/imperial yang tidak sama. So, we have to be smart!


Istilah ukuran di USA:


a dash = 8 tetes

a pinch = kurang lebih 1/8 sdt

1 sdt = 60 tetes = 1/3 sdM

3 sdt = 1 sdM

2 sdM liquid (cairan) = 1 fl oz.

4 sdM = ¼ cup

8 sdM = ½ cup

16 sdM = 8 fl. oz. = ½ pint = 1 cup

2 cups = 16 fl. oz. = 1 pint = 1 pound

2 pints = 1 quart

4 quarts (liquid) = 1 gallon, fluid

8 quarts = 1 peck (utk bahan kering)


Takaran Standar NZ Berat Volume Ukuran

1 cup = 250ml 25g = 1 oz 1 kg = 2 ¼ pounds 1 cm = ½ inci

1 ltr = 4 cup 125g = 4 oz 1 ltr = 1 ¾ pints 20cm = 8 inci

1 sdM = 15ml 225g = 8 oz 30cm = 12 inci

1 dessertspoon = 10ml 500g = 1 pound

1 sdt = 5 ml

½ sdt = 2.5ml

¼ sdt = 1.25ml



Takaran Standar USA Berat

1 sdt = 1/6 oz = 5 ml 1 oz = 28.35g

1 sdM = ½ oz = 15 ml 1 pound = 16 oz = 454g

8 sdM = 4 oz = ½ cup/1 gill 2 pound dan 3 oz = 1 kg

16 sdM = 8 oz = 1 cup = 236ml = .236ltr 14 pound = 1 stone = 6.36kg

4 cups = 32 oz = 1 quart = .946 ltr 100g = 3.5 oz

1 ml = 1/5 sdt 200g = 7 oz

1 ltr = 1.057 quarts 400g = 14 oz

4 ltr = 1 gallon plus 1 cup


Takaran untuk Bahan Kering (Australia)

Yang ini juga bisa dipakai untuk standar konversi metrik/imperial.


15g = ½ oz

30g = 1 oz

60g = 2 oz

90g = 3 oz

125g = 4 oz (¼ lb)

155g = 5 oz

185g = 6 oz

220g = 7 oz

250g = 8 oz (½ lb)

280g = 9 oz

315g = 10 oz

345g = 11 oz

375g = 12 oz (¾ lb)

410g = 13 oz

440g = 14 oz

470g = 15 oz

500g = 16 oz (1 lb)

750g = 24 oz (1 ½ lb)

1 kg = 32 oz (2 lb)


Takaran Bahan Cair (Australia)


30ml = 1 fl oz

60ml = 2 fl oz

100ml = 3 fl oz

125 ml = 4 fl oz

150ml = 5 fl oz (¼ pint/1 gill)

190ml = 6 fl oz

250ml = 8 fl oz

300ml = 10 fl oz (½ pint)

500ml = 16 fl oz

600ml = 20 fl oz (1 pint)

1000ml (1 ltr) = 1 ¾ pint


Ukuran Lain


Ini penting untuk konversi ukuran loyang, etc.


3mm = 1/8 inci

6mm = ¼ inci

1cm = ½ inci

2cm = ¾ inci

2.5cm = 1 inci

5cm = 2 inci

6cm = 2 ½ inci

8cm = 3 inci

10cm = 4 inci

13cm = 5 inci

15cm = 6 inci

18cm = 7 inci

20cm = 8 inci

23cm = 9 inci

25cm = 9 inci

28cm = 11 inci

30cm = 12 inci (1 kaki)


Takaran Cup untuk Bahan-bahan

Data ini hasil kompilasi dari beberapa buku dan gunakan saja sebagai pedoman.


1 cup tepung terigu = 4 oz = 125g (menurut buku David Herbert 1 cup terigu = 150g (5 oz))

1 cup gula (caster atau pasir) = 8 oz = 250g

1 sdM gula = 50g

1 cup brown sugar (firmly packed-yang dipadatkan) = 5 oz = 200g

1 cup brown sugar (lightly packed-tidak dipadatkan) = 4 oz = 125g

1 cup icing sugar = 5 oz = 150g

1 cup mentega (shortening, margarine, etc) (Australia) = 8 oz

2 sdM mentega (NZ) = 30g

1 cup madu, golden syrup, treacle = 10 oz (Australia)

1 sdM golden syrup (NZ) = 30g

1 cup breadcrumbs (soft) = 2 oz (Australia)

1 cup breadcrumbs (fresh) = 50g (NZ)

1 cup breadcrumbs (fresh) = 3 oz (Australia)

1 cup packet dry breadcrumbs = 4 oz (Australia)

1 cup keju (parut, dipadatkan) = 100g (NZ) = 4 oz (Australia)

1 cup susu segar/encer = 250ml (NZ)

4 sdM gelatin = 25g (NZ)

4 sdM maizena = 25g (NZ)

1 cup kelapa parut kering = 2 ½ oz (Australia) = 75g (NZ)

4 sdM coklat bubuk = 25g (NZ)

½ pint krim segar/encer = 300ml (NZ)

1 cup dried fruits = 150-175g (NZ) = 4 oz (Australia)

1 cup sour cream = 250g (NZ)

1 sdM minyak = 15ml (NZ)


Tambahan:


  1. Telur yang digunakan di dalam buku-buku resep NZ dan Australia menggunakan telur dengan berat 60g.

  2. Untuk ragi biasanya menggunakan sachet 7-8g (NZ & Australia) = kurleb 2 sdt. Di Indonesia satu sachet mencapai 11g.



Referensi


2005. Ramsay, Gordon. Makes It Easy. Quadrille Publishing Limited, Allambra House. London. UK.

2003. Herbert, David. The Perfect Cookbook. Viking, Penguin Group, Victoria. Australia.

2002. Australian's Women Weekly. Wicked Sweet Indulgences. ACP Publishing Pt Ltd, Sydney. Australia.

2002. Edmonds Cookery Book. Bluebirds Foods, Auckland. New Zealand.

1990. King Arthur Flour 200th Anniversary Cookbook. The Countryman Press, Woodstock. USA.


Pedoman Suhu Oven



Data ini hanya direkam sebagai pedoman, karena suhu panas setiap oven bervariasi. Sebaiknya akrabi ovennya dan banyak-banyak dicoba, jika perlu lihat petunjuk manualnya.

Menurut catatanku sendiri sagu keju untuk ovenku menggunakan suhu 120C dan memang sangat lamban, tapi hasilnya membuat sagu keju tidak jadi berubah kecoklatan. Kalau pakai 140-150C (kan sagu keju termasuk shortbread) terlalu panas, lebih gampang kecoklatannya. Untuk putri salju aku menggunakan suhu sekitar 120-140C, jadi dasarnya tidak terlalu coklat sementara secara keseluruhan biskuit sudah matang dan tetap renyah. Paris-Brest dan kue sus untuk ukuran ovenku menggunakan suhu 210-220C. Untuk sponge suhu ovenku menggunakan 180-190C saja; 220C terlalu panas. Jadi jangan sampai pedoman ini mengganggu keyakinan teman-teman akan termometer ovennya ya. Sekali lagi gunakan saja data ini sebagai pedoman atau ancang-ancang (emangnya mau lari?).


Celsius Fahrenheit Gas Mark Penggunaan

110-120 225-250 ¼ - ½ Very Slow meringues, pavlova

140-150 275-300 1 – 2 Slow custard (baked), puding susu, shortbread, rich
fruit cakes, casseroles, slow roasting (slow cook)

160-170 315-325 2-3 Warm/Moderately slow biskuit, cake kecil maupun besar

180 350 4 Moderate idem

190-220 375-425 5-6 Moderately Hot roasting, sponges, muffins, short pastry

220-230 425-450 6-8 Hot flaky pastry, scones, membakar topping
(misalnya saat membuat meringue pie atau
bombe alaska topping meringue harus
dipanggang cepat)

250-260 475-500 9-10 Very Hot puff pastry


Sunday, 14 October 2007

Round-Up KBB #1: Paris-Brest



Saya sempat celingak-celinguk pada minggu terakhir deadline tantangan pertama, kok pada adem ayem ya KBBers ga pada nyetor hasil karyanya? Beberapa orang anggota yang biasa baking dan menerima orderan banyak yang absen. Padahal menurut saya sih ini tidak perlu terjadi jika mampu memenej waktunya. Soalnya saya sudah mengirimkan resep itu dari bulan September, diberi keleluasaan waktu 3 minggu. Kalau diamalkan pada minggu pertama setelah pengiriman resep kan berarti ga bakal benturan dengan orderan Hari Raya? Sedikit kecewa karena komitmen ternyata masih harus dipertanyakan di sini. Tapi mudah-mudahan kita semua memetik hikmah dari semua ini.

Saya sendiri harus mengundurkan jadual round-up hingga tanggal 13 Oktober. Di sela-sela kesehatan yang belum juga kembali normal, saya akhirnya harus memposting round-up, gimanapun juga. Ada beberapa teman yang tidak kedengaran kabar beritanya, padahal saya sudah melayangkan reminder. Ga ngerti deh mau gimana lagi, kepalaku dah cekot-cekot nih.

Namun dari kekecewaan ini beberapa teman tetap memiliki komitmen yang sangat tinggi. Meskipun menerima orderan dan lelah setelah sakit, tetap mengamalkan resep. Saya sangat hargai semangat teman-teman ini. Hugs! Well done, everyone. Saya sangat harapkan partisipasi teman-teman semua di periode berikutnya. Ayo ah, semangat dan komitmen!

Untuk host periode yang kedua saya memilih Ema Novita untuk mengorganisir karena saya melihat semangat dan keseriusan juga hasil akhirnya cantik sekali. Resep juga logo Nov-Des 2007 sudah dipersiapkan dan akan saya kirimkan kepada Ema. Untuk ini kita akan berkomunikasi lewat email saja.

Berikut hasil karya teman-teman semua. Silakan saling berkenalan satu dengan yang lainnya jika belum kenal. Happy blog-walking ya semuaaaa!


Ya iya lah, aku musti duluan! Juga sudah membuat yang kedua kali untuk step-by-step di blog KBB.


Ezza termasuk salah satu anggota yang sudah mengamalkan resepnya jauh-jauh hari! Semangatnya itu loh! Tetap semangat ya Ezza! Makasih partisipasinya ya!


Ema, sang host untuk tantangan kedua nanti kelihatan antusias dengan tantangan yang pertama ini. Hasilnya pun sangat cantik! Makasih partisipasinya ya!


Ellen sudah mengirimkan fotonya sejak awal meskipun masih di draft di blognya karena ga puas dengan fotonya. Tapi toh harus menyerah dengan PMS. Thanks, Ellen! I love the way you decorate the PB with strings of caramel! Lovely.


Noe katanya sih jarang ngupdate blognya dan katanya nih mudah-mudahan jadi rajin gara-gara ikutan KBB hehehe... Well done ya Noe! Makasih partisipasinya ya!


Regina termasuk orang yang semangatnya masih tinggi! Coba lihat baca aja ceritanya di sini. Makasih ya Reg semangat dan partisipasinya!


Yohana sengaja bikin blog gara-gara pengen ikutan KBB. Eh, coba deh lihat lagi postingan-postingannya yang terbaru di My True Passion-nya Yo. Makasih ya Yo atas partisipasinya.



Restianni meskipun mengalami kesulitan dengan toffee-nya, tetep aja maju dan semangat! Ini kutipannya:

Proses dalam Baking Paris Brest ini ternyata tidak sulit selain Toffee nya

yang menjadi kendalaku, selain aku blum pernah bikin toffee, panci ku juga

dasarnya hitam jadi ndak gitu keliatan perubahan warnanya.

ternyata saat disiram diatas PB, baru sadar warnanya koq putih ya?? akhirnya

bolak balik di panasin lagi.

terakhir toffeenya jadi kristal.

Sedangkan PB yang aku foto ini adalah siraman toffee yang sudah dipanasin ke dua kali yang aku mau tanya, pas di siram toffeenya walaupun kurang golden tapi masih keliatan shiny, keesokannya toffeenya jadi rada putih susu alias nga bening lagi (nga kinclong seperti sebelumnya) apakah toffee memnag begitu atau cara ku yang salah?

aku masak toffee seperti dalam resep cuman belum cokelat dah aku matiin trus pas di cuil dikit dgn garpu (apa krn garpu ini yang bikin toffeenya mengkristal? apa harus pake cetong kayu?) hasilnya putih bening jadi aku taruh balk diatas kompor dan nyalain lagi kira2 1 menit

Resti, makasih ya partisipasinya!


Sofie: Ceritanya ternyata belum diupdate di Violet's Hill

Ini email laporannya:

1. Adonan Kulit
Tadinya sy mau menyemprotkan diluar lingkaran. Tapi dipikir2 kok besar sekali yah? Semua adonan tepat menjadi 16 buah sus kecil2.


2. Adonan Pastry Cream (Custard)

Saat vanili batang dimasukkan, cairan penuh dengan butir2 vanili. Jadinya, waktu dicampurkan kedalam adonan telur, sy saring deeh...
Kemudian saat dipanaskan kembali.. ternyata nyaris gosong.. :D.. didasar panci sudah mulai berkerak. Alhasil adonan custard ada bercak2 coklat deeh...

3. Toffee

Waktu sy bikin toffee, ada beberapa kecelakaan.
Yang pertama : setelah toffee hilang gelembung, sy pindahkan ke wadah lain. dalam pikiran sy supaya cairan karamel tidak terus matang, sy harus kasih air. Jadilah sy beri wadah lain dengan air biasa. Setelah masuk langsung... kraakk.. pecah deh wadah karamelnya, dan si toffee pun terisi air... Hikksss... hancur deh..

Yang kedua : sy membuat lagi. Ternyata.... gagal total!!! Cairan karamel berubah menjadi kristal. Waduuuh..

Yang ketiga: pantang mundur bikin lagi. harap2 cemas takut terjadi kristal lagi. Meskipun saat diberi api kecil dan didiamkan sudah mulai muncul busa2 kristal. Tapi untunglah akhirnya jadi juga...

4. Finishing.


Sempat bertukaran email sama Eliza yang udah mau give up. Ternyata semangatnya tinggi juga ya kamu, Liz. Salut aku! Kegagalan itu ternyata banyak hikmahnya ya! Plus, kamu jadi lebih banyak ngobrol sama Regina dan Irma. Makasih partisipasinya ya Liz!


Lanny kirim email (karena ga belum punya blog) dan bilang kalo hasilnya gagal. Adonannya setelah dipanggang ternyata lengket di baking paper. Saya jadi heran, barangkali kualitas baking papernya ga bagus ya? Selama pake baking paper saya ga pernah ngolesin mentega.Temen-temen lain punya saran?


Tanti ternyata memiliki hasil yang puffy banget ya. Coba lihat deh di blognya. Makasih ya Tanti partisipasinya.


Yanna baru setor foto belum ditulis ceritanya. Jadi sabar ya. Bisa cek setiap waktu di blognya Yanna. Makasih ya Yan partisipasinya, meskipun ketimbun kerjaan dan orderan Lebaran, masih menyempatkan diri mengamalkan resep. Good job!


Emma Isti mengirimkan ceritanya lewat email. Ini ceritanya:

Dengan sisa tenaga yang ada...maka mulai coba baca resep dan coba buat. dari persiapan sampai membuat adonan sikh sebenarnya tidak ada masalah, hanya memang sedikit lupa saat memasukan telur ke dalam adonan, telur utuh langsung dimasukan. Begitu lihat cairan putih telur cukup lumayan banyak...baru sadar, kalau adonan ini cuma sedikit, jadi tetap saja harus hati-hati dalam memasukan telur ke adonan terigu yang sudah dimasak dengan mentega. mumpung belum sempat diaduk, akhirnya cairan telur yang agak berlebihan diambil sebagian, jadi adonan tetap bisa terselamatkan...konsistensi sebelum dipanggang cukup kokoh dan tidak mencair. selanjutnya sesuai instruksi, adonan yang sudah jadi dibuat lingkaran2 kecil dengan diameter 4 cm, hasil jadinya adalah 16 lingkaran kecil, dengan batang lingkaran kurus-kurus. Masalah muncul saat pemanggangan, mungkin karena dikerjakan dalam kondisi yg lelah dan masih kurang fit kali ya...sampai lupa kecilkan suhu oven saat adonan sudah mulai mengembang, dari awal oven sudah di pasang dengan suhu tinggi (200 C) sampai selesai pemanggangan, ditambah lagi loyang diletakan di rak paling bawah, maka dipastikan si kue over bake, kalau dibilang gosong sikh nggak ya, cuma tekstur kue jadi lebih keras dan lebih mirip dengan sus kering. Saat akan diisi semua kue tidak ada yang bisa dibelah...setiap dipotong pasti patah. Terpaksa di hari berikutnya buat adonan baru dan dibuat dengan khusyuk, tapi adonan yang kedua ini hanya menghasilkan 9 buah lingkaran, bisa jadi hanya 9 karena besarnya lebar tali lingkaran memang lebih besar, walaupun diameter yang dibuat sama yaitu 4cm. Nggak mau gagal lagi kali ini benar2 memperhatikan suhu oven. Kue dipanggang dengan suhu oven 200 C selama 7 menit, kemudian dilanjutkan pemanggangan selama 11 menit, dan kue dibiarkan dalam oven yang sudah dimatikan selama 5 menit, hasilnya jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Warna lebih cantik dan mudah dipotong.

Filling/pastry cream/custard.

dalam pengerjaan tidak ada masalah, tapi menurutku fillingnya agak kemanisan ..mungkin karena aku kurang suka makanan yang terlalu manis saja ya. akhirnya sebagian filling aku campur dengan sesuatu yang bisa menetralkan rasa manis...yaitu strawberry segar, pasta kacang (selai kacang yg plain) dan selai bluberry. lumyan hasilnya, bisa netralkan rasa manis yang berlebih, tadinya sempat terfikir, pastry cream diganti dengan cheese cream, basicnya tetap custard tapi ditambahkan dengan cream cheese...ternyata cream cheesenya sudah tidak layak pakai.

Setelah filling jadi, kue dibelah di panggang sebentar, biar agak sedikit kering...tapi tidak sampai keras kemudian salah satu sisinya diisi dengan filling, tutup kembali dan disiram dengan toffee (air gula ygna kental)

Ada beberapa yang terlewatkan, bagian atas sus tidak sempat ditaburi dengan irisan almond. Kalau dikue ada sedikit bintik hitam, karena aku pakai vanila bean.

O..ya selain filling yang terasa manis...kulit susnya sedikti tawar...mungkin perlu ditambahkan garam pada adonan susnya, memang diresep tidak ada pemakaian garam.

Makasih ya Emma, masih sempat berpartisipasi di KBB #1 meskipun baru habis sakit dan terima orderan Lebaranan. Semanga ini nih yang kudu dipelihara.

Santi juga sudah mengirimkan draft yang akan diupdate di blognya. Tetapi karena suatu hal, saya tidak bisa meng-copy-paste foto-fotonya. Nantikan saja ya Santi akan mengupdate blognya mengenai Paris-Brest di blognya.


Kartika juga sudah mengamalkan resepnya dan mengirimkan hasilnya. Makasih partisipasinya ya Tika. Semangatmu dan hasil yang cantik betul-betul membahagiakan!

Updated 18 October 2007:

Monica menyusul nih. Makasih ya Mon, akhirnya terkirim juga! Hugs.


Foni juga baru mengirimkan link dan fotonya. Ceritanya silakan lihat di sini ya. Good job, Fon! Makasih ya udah partisipasi!


Plus Irma nih. Setelah round-up dikirimkan ke masing-masing anggota, baru ketahun ternyata Irma belum nyetor foto dan linknya. Mohon ke depannya buat semua ya tolong kirimkan link dan fotonya melalui email, karena saya ga selalu bisa online di Multiply. Makasih Ir, partisipasinya! Sibuk di dapur ya, bu jadi kelupaan hehehe...

Salam KBB! Semangat terus ya!