Tuesday, 1 April 2014

Round Up KBB#39 Made in Indonesia, Lapis Legit Prune

Kali ini KBB-ers menjawab tantangan bertema Made in Indonesia. Simak kehebohan cerita masing-masing yuk dalam menakluhkan produk asli Indonesia, si Lapis Legit Prune kali ini.

1. Evy Rokhayati 
Menjadi yang pertama melapor menunjukkan semangat 45-nya. Sengaja buru-buru bikin karena ada acara potluck tanggal 1 Maret, jadi banyak yang bantuin makan. Nggak ngebayangin kalau 27 kuning telur dimakan bertiga saja. Tengok penampakan lapis legitnya di sini.



 

Devi merasa kayaknya gara-gara kondisi hamil nih, lapis legitnya jadi aneh di lidah hehe.. Tapi kata misua dan
teman-teman kantornya enak :) Lapis legitnya langsung dibawa ke kantor untuk dibagi-bagi... gak kebayang kalau seloyang dihabisin sendiri.









Kalau menurut Vivi, asal ada temennya makan (kolesterol euy!) selalu excited untuk mencoba bikin lapis legit, apalagi kali ini ditambah prune. Seperti biasanya resep primarasa umumnya memuaskan. Demikian pula dengan resep ini, hasil cakenya enak, moist, cuman manisnya kurang dikit. Ditambah gula dikit mungkin hasilnya lebih legit.





Meski sempat agak kecewa karena terlalu semangat neken lapisan-lapisan lapis legitnya, jadi tiap lapisnya hanya beda tipis, namun penampakannya lapis legit Sashy tetap cantik.
Pengalaman menariknya adalah salah memperhitungkan waktu, dengan pedenya Sashy pikir hanya akan sauna depan oven selama 4 jam ternyata setelah 3 jam berlalu, baru sadar kalau resepnya 2 kali lipat resep yang pernah dipraktekkan sebelumnya. Akhirnya dapet bonus sauna 4 jam lagi dengan total 8 jam. Penuh dengan keringat dan seluruh ruangan jadi panas karena suhu oven dengan durasi terlama sepanjang sejarah saya bikin kue.


5. Dhiah Nuraini (non blogger)
Ini cerita Dhiah menakhlukkan lapis legitnya. Lihat juga fotonya, cantik bukan?

Akhirnya, saya bisa ikut lagi menjawab tantangan baking! Setelah 3 tantangan terpaksa dibiarkan berlalu, akibat cedera di pergelangan tangan yang menyebabkan tidak boleh digunakan untuk bekerja terlalu berat (termasuk menguleni adonan!), akhirnya bisa juga saya nimbrung lagi.


Lapis legit.......Selama ini sudah banyak baca tentang lapis legit ini, tapi belum berani untuk nyoba. Terutama karena lihat kuning telurnya yang berjibun itu. Bukan kuning telurnya yang dikhawatirkan, tapi sisa putih telurnya itu lho, mau diapakan? Kebetulan minggu lalu nyoba green tea angel cake, hasil modif dari resepnya Martha Stewart dan hasilnya semua di rumah suka. Hasilnya lembut, tidak amis, dan tidak seperti dari putih telur. Yo wis, nanti putih telurnya dibuat angel cake saja lagi. Tapi kali ini mau nyoba angel cake yang pakai ubi ungu. Beberapa hari ini liat di depan kantor ada yang jual ubi ungu rebus yang warnanya pekat banget. Kayaknya dipakai untuk campuran bikin  cake bakal menghasilkan warna yang cantik. Resepnya nanti dimodif lagi sedikit dengan penambahan ubi ungu rebus yang dihaluskan.

Balik lagi ke lapis legit. Karena sudah lama absen di KBB ini, jadi semangat untuk bikin. Kebetulan semua bahannya ada di rumah, kecuali prunes-nya, baru dapat sabtu kemarin. Minggu pagi langsung eksekusi.
Oh ya, saya bikin resepnya cuma 3/4-nya saja. Soalnya di rumah saya cuma berdua dengan suami, dan kami berdua doyan banget lapis legit. Kalau kuenya besar, nanti kami makan banyak-banyak, bisa-bisa kolesterol naik semua tak terkendali. Saya pakai loyang bundar diameter 16cm dan tinggi 5cm. Adonannya pas jadi setinggi loyang (ada 16 lapisan, waktu dihitung).

Mula-mula telur dan gula dikocok sampai putih, kira-kira 12 menit. Kemudian giliran mentega dan susu kental manis dikocok sampai putih juga, kira-kira 15 menit. Waktu mencampurkan adonan telur dan mentega saya pakai teknik “pancingan”, supaya lebih mudah mencampurnya tanpa terlalu banyak mengaduk adonan. Caranya: ambil kira-kira 2 sendok nasi adonan telur, campurkan ke dalam adonan mentega. Aduk sampai rata, baru campuran ini dimasukkan ke dalam adonan telur dan diaduk sampai rata. Karena cuma sedikit, campuran tepung saya masukkan sekaligus, dan diaduk dengan teknik aduk balik. Meskipun sudah hati-hati mengaduknya, setelah ditambah tepung adonannya mimpes juga. Tapi gak terlalu banyak sih mimpesnya.


Sekarang waktunya memanggang. Oven saya ini memang api bawahnya susah bikin permukaan kue jadi coklat. Jadi, meskipun sudah dipanggang selama 10 menit teteup aja bagian atasnya kuning. Karena memang sudah matang (dan juga takut bagian bawahnya gosong), ya ditimpa saja dengan lapisan ke dua. (kalau nanti bikin lagi mau nyoba loyangnya ditaruh di rak tengah, supaya bagian atasnya bisa coklat tanpa bawahnya menjadi gosong). Setelah pakai api atas (lapisan ke empat), baru deh mantabs....! Bagian atasnya menjadi coklat dengan manisnya dalam waktu kira-kira 4 menit.

Waktu memanggangnya memang cukup lama, kira-kira 2 jam-an baru beres. Ada yang jadi pertanyaan dalam proses pemanggangan ini, mudah-mudahan ibu/mbak yang sudah pengalaman bikin lapis legit bisa sharing ilmunya. Pada waktu memanggang yang selapis-selapis sih oke-oke aja. Tapi pada tahap pemanggangan yang terahir (selama 15 menit), kuenya agak melembung bagian atasnya (meskipun kempes lagi setelah dingin). Pertanyaannya: apakah ini wajar?
Kemudian pada waktu dipotong, di beberapa tempat ada lapisan yang “terlepas” (seperti tidak melekat dengan bagian atas/bawahnya). Kenapa ya ini? Apakah karena pada waktu menekan adonan kurang tekanannya?

Tapi kuenya sih enak bangeetts. Manisnya pas, dan wanginya itu lho..... Oh ya lupa, saya menambahkan ½ sendok teh bumbu lapis legit, karena memang suka lapis legit yang ada wangi kayu manis + rempah-rempah lainnya itu. Suami sudah pesan, makan kuenya jangan banyak-banyak supaya kuenya gak cepat habis. Syukurlah kalau dia suka.



6. Amalia Sekar
Pengalaman pertama bagi Amy dan cukup tidak memuaskan menurutnya. Lapis demi lapisnya tidak begitu kelihatan. Belum tau sebabnya apa. Kurang tipis kah per layernya atau kurang menekan dan olesan mentega waktu menuju lapis berikutnya, atau kurang kering memanggang lapis demi lapisnya? Apapun itu tetap laziz katanya, hehe… Meski kali ini Amy buat tidak pakai buah prune karena anak-anak tidak suka. Jadilah dibagi dalam 2 loyang, lapis legit kismis dan polosan saja. Waaah.. kapan lagi ya bisa remidi? :)




Karena gak punya Prune, Maya memakai kismis. Tantangan baking kali ini bagi Maya adalah.... ga punya mixer, hahahahhaaa... ada-ada saja tiap tantangan cobaannya, but the show must go on dooong….

Hasilnya gimana May? Mini ibu ibu.......,wkwkwkwk.. Karena memakai loyang yang kebesaran, jadi adonannya cepet habis, dan lapisan kuenya jadi sedikit, kue pun gak setinggi yang dijual kebanyakan, jadilah "My Mini Lapis Legit Kismis"
Pengalaman yang berliku dan berpeluh ini berakhir dengan kue yang enak dan benar-benar legit. Selamat ya May :)





8. Monica Adriana (non blogger)


Simak yuk pengalaman Monica kali ini :)

Sebenernya bukan yang pertama kali nih bikin lapis legit, udah berkali-kali bikin.. tapi berkesan karena ini yang pertama kali sukses, walaupun belum sempurna 100% tapi   saya masih boleh berbangga. Huahahahaha…  Sebelumnya ya bantet lah, gosong lah, banjir mentega di mana-mana, tadinya sudah mau menyerah sama kue ini, tapi KBB memang selalu mengetuk pintu nyaliku untuk ga pernah menyerah. *lebay* akhirnya kuberanikan diri lagi untuk coba bikin lapis legit ini, mumpung juga resepnya beda siapa tau bisa dijadikan pembanding.


Eh sukses loh.. senangnya ya ampun.. walaupun menurut seleraku dan orang-orang di rumah, resep primarasa ini sedikit 'kering' kuenya, mungkin karena di rumah lebih suka lapis legit yang relatif lebih berminyak. Tapi overall seru karena bisa berhasil mencoba lagi, berhasil membuat lapis legit, dan berhasil menjaga komitmenku untuk setia mengikuti tantangan KBB, karena tadinya sudah hampir kendur. Yah jadi curhat.. hahaha.













9. Dwi Hesti R

Berapa lapis? Ratusan .. !!! Hehehe ... meski sempet bingung tentang api oven di 3 lapis pertama, yang membuat lapisan terlalu matang (bukan gosong ya, hahaha), dengan keringat gobyos, akhirnya Dwi Hesti berhasil juga menyelesaikan lapis demi lapis meski harus kelupaan sama prune dan hasil panggangan api atas tidak sama warnanya, hehehe. Hesti pun jadi jatuh cinta sama kue ini, dan pengen bikin lagi dengan variasi yang lain. Katanya, hayo ... jangan ngaku orang Indonesia yang bisa baking kalau belum bisa bikin lapis legit !!!






10. Febi



Ini adalah tantangan pertama Febi di KBB. Saking semangatnya, tantangan ini langsung dikerjakan beberapa hari setelah email cinta KBB diterima. Kalau gagal bisa punya banyak waktu untuk ulang lagi. Untungnya langsung berhasil, mengikuti dengan benar step by step resepnya. Febi hanya menambahkan spekuk lebih banyak di adonan, karena suka sekali dengan aroma spekuk. Febi puas banget dengan hasilnya, tapi besok-besok kalau buat lapis legit lagi mau kurangin buah prunenya, karena menurutnya telalu banyak prune "mengganggu" rasa original si lapis legit. Siapa bilang bikin lapis legit itu meyebalkan? Tengok yuk di sini, bagaimana Febi menikmati proses pembuatan lapis legit, terutama saat proses menuang dan menyetrika lapisan demi lapisannya.




 
Arfi belum yakin sepenuhnya jika lapgit prunesnya sukses sebab lupa setting api grill (api atas untuk ovennya) hahaha! Namun rupanya anak-anak bolak-balik nyemilin aja. Berarti lezat dooong? Pengin tau ceritanya? Lanjut di sini yaaa….







12. Emma Isti (non blogger)
Berikut kesan dan pesan dari mba Emma..


Awal bulan lalu dapat oleh-oleh Prunes, kebetulan punya banyak stok kuning telur .  Lah kok kebetulan juga  tantangan KBB kali ini tema “Made in Indonesia –Lapis Legit Prune”.  Pas banget deh..eh tapi pas males juga ya (heehee), jadi deh bikinnya SKS.

Baca resep, cek bahan semua sudah lengkap. Ada sedikit perbedaan komposisi dan proses pemanggangan dengan yang biasa saya buat. Dalam resep ini perbandingan jumlah tepung dan telurnya sedikit lebih banyak. Memang cukup banyak komposisi dan variasi resep lapis legit ini, salah satunya resep dari primarasa. Resep ini sama sekali belum pernah saya coba,tapi melihat komposisiya, saya membayangkan kue ini akan kokoh.  Berhubung tidak terlalu suka manis, gula dikurangi, dan kuning telur yang dipakai adalah frozen, sebelum dipakai dithawing dulu tentunya.  Kuning telur yang di fozen konsistensinya lebih pekat cenderung padat (paste). Untuk menghasilkan batter yang homogen, frozen kuning telur dikocok terlebih dahulu, setelah benar2 halus baru kemudian dicampur dengan putih dan kuning telur yang fresh dan dikocok seperti biasa.  Emulsifier tidak saya pakai.

Proses baking saya mengikuti instruksi resep, lapisan pertama dan kedua dibake dengan api bawah, lapisan berikutnya menggunakan api atas.  Sayangnya prune yang saya gunakan kandungan airnya cukup tinggi, saat dibake adonan sedikit menggelembung dan air yang keluar merembes ke lapisan dibawahnya. Ini terlihat pada tiap lapisan ada sedikit warna yang lebih gelap mirip adonan /lapisan yang bantet.  Setelah matang, buah prune masih basah, mungkin karena memang masih panas. Biasanya untuk menghindari cekung/mengkerut di permukaannya setelah dikeluarkan dari oven cake langsung dibalik dan dibiarkan hingga benar-benar dingin, baru kemudian cake dikeluarkan dari loyang. Kebayang kalau loyang dibalik  semua prune akan menempel dikertas. Akhirnya tanpa menunggu dingin, kue langsung dikeluarkan dari loyang dalam kondisi masih panas. Walau ada yang sedikit terkelupas dan menempel  dikertas, tapi tidak merusak  kue. Untung kuenya cukup kokoh (seperti dugaan saya), walau dikeluarkan saat panas, kue tidak mudah hancur. Untuk rasa enak, tapi teksturnya sedikit lebih berat dari yang biasa saya buat.





13. Sandra Andrisa
Mba Sandra udah sering membuat lapis legit kayaknya nih...review beliau adalah:


Untung sudah sering membuat lapis legit prune ini, jadi lumayan tau trick2nya.
Ikuti pengalaman mba Sandra di sini ya....












14.  Sari Suwesmin


Belum lengkap nih cerita dari mba Sari...pulsa inetnya abis soalnya..
Tapi jangan salah, lapis legitnya cantik ya..

Kata mba Wid: Lumayan gak kagok ngerjainnya. Sebelumnya udah pernah beberapa kali buat setelah belajar dari sang master, pak Anthon. Gak nyangka loh engineer jago bikin lapis legit. Top punya lagi...
Mba Wid udah berpengalaman nih...hayuk simak pengalamannya di sini...





Rupanya semua sama yah kalo membuat lapis legit...sesuai komentar mba Ida ini - Bikin Lapislegit  ini bener-bener butuh kesabaran..simak laporan mba Ida di sini...



Menurut mba satu ini, proses memanggang yang berbeda membuat kue lapis legit ini membutuhkan waktu lebih dari 5 jam dan seperti biasa karena terburu-buru jadi deh hasil akhirnya tidak seperti yang diharapkan. Padahal hasilnya cantik ya...coba kita intip laporannya di sini...
  

18.  Dewi Oni
Kata mba Dewi Oni - senang bisa mengerjakan pe er kali ini. Lapis Legitnya mendapat banyak pujian..Ternyata aku mampu membuat lapis legit...
Senangnya senangnya...andaikan kita dikirimkan seiris untuk dicoba hehehe...simak pengalaman mba Dewi di sini...



Kata mba Ajeng, layernya cuma jadi setengah, sepertinya cukup satu lapis yang pake api bawah. Sisanya mungkin lebih baik pakai api atas untuk ovenku. 
Memang kudu punya oven api atas untuk tantangan satu ini..lanjut ceritanya ada disini ya.



Wahhh yang ini pengalaman  dan cerita seru dari mba Marieska...
Untuk kue lapis legit, sebenernya dulu sih sering bantuin mama waktu beliau masih terima pesenan kue lapis legit. Kalau sekarang kan sibuk sama tanaman, jadi uda ga terima pesanan kue. Tapiii, dulu itu bantuin mama cuma manggang aja. Kalau bikin dari 0 sih belum pernah secara khusus. Paling bantuin mecahin telor :D Giliran dapet pe er bikin kue lapis legit langsung deh panik haha.

Nah kue lapis legit kali ini bikinnya cuma 1/2 resep aja. Secara kan bikin sendiri from scratch ya (eh bareng si dede deng :D). Pakai telur ayam negri dengan kuning telur 14 butir. Untuk mentega dan margarin, karena mendadak bikinnya, jadi ga sempet beli2an, pake yang ada di rumah aja, baker's mix yang uda campuran mentega dan margarin. Trus karena ga punya dan ga suka prunes, jadi pakai chocolate chips aja. Loyangnya tadinya mau pakai ukuran 14x14, tapi ga jadi karena akhirnya pakai loyang khusus kue lapis legit yg lebih tebel bahannya, bentuk bulat.

Untuk manggangnya, dulu itu selalu pakai oven mama yang khusus buat kue lapis legit. Modelnya kaya laci yang bisa ditarik keluar. Sekali manggang muat kira2 8 loyang kue. Pernah nyoba pakai oven listrik, karena ga tau mana api atas / bawah dan manual booknya entah dimana, baru beberapa lapis uda gosong song. Haha. Sayang sekali karena sejak pindahan dapur kue nya belum siap dipakai, saat ini oven itu belum bisa dipakai karena guede bok, ga bisa digeret2 pindah ruangan, haha.. Sempet nanya si mama, oven microwave yang biasa dipakai buat aku dan dede main2 tepung itu bisa dipakai buat kue lapis legit apa ngga. Belio ga yakin. Jadinya kali ini nyoba oven (ini disebut oven juga ga ya?) yang si mama beli di Philippines. Modelnya kaya panci, dengan kaca bening, sumber panasnya dari atas aja. Di lapisan2 awal, sempet terbentuk pusaran adonan di titik tertentu, bikin lapisannya jadi nonjol kaya orang memar. Pas udah mau selesai, baru ngeh kalau mungkin itu karena ada lubang yang keluarin udara panas dari tutup oven di satu titik itu. Setelah loyang dipinggirin biar ga di bawah lubang itu, pusaran adonan itu ga terbentuk lagi. Sayang baru tau di lapisan2 terakhir. Sampai lapisan terakhir ga tercium bau gosong sama sekali, ga kaya waktu pakai oven listrik dulu.

Hasil akhir kue lapis ini menurutku gagal.  Hahaha. Kuenya kering, bagian bawahnya mulai menuju gosong. Rasanya sih enaakk. Kesalahan sih bukan di resep. Ternyata pakai oven ini juga ga bisa. Tetep pakai oven gas itu yang paling baik hasilnya(buatku loh ya :D).

Mulai ngocok dari jam 7, selesai jam 12. Hasilnya kering. Tapi tetep puas karena enak kok sebenernya. Cuma salah di oven aja, belum kenal oven. Lain kali kalau dapur kue uda bisa dipakai, mau nyoba lagi pakai oven gas. Mudah2an berhasil :)
Ceritanya lanjutttt di sini ya...


Gara2 tantangan ini, mba Sofie jadi berani mencoba lho....ini komen beliau:
sepatah kata: lapis legit sudah lama banget ada di list resep yang ingin dicoba. Hanya karena KBB-lah akhirnya si lapgit ini
akhirnya dicoret dari antrian resep tsb ahahahaa... Tapi sepertinya lapgit saya masih belum bener deh, sepertinya agak bantat. Karena setelah dicoba berasa agak keras kurang moist. Mau diulang kok masih ngga tega mecahin telor sebanyak itu.
Lanjut di sini ya...


Semangat mba Esterina kudu di contoh nih..berikut reviewnya:
Wah ternyata bener2 lama bikinnya... hampir 6 jam.. tapi puaaaaassss tak terkira rasanya pas ngelapis lapisan terakhir.
Proses bikinnya tidak serumit yang kukira, tapi ternyata perlu ketelatenan luar biasa... melapis demi lapis dalam suhu dapur yang jadi panas karena oven menyala... benar-benar menantang.. hehehee.. (untung ada suami yang bentar-bentar nengok dan ngipas-ngipasin aku.. hehe.. berharap dapet bagian gedhe kayanya..)
Karena saya dan suami anti margarin (anti transfat benernya) dan tidak suka prune atau kismis, resep tantangan aku modifikasi sedikit... pakai seluruhnya mentega, dan tanpa prune atau kismis, plus sedikit bumbu lapis legit.
Rasanya? Enaaaak!!! Lembut menggoda dan manisnya pas. Lapis Legit paling enak yang pernah aku makan... Sebenarnya agak kurang puas dengan hasil lapis-lapisnya... belum rata warnanya.. ada yang kegosongan, ada yang kemudaan... perlu latihan lagi kayanya supaya lapis-lapinya bisa sempurna rata warnanya... hehe.. cari alasan untuk bikin lagi..

Makasih ya mbak-mbak hostess yang udah milih Lapis Legit untuk tantangan kali ini.. *peluk erat-erat*
*jadi terharu...critanya berlanjut di sini ya...*



23. Kartika
Kayaknya kalo membuat lapleg kudu sabar dan fokus ya..jangan sampai mengalami pengalaman mba Kartika ini hehe - Saya bikin 1/2 resep berhubung ga ada yg makan nantinya. Rupa2nya lapis legit ga jodoh sama saya karena beberapa lapis ada yg gosong termasuk lapis terakhir. Padahal dah ditungguin di depan oven. Sayang sambil pegang andro..jadi keterusan baca thread heboh...walhasil kelewatan dey.

Lanjutannya di sini ya...



Review dari mba Lany nih: Ini kali kedua saya membuat lapis legit. Meskipun belum sempurna, tapi sudah cukup memuaskan hasilnya. Lapisannya terlihat dan teksturnya cukup moist dan berminyak. Rasa manisnya juga pas dan tidak berlebihan, ditambah lagi ada rasa sedikit asam dari manisan prune yang makin menyeimbangkan rasanya. 
Simak yukkkk di sini...













Ijin:
1. Mulianie
2. Hanna
3. Renny Susanti 
4. Vin 
5. Arilena


Dengan ini tantangan KBB#39 ditutup yaaaaaaa...mari kita tunggu tantangan berikutnya..
Tetap semangat ya dan sampai jumpa di tantangan berikutnya.

Salam,

Duo Host
Amy & Devi