Thursday, 2 October 2014

Round-Up KBB#42: Genoise Cake


Hip Hip Hoorraaaayyyy!! Tiup lilin yang ke-7 buat KBB, klub kita tertjintah ini yuuuuk!! Tantangan untuk merayakan ultah tahun ini adalah Genoise Cake. Lihat resepnya di sini ya!

Kayak apa sih teman-teman member KBB merayakan ultah KBB kali ini? Yuk kita intip!

1. Pungkasari. Kata Pungka sudah lumayan sering bikin Genoise Cake sebagai base Black Forest cake dan juga termasuk kue favourite anak-anaknya karena ngga terlalu manis. Saat membuat chocolate belt Pungka punya trik tersendiri, yaitu menggambarnya di parchment paper pola yang ingin dipakai. Seperti apa sih hasilnya? Yuk mampir ke dapur Pungka!




2. Abidah. Eh, ini tantangan Abidah yang kedua, loh dan (pssssttt!!), dengan tantangan ini dia sudah resmi menjadi member KBB! Yayyyy!! Selamat ya Abidah. Anyway, ketika membuat cake ini, Abidah sempat melongo karena merasa amatir banget, bisa ngga ya bikin cake seperti ini. Dan, what do you know? Hanya dengan tekad dan berani mencoba, dia berhasil bikin kue Genoise! Mau lihat kegigihan Abidah memberanikan diri menerima tantangan KBB? Ayo kita berkunjung ke dapur Abidah.



3. Arfi.  Membuat cake-nya saja ngga ribet sih, cuma saat bikin chocolate belt-nya ada masalah. Saat bikin chocolate belt aku musti jemput anak-anak dari klub berkuda, sampai takut nih chocolate bakal terlalu keras saat pulang. Tapi alhamdulillah, coklat masih bisa dikerjakan dan jadi santapan yang enak untuk afternoon tea atau desserts. Mampir ke dapurku yuk!








4. Marieska. Cerita Marieska ini seru deh, dari bikin cake yang sempat dia ketahui lewat nonton masterchef, sampai bikin chocolate belt-nya yang sempat mengeras sebelum dililitkan di sekeliling cake. Meskipun kata adiknya dia terlalu ambisius, tapi cake-nya cantik deh dengan warna-warni yang menarik. Intip yuk dapur Marieska!





5. Paulina. Ibu satu ini hebat deh. Kenapa? Karena whisking adonan kuenya manual, bok! Ngga pake mixer! Haiiyyaaah ciaaaaattt! Kuat ya doi. Tapi hasilnya cuantik banget deh! Mau tau? Monggo berkunjung ke dapur Paulina.







6. Renny Susanti. Kata Renny ketika baca surat tjintah kok jadi minder yah hahaha! Why oh why? Ternyata mindernya ngga kepanjangan kok, buktinya cake mengembang sempurna, filling dan frosting manstab, meskipun chocolate belt ganti dua kali. Tak mengapa, cake-nya layak dipandang dan disantap kok. Yuk mampir ke dapur Renny yuuuukkk!!


Dan, KBB tahun depan akan dipimpin oleh Renny loh, setelah satu tahun kemarin dikomandani oleh Widya Suci. Yup, KBB milik semua member, dan kepercayaan bisa diberi kepada siapa saja yang menunjukkan kredibilitasnya.

Terus terang, saya sebagai pendiri dan administrator KBB merasa bangga punya teman-teman member yang selalu siap menerima tantangan apapun dan selalu berani untuk mencoba. Kegagalan itu biasa, tapi ngga berarti musti putus asa.

Renny, selamat menjalankan tugas ya!


7. Arilenars (non-blogger)

Arilenars cukup familiar dengan genoise cake sebagai base untuk black forest seperti halnya Pungka. Kita baca ceritanya yuk!


Semua bahan cukup mudah didapat di Belanda. Vanilla extract saya ganti dengan real vanilla. Cokelat bubuk saya pakai merk Van houten, white chocolate untuk frosting  dan chocolate wrap pakai couverture merk callebout. Cream cheese dan mascarpone pakai merk lokal yang ada di supermarket. Mentega saya pakai butter.

Proses pembuatan cake:
Sesuai resep saya pakai cake flour yang saya mix dengan cokelat bubuk dan saya ayak 3 kali.
Kemudian proses pengocokan cake dengan metode bain marie, telur kuning saya kocok dulu dengan whisker, tambahkan gula baru di bain marie dengan hand mixer. Telur putih saya kocok juga dengan hand mixer. Untuk mix adonan, saya pakai mangkok aluminium lebar supaya proses mixing adonan dengan tangan lebih mudah dan diaduk pelan (aduk lipat lebar) untuk mengurangi resiko adonan pecah. Karena saya tidak punya loyang ukuran 20-22 saya pakai loyang ukuran 18 cm. Di tengah loyang saya taruh rose nail (untuk membuat bunga mawar dr buttercream) sebagai heating agent, supaya cake matang merata. Waktu pemangangan saya tambah sekitar 10 menit, saya pakai tusuk sate juga untuk memastikan cakenya matang.

 Proses pembuatan frosting dan simple syrup.
Semua bahan disuhu ruangan, mascarpone dan cream cheese saya mixer dulu supaya tidak ada gumpalan. Gula bubuk saya  pakai 100 gr, tapi buat saya masih agak kemanisan. Sirup gula cukup mudah juga membuatnya, setelah sirup dingin saya tambahkan sedikit  Kahlua, karena biasanya rasa cokelat cake cocok dikombinasi dengan coffee liqueur.
Assemble cake dan frosting
Sesuai resep, cake saya belah dua menggunakan pisau roti kemudian diperciki dengan sirup gula. Saya menggunakan piping bag  untuk pengolesan frosting supaya hasilnya merata, kemudian taburi chocolate swirl (saya tidak pakai strawberry). Cake bagian atas juga saya siram dengan sirup gula bagian dalamnya. Kemudian semua bagian luar cake saya crumb coat dengan frosting. Cake masuk kulkas selama 15 menit. Kemudian diolesi lagi dengan frosting dan diratakan menggunakan bench scrapper sampai hasilnya mulus. Selama proses saya tidak pakai ring/spring form. 

Proses pembuatan chocolate wrap
Berbekal video tutorial dari Julia Usher di you tube dan nekat (hehe), saya meniru sebagian design dan membuat chocolate wrapnya. Piping bag dan alas cokelat wrapnya pakai baking paper. Ini pertama kalinya saya membuat chocolate wrap, cukup complicated tapi seru. Setelah selesai piping, wrap saya taruh kira-kira 15 menit di kulkas atau sampai mengkilatnya agak hilang tapi masih lentur dan tidak kaku. Proses aplikasi pertama agak susah, karena cokelat masih agak lunak, tapi proses wrap kedua agak lebih mudah. Saya pakai pisau yang saya panasi di api untuk memotong kelebihan chocolate wrap (yang kepanjangan dan ketemu ditengah).

Untuk decorasi saya tambahkan shell border memakai sisa frosting dan fresh strawberry yang saya hias dengan cipratan cokelat.
Saya suka tantangan ini karena sekarang jadi lebih pede piping. 



8. Dhiah Nuraini (non-blogger)
Tadinya aku sudah putus asa, gak akan sempat melayani tantangan #42 kali ini. Harus bolak-balik ke daerah, sementara pekerjaan di kantor juga numpuk. Duuhh...., padahal aku pengen banget nyoba bikin genoise cake ini. Sudah lama baca-baca tentang genoise cake ini, tapi belum saja tergerak untuk mencoba. Ada tantangan dari KBB, tapi kok nyari waktunya susah banget. Bahan-bahan sudah ada sih di rumah, tinggal mascarpone aja yang gak punya stok.

Akhirnya hari Minggu kemarin nekat. Meskipun kepala agak nyut-nyutan karena mikir persiapan workshop minggu depan yang belum beres juga, siap-siapin bahan dan peralatan untuk “perang”!
Barangkali aja bisa untuk menyegarkan kepala (padahal kalau baca prosedur bikinnya, lumayan rumit ya....)
Oh ya, Sabtunya sempat ke toko bahan kue sebentar sebelum berangkat nengok cucu keponakan yang baru lahir. Untuk dia punya stok mascarpone, jadi gak usah muter-muter nyari di toko lain.
Berhubung perangnya sambil memantau pekerjaan via internet dan HP, mohon maaf kalau foto-fotonya kurang detil.
Semua bahan dan prosedur aku ikuti, kecuali........


Aku sedang gak boleh makan cokelat (dalam rangka pengobatan tanganku yang masih belum pulih juga). Jadi cokelat bubuk dalam resep aku ganti dengan tepung terigu. Begitu juga pemakaian DCC aku ganti dengan cokelat rasa lemon (yang ada stok di rumah).

Untuk cake-nya tidak ada masalah, Cake-nya matang dengan cantiknya, dan enteng banget ya?
Cheese frosting juga lancar-lancar saja.


Pagar cokelat??? Ini pertama kalinya aku bikin pagar cokelat. Jadi ya bertanya-tanya terus dalam hati, gimana ya nanti jadinya? Ternyata...... setelah ditempel, pagarnya kurang panjang. Ada lowong sekitar 2cm. Jadi bikin lagi pagar yang cuma 2cm untuk sambungan. Karena belum paham betul caranya menempelkan pagar, ada yang tidak nempel di dasar kue, agak ke angkat gitu. Dan bagian atasnya juga ada yang berlekuk. Mau diluruskan tidak bisa karena sudah mulai keras. Daripada patah, ya sudah dbiarkan saja, yang penting bisa untuk laporan. Nanti bisa dicoba lagi supaya dapat hasil yang lebih bagus dan rapi. Gak terlalu sudah kok tenyata bikin pagar cokelat ini. Cuma perlu sedikit sabar dan telaten.
Karena buru-buru, aku gak kepikir untuk menghias yang macam-macam. Yang ada di kepala cuma gimana supaya bisa laporan.

Review: kuenya enak. Lembut dan terasa gurihnya. Frosting kejunya juga enak banget. Sambil moles, jariku bolak-balik masuk ke mulut. Terima kasih sudah “memaksa” aku bikin genoise cake ini. Akan aku coba buat lagi yang lebih bagus.



9. Setiawati
Ini tantangan Setiawati yang kedua tapi karena saat tantangan pertama menggunakan resep lain, maka Setia menganggap ini adalah tantangannya yang pertama. OK. So what's happening? Kata Setia karena cake ini tidak memakai bahan pengembang, dia harus mencoba membuatnya sampai tiga kali baru berhasil. Wow! Kita lihat yuk gimana hasilnya. Intip di Rumah Mungilnya Setia ya.






10. Sashy Nuniek
"Kesan-kesan membuat kue ini pada umumnya gampang, saya tidak menemui kendala sampai cakenya keluar dari oven dan disusun dengan cream cheese frosting. Masalah mulai muncul ketika saya mencoba membuat sabuk coklat, percobaan pertama gagal total karena motifnya patah-patah dan meleber, percobaan kedua gagal juga karena pas dilepas sabuknya patah hancur akhirnya dipercobaan ketiga lumayan berbentuk walaupun masih ada rusak-rusaknya dibagian atas. Mau ngulang lagi tapi stock coklatnya habis, mau ngk mau saya pakai yang ketiga tapi hasilnya jauh dari maksimal hik ... dari awal memang sudah takut sekali sama bagian sabuk coklat ini. Tapi kata mba Arfi saya harus mencoba dan belajar bersama-sama kalo ngk ya ngk akan pernah bisa. " Iya betul. Ketika kita ingin maju, maka kita harus terus belajar dan mencoba. Jangan takut gagal, karena akan mengambat langkahmu. Tetap semangat baking ya!!


11. Vina
Kata Vina cake-nya enak, ngga puas cuma sepotong. Eh, cake-nya cantiiiiikkk deh!! Sabuk coklatnya juga simple dan rapih. Segar deh lihatnya dihias dengan strawberry segar. Yummy!! Yuk nge-teh bareng ke rumahnya Vina.







12. Sari Suwesmin
"Semoga semakin lebih maju dan tetap menjadi wadah inspirasi dan kreatifitas bagi semua orang di dunia perbakingan. Aamiin.....
Tantangan kali ini agak horor resepnya hahahaaa..... Bikin genoise cake nya sih lantjar djaja... Yang ribet tuh bikin frosting dan garnishnya :D
Bikin caramel syrupnya diulang sampai 2 kali hihii.... cream cheese yang ada hanya maskaryo, jadi diganti sebagian dengan whippedcream. Strawberry di Palembang berry berry assem n kecut, so diganti aja sama jeruk mandarin kaleng hehee (walaupun sama2 asem sih...).
Bikin garnishnya juga kurang tebal, pas ditempelin ke cake ada yang retak, hasilnya bisa dilihat difoto kuenya yaa...." 

Biarpun horror cakenya cantik deh, Sari! Well done, girl! Yuk kita mampir ke Palembang, mampir ke dapurnya Sari, sembari cari pempek asli wong kito galo hehehe...


13. Caroline Atmadja
"Walaupun bacaannya panjang ternyata cara pembuatannya ngga terlalu merepotkan dan hasil cake nya sendiri juga enak, empuk, tidak terlalu manis tapi agak beremah. Kegagalan terjadi waktu pembuatan sabuk coklatnya, karena ngga punya mika plastiknya, rencana mau buat pagar coklat aja tetapi lupa memakai coklat couverture jadi deh ngga bisa dipasang juga karena terlalu lembek. Akhirnya di ganti aja pake batang pocky."

Yuk, giliran nyicipin Genoise Cake-nya Caroline nih sambil ngupi-ngupi di Paris van Java, kotanya Pak Ridwan Kamil yang briliant itu!


14. Sandra Andrisa
Kebanyakan teman-teman KBB merasa kesulitan ketika membuat sabuk coklat. Dan itu pun dialami oleh Sandra. (Eh, host pun). Tapi, itu bukan berarti kita harus stop di 'ngga bisa' ya kan? Buktinya, cake Sandra berhasil juga dan dinikmati oleh keluarga. Tetep semangat!!





15. Lany Rosdiana
"Tantangan kali ini tidak terlalu sulit, tapi cukup banyak tahapannya. Jadi saya membuatnya dalam dua hari. Hari pertama, membuat cake dan filling. Hari kedua membuat sabuk coklat dan menghias. Karena yang ada di rumah cuma aku dan suami, cakenya dibikin setengah resep saja dengan diameter 16 cm. Ternyata membuat sabuk coklat sungguh menyenangkan dan tidak sesulit yang dibayangkan. Biarpun hasil cakenya masih kurang rapi, yang penting rasanya mantap."

Yup! seperti yang sering saya bilang, selagi kita berani mencoba, kita selangkah lebih maju. Selebihnya, practice makes perfect. Well done! Yuk kita baca kisah di balik pembuatan Genoise Cake Lany.




16. Kartika
Ibu yang super sibuk ini cuma sempat setor cake dasarnya saja, sebab belum menemukan waktu untuk menyelesaikannya. It's okay. Yang penting sudah berusaha memenuhi tantangan kali ini, demi ikut berpartisipasi dalam ulang tahun KBB ke-7. Terima kasih ya, Bibien!








17. Emma Isti (non-blogger)












Ijin:

  1. Widya Suci
  2. Moelly Maulina
  3. Maya Permadi



Tuesday, 26 August 2014

Resep KBB#42: Genoise Cake



Genoise, adalah jenis kue tradisional Italia yang namanya diambil dari sebuah kota di Italia, Genoa. Cake ini banyak dipakai dalam kuliner negara Perancis dan Italia. Genoise dan turunannya banyak ditemui dalam pastry dua negara tersebut. 

Genoise  adalah jenis sponge cake atau foam cake yang bersifat ringan, sedikit beremah dan agak kering. Dalam proses pembuatannya genoise tidak menggunakan pengembang seperti baking soda/baking powder dan juga mengandung sedikit fat. Komponen utamanya adalah telur, gula dan tepung, namun kadang ada yang menambahkan sedikit fat (butter /clarified butter sebagai flavor). 

Pengembangan /volume cake mengandalkan dari kualitas kocokan telur dan gula. Ini yang membedakan genoise dengan sponge cake Amerika. Untuk mendapatkan volume cake yang tinggi, gula dan telur perlu dihangatkan, yaitu mengocok gula dan telur di atas panci yang berisi air panas (bain marie).

Karena teksturnya yang bersifat agak kering, untuk mendapatkan genoise yang lebih lembab, biasanya direndam atau diperciki dengan simple syrup kemudian di tambahkan filling yang lebih kaya rasa, misal cream dan buah, ganache, mousse, butter dan cheese frosting dll.

Resep Genoise Cake

Genoise Cake
sumber: Emma Isti

I. Chocolate Genoise
Bahan :
3 putih telur
6 kuning telur
115 gr gula kastor
40 gr terigu
40 gr coklat bubuk
50 gr mentega leleh hangat
1 sdt vanilla ekstrak

II. FILLING/FROSTING

White chocolate cheese frosting

Bahan :
200 gr white chocolate
200 gr cream cheese
250 gr mascarpone cheese
100 gr mentega tawar
100-125 gr icing sugar
1 sdt vanilla
75 gr coklat pekat parut bekukan sebentar*
75 gr Strawberry potong kecil/slice*


Caramel syrup
100-125 ml air hangat
100 gr gula pasir

Perasa kopi*
4 sdt kopi instant
2 sdm air hangat

III. GARNISH
Sabuk coklat/Lace chocolate wraps:
200 gr coklat pekat (dark chocolate)/white chocolate
Paper cone/plastic piping
100 gr Fresh strawberry
Chocolate curl/cigarette


  1. Panaskan oven 180 C. siapkan loyang bulat ukuran 20 -22 cm, olesi minyak/mentega, alasi bagian bawahnya dgn kertas roti/anti lengket.
  2. Campur terigu dan coklat bubuk ayak 2-3 kali, sisihkan
  3. Lelehkan mentega hingga terlihat minyak bening agak sedikit kecoklatan dengan endapan dibawah, saring dan sisihkan.
  4. Panaskan air hingga mendidih, kecilkan api dan jaga air tetap panas, gunakan panci yang sedkit lebih kecil dari wadah kocokan telur.
  5. Putih dan kuning telur dipisah. masukan putih telur kocok hingga berbuih, tambahkan gula sedikit demi sedikit sampai gula habis dan larut, kocok dengan kecepatan tinggi hingga soft peak. Masukan kuning telur satu persatu, dan lanjutkan ke tahap 6-10
  6. Pindahkan dari panci bain marie tadi, kemudian lanjutkan mengocok dengan kecepatan tinggi hingga putih dan kental (jika diangkat tidak mudah meluncur/sudah berjejak seperti pita), kemudian turunkan kecepatan kocok kembali kurang lebih 3 menit .
  7. Masukan campuran terigu dan bubuk coklat bertahap 2-3 kali, aduk rata,
  8. Ambil sedikit adonan ,campur dengan mentega yang sudah dilelehkan kemudian aduk rata dan campurkan kembali ke dalam adonan . Aduk dan pastikan hingga semua tercampur rata.
  9. Tuang ke dalam loyang, bake selama 25-30 menit hingga permukaannya kecoklatan dan bagian kue pinggir mulai lepas.
  10. Keluarkan dari oven, balikkan loyang dan dinginkan sebentar. Lepaskan kue dari loyang dengan bantuan pisau mengelilingi sisi loyang kemudian lepaskan juga kertas pada bagian bawah kue.

FILLING

  1. Lelehkan coklat putih, sisihkan
  2. Kocok cream cheese dan mentega (dalam keadaan lunak/lembek)
  3. Tambahkan coklat leleh, gula halus, keju mascarpone dan vanilla ,kocok terus hingga tercampur rata dan creamy.

Caramel syrup:
  1. Panaskan panci, kemudian masukan gula, biarkan gula larut kemudian aduk hingga semua larut dan berwarna kecoklatan. Angkat panci dari api, tuang air panas perlahan, hati2 saat menuangkan air. Kemudian aduk rata dan panaskan kembali hingga semua gula larut , tidak ada gula yang menggumpal, tambahkan vanilla.


Sabuk Coklat/Lace Chocolate Wrap

  1. Potong coklat kecil-kecil, tim dan aduk sesekali hingga semua coklat leleh.
  2. Siapkan mika ring cake atau parchment paper, ukuran disesuaikan dengan keliling dan tinggi cake, lebihkan 2 cm untuk keliling cake dan 1cm untuk tingginya. Panjang sabuk kira-kira 65 cm untuk loyang 20 dan 72 cm untuk loyang 22. Tinggi sabuk disesuaikan dengan tinggi cake hasil masing-masing.
  3. Siapkan pola lace, atau langsung gambar pada parchment paper, dibagian yang tidak licin.
  4. Tuang coklat leleh dalam paper cone atau piping plastic, gunting sedikit ujungnya.
  5. Bila menggunakan mika plastik, gunakan double tape untuk lekatkan pola pada plastik. Sedangkan untuk parchment paper, gunakan sisi yang licin atau yang tidak digambar.
  6. Aplikasikan coklat sesuai pola. Agar hasilnya cantik, tebalkan karakter gambar yang akan ditonjolkan terlebih dahulu, kemudian rekatkan dengan garis lurus, lengkung sebagai penghubung. Seluruh garis dan bentuk gambar harus saling terkait, agar sabuk tidak mudah patah.
  7. Saat setengah set, tempelkan sabuk coklat disekeliling cake. Pastikan semua tertempel pada dinding cake

Assemble Cake

  1. Potong genoise menjadi 2 lapisan. Timbang cheese frosting @ 250 gr untuk filling.
  2. Masukan 1 lapisan genoise ke dalam cake ring (bisa juga spring form), perciki dengan karamel sirup, jika suka aroma kopi bisa tambahkan kopi yang sudah dilarutkan dengan air.
  3. Tambahkan frosting tadi pada lapisan genoise ratakan dengan spatula atau spuit dengan piping bag. Taburi dengan coklat parut yang sudah dibekukan atau potongan strawberry (sesuai selera).
  4. Tutup dengan lapisan genoise kembali, dinginkan 30 menit agar frosting lebih kokoh.
  5. Lepaskan ring, tutup semua permukaan kue dengan sisa frosting. Ini juga bisa dilakukan bertahap, oleskan tipis seluruh cake. Dinginkan kembali kira-kira 10 menit, kemudian oleskan kembali hingga seluruh cake tertutup merata dengan frosting.
  6. Tempelkan sabuk coklat yang sudah setengah ngeset, mengelilingi cakes sampai batas titik awal sabuk ditempelkan. Biarkan sisa kelebihan wrap terlepas, agar mudah melepaskan coklat nantinya.
  7. Spuit keliling pinggir permukaan kue dengan sisa frosting. Taburi coklat serut/chocolate cigarette/curl atau sebagian buah strawberry yang dicelup dengan coklat
  8. Dinginkan, kemudian lepaskan kertas/plastik sabuk coklat dengan hati-hati. Potong dengan pisau panas sisa sabuk coklat yang menempel menutupi kertas/plastik sabuk saat pertama di tempelkan. Jika kertas/plastic sudah terlepas, tutup bagian coklat yang terkelupas atau rusak dengan coklat cair.
  9. Lepaskan cake dari ring/spring form bila menggunakan , chocolate genoise with cheese frosting siap dinikmati.


Catatan :
  1. Gunakan tepung protein rendah, cookies & cake flour (di Indonesia kunci biru salah satunya)
  2. Gunakan coklat yang sudah diproses (Dutch processed cocoa), jika menggunakan natural cocoa powder, sebaiknya dilarutkan dengan air hangat dan dicampurkan dengan mentega leleh, baru kemudian di campur ke dalam adonan.
  3. Untuk menghindari penggumpalan, sebaiknya bubuk kakao dan tepung diayak beberapa kali.
  4. Dalam panci bain marie didihkan air kemudian kecilkan api dan jaga air tetap panas walau tidak harus mendidih lagi.
  5. Bila tidak ada gula kastor, bisa digantikan dengan gula pasir biasa.
  6. Untuk Frosting, cream cheese dan mentega sebaiknya dalam agak lunak.
  7. Jika mascarpone sulit didapat, bisa dipakai cream cheese seluruhnya.
  8. Gunakan Baloon Whisk /spatula /scraper yang besar agar lebih merata dan mempercepat proses pengadukan, sehingga adonan tidak banyak turun karena terlalu lama proses pengadukan.
  9. Cake ring / spring form cake saat pelapisan cake dengan frosting dipakai untuk memudahkan dan menghasilkan lapisan yang rapi saja, jika tidak ada bisa diabaikan.
  10. Untuk membuat sabuk coklat, diperlukan area yang luas, jika tempat tidak memungkinkan plastik mika/parchment paper bisa dibagi 2 sebelum di gambarkan pola lace dengan coklat.

Selain resep wajib di atas, ada sebuah resep Genoise Cake juga yang mungkin teman-teman perlu coba, untuk membandingkan teksturnya dari resep yang di atas. Untuk filling dan hiasan boleh memakai referensi resep di atas, atau jika anda punya filling dan hiasan favorite, silakan coba kombinasikan. Happy baking ya!

Resep

 Basic Chocolate Genoise

Bahan :
200 gr telur
100 gr gula kastor
100 gr tepung ( 40 coklat bubuk, 60 terigu)
40 gr mentega leleh hangat
1 sdt vanilla ekstrak


PROSES PEMBUATAN


  1. Panaskan oven 180 C. siapkan loyang bulat ukuran 20 -22 cm, olesi minyak/mentega, alasi bagian bawahnya dgn kertas roti/anti lengket.
  2. Campur terigu dan coklat bubuk ayak 2-3 kali, sisihkan
  3. Lelehkan mentega hingga terlihat minyak bening agak sedikit kecoklatan dengan endapan dibawah, saring dan sisihkan.
  4. Panaskan air hingga mendidih, kecilkan api dan jaga air tetap panas, gunakan panci yang sedkit lebih kecil dari wadah kocokan telur.
  5. Masukan gula dan telur ke dalam baskom, kocok di atas panci yang berisi air panas hingga gula larut dan telur terasa hangat , gunakan whisk atau hand mixer.
  6. Pindahkan dari panci bain marie tadi, kemudian lanjutkan mengocok dengan kecepatan tinggi hingga putih dan kental (jika diangkat tidak mudah meluncur/sudah berjejak seperti pita), kemudian turunkan kecepatan kocok kembali kurang lebih 3 menit .
  7. Masukan campuran terigu dan bubuk coklat bertahap 2-3 kali, aduk rata,
  8. Ambil sedikit adonan ,campur dengan mentega yang sudah dilelehkan kemudian aduk rata dan campurkan kembali ke dalam adonan . Aduk dan pastikan hingga semua tercampur rata.
  9. Tuang ke dalam loyang, bake selama 25-30 menit hingga permukaannya kecoklatan dan bagian kue pinggir mulai lepas.
  10. Keluarkan dari oven, balikkan loyang dan dinginkan sebentar. Lepaskan kue dari loyang dengan bantuan pisau mengelilingi sisi loyang kemudian lepaskan juga kertas pada bagian bawah kue.

Thursday, 31 July 2014

Round Up KBB#41 : Kurtos Kalacs

Haiii semua,

Sudah ke pertengahan tahun 2014 ya, dan kita sampai ke round up KBB ke 41. Lebih istimewa lagi, laporan dibuat dalam suasana bulan puasa dan menyambut hari raya Idul Fitri 1435H.
Nah, berikut ini round up laporan teman-teman yang udah nyobain bikin kurtos kalacs, yuk cekidot

1. Nicky Surya Utari
tauu gak sihhh..hehe.. Nicky setor laporannya numero uno. Tgl 28jun surtjin dirilis, langsung tgl 29jun Nicky-nya udah setor loh. Nah mau tau serunya bikin kurtos kalacs di dapurnya Nicky? silahkan yaa jalan-jalan ke blog http://missotodidak.wordpress.com/

 
 terimakasih ya Nicky..anda layak mendapat bintang..

2. Pungkasari Utami
Haloo Pungka, welcome to the KBB ya. Pungka adalah member baru kita dan baru bergabung sebulan. Apa komentar Pungka tentang tantangan KBB#41 ini?

"proses pembuatan tidak sulit, sama seperti membuat roti tawar, hanya saja bentuk nya berbeda tidak setebal roti tawar, roti ini rasanya crispy diluar dan lembut didalam, setelah adonan dibagi 6, nah nah, disini nih yang makan waktu lama, karena saya cuma punya 1 buah rolling pin, jadi bakingnya satu per satu, alhamdulillah kurtos kalacs buatan saya jadi sempurna, kurtos kalacs versi saya ini saya beri toping kelapa parut kering manis, enak loh buat temen minum teh ataupun diberi selai strawberry atau nutella untuk sarapan, anak anak suka banget .... :))) "

Dan ini foto kurtos kalacs nya Pungka
Untuk kenalan lebih jauh sama Pungka, cuss kita jalan-jalan ke http://mommychefpungka.blogspot.com/2014/07/kbb41-kurtos-kalacs.html
Selamat ya Pungka cantik, sampe jumpa di  surtjin berikutnya dan terus semangat 

3.  Arfi Binsted
Ketika round up ini dirilis, mba Arfi lagi mudik ke Bali loh. Yaa... ditengah-tengah kesibukan emak preparing mudik (yang tau ndiri yoo kayak gimana hehe), mba Arfi masih menyempatkan diri untuk eksekusi Kurtos Kalacs. Apa sih reviewnya?

Ternyata ngga susah ya bikin roti gula-gula asal Hungaria ini. Yang repot memang cuma cara memanggangnya, tapi bisa kok dibikin di oven biasa seperti oven listrik saya. Nambah satu ilmu nih.

Duhh ikutan kabita lihat foto kurtosnya mba Arfi nih, dan jangan lupa klik www.homemadesbyarfi.com yaa


 4. Abidah Ulya Fitriyah
Abidah juga member baru loo..hai Abidah *dadah dadah*.. full semangatnya, apalagi disupport habis sama Mr Husband. Baca nih critanya 

*Ini merupakan tantangan pertama untuk diterima menjadi anggota klub. Walaupun hasilnya tidak sebagus punya ibu - ibu yang lain, tapi untuk pemula seperti saya rasanya puas bisa menyelesaikan tantangan ini. Kata suami buakan hasil yang utama tapi proses yang tinggi nilainya.*

Waw..so sweet..hehe. Biar ga penasaran n bisa kenalan sama Abidah, ayo kita sama-sama piknik ke blog Abidah di Dapurkaylia.blogspot.com

 
5. Marieska Meinar
Laporan berikutnya datang dari Marieska Meinar, yang juga baru pertama kali ini bikin Kurtos. Katanya sih 
 "Saya merasa lebih familiar dengan tantangan KBB yang sebelum sebelumnya. Untuk lapis legit saya bahkan pernah buat sendiri. Tapi untuk tantangan KBB kali ini... Saya benar-benar baru pernah dengar. Sampai saat mau membuat chimney cake ini saya saya masih kesulitan mengingat nama "Kurtos Kalacs" itu. Padahal resepnya sudah dibaca berulang kali. Hahaha.."
Baca cerita seru yang lebih lengkap di blognya Marieska yaitu http://sebastiansfoodism.blogspot.com/ 

   
6. Ade Sri
"Adonannya ternyata tidak seperti yang saya bayangkan, penanganannya juga tidak semudah yang saya pikir. Lembek, lengket dan akibat terlalu banyak minyak di tangan saya, adonannya tidak mau nempel di roll kayu. Mungkin kebanyakan cairan ya? Karena keburu mau maghrib dan ada yang ngga sabar nunggu mateng jadi dibuat "bun" biasa aja. Lain kali saya mau coba lagi."

Itu adalah sekilas ceritanya Ade Sri setelah bikin Kurtos.. Gak apa ya Ade Sri. Tetap semangat karena kita udah blajar menaklukan satu tantangan baru.  Untuk blognya si ibu cantik, teman-teman bisa langsung klik ke goodiebake.com

 7. Caroline Atmadja
Caroline emang kreatif yaa.. biarpun tidak ada rolling pin untuk membentuksi kurtos, eh dia punya solusi bagus loo, apaan tuh ?

*Kesulitan tantangan kali ini bukan di cara pembuatan tapi di alatnya yaitu si rolling pin kayu itu, susah banget carinya. Jadi deh cetakan bolu hongkong aku karyakan buat bikin kurtos ini. Kurtos kalacs ini enak, kayak roti jadul, apalagi kalo diolesin madu nya banyak-banyak, tambah mantap.*

Nah, teman-teman bisa baca lebih lengkap lagi apa aja kreatifitas Caroline di blognya http://aboutdessert.blogspot.com/

8. Emma Isti (non blogger)
Ada lagi nih yang tidak mau ketinggalan setor kurtos kalacs, ibu cantik ini mengaku semangat banget waktu membuatnya. Host ikutan seneng juga karena Emma suka dan puas dengan hasil bakingnya, si KK dibuat macem-macem rasa loh, berikut ini petikan reviewnya :

Bahannya sederhana, seperti umumnya roti/adonan pizza.  Tapi  alat pendukungnya yang lumayan serius disiapkan,,hehee lebay ya, kebetulan hanya satu  punya rolling pin kayu yang ada pegangan di pinggirnya, jadilah saya sempatkan membeli beberapa rolling pin yang ada pegangan pinggirnya.
Umumnya roti dibentuk langsung kemudian diletakan di loyang, proofing dan di bake.  Sedang kurtos, untuk bisa membentuk seperti tabung, diperlukan beberapa rolling pin.  Dough di bentuk seperti pita kemudian diliitkan ke rolling pin baru deh di bake dan diberi topping sesuai selera. 
Seluruh proses tidak ada kendala. Saya membuat  versi manis dan savoury, cinnamon palm sugar dan cheese pesto.  Hmm, dua2nya saya suka, pas dinikmati selagi hangat saat berbuka.  Sayangnya dibuat  mepet  dengan waktu berbuka, jadi  agak sulit proses dokumentasi foto…kejar2an dengan cahaya …dan hasil fotonya banyak semutnya haahaa..alias pada ngeblurr.  Ah  yang penting kurtosnya jadi dan enaak.


 Terimakasih setoran KK yang cantik dan kapan-kapan boleh icip KK buatanmu yaa..hehe

9. Renny Susanti
Untuk event KBB#41, Renny kebagian jadi co host yang mendampingi bu Widya. Cerita tentang KK buatannya bisa dilihat di http://evanyacooks-renny.blogspot.com/2014/07/kurtos-kalacs-for-kbb41.html 
Kalo sepintas review proses bakingnya :
"aslinya enak banget nih roti, untuk percobaan pertama membuatnya masih sangat jauh rasa dan penampilannya. Yang penting dah mengenal medan perangnya, besok-besok kudu nyobain bikin lagi..hehe"
   
                                  
                                
10. Vina
Ada lagi yang baking kurtos dalam suasana mudik, yaitu Vina yang punya blog http://zeelovkitchen.blogspot.com/2014/07/kurtos-kalach.html

"Surat tjintah KBB kali ini bikin sport jantung. Xixixi.Bikinnya deketan sama lebaran, dan order kue yang numpuk. Tapi, untunglah berhasil bikin, beberapa jam sebelum mudik. Naah, kendala ada lagi. Pas mau kirim email, di tempat tujuan mudik, nggak ada signal. Akhirnya minta anter suami buat pergi ke kota terdekat, cuma untuk kirim laporan. And here we go.. Kurtos kalach ala saya dan Zee. "

 

Wah..biarpun lagi sibuk mau mudik, kamu berhasil bikin kurtos yang looks yummy deh. Enjoy your holiday Vina..

11. Widya Suci
Mba Widya yang sedang sibuk wara wiri Indonesia-Kuwait, tapi tetep komit untuk bikin Kurtos Kalacs. Tidak disangka, pada saat memanggang si kurtos, ada accident pada oven kompornya sampai nyaris terjadi kebakaran. Yaa...ikut prihatin ya mba, tetap semangat, semoga dimudahkan segala urusannya, bisa beraktifitas semula, baking-baking lagi dan mencari resep cihuy untuk surtjin KBB berikutnya. 



Oya ..yang mau update karya dapurnya mba Widya, bisa langsung klik 

12. Paulina
Wohoo..ada Paulina yang ikutan setor kurtosnya yang mulus dan seksieh ..hehe. Sila klik http://paulinscakescookies.wordpress.com/2014/07/30/laporan-kbb41-kurtos-kalacs/ untuk teman-teman yang pengen tau cerita lengkap Paulina saat bikin kurtosnya



13. Maya Permadi
Yang ga kalah seru juga adalah  cerita Maya tentang kurtos hasil bakingnya di blognya http://mayaworlds.blogspot.com/2014/07/kbb-41-kurtos-kalacs.html

"Awalnya denger kata kata "pastry" agak jiper juga, eeehhh...ternyata ga seribet pastry yang harus lipat melipat itu, dan eeehhhh, rasanya enak juga yah.. eeehhh, kok udah abis kurtos nya.. =D"


Hehe..tak kenal maka tak sayang ya Maya.. bgitu kenal kurtos ehh..doyan banget kan










14. Dewi Oni
Tungguuu..ada satu lagi laporan yang masuk di hari-hari akhir akan ditutupnya KBB#41, Dewi Oni submit juga nih. Dia juga mengakali tiadanya rolling pin dengan menggunakan karton roll tisu,

"Pembuatan Kurtos Kalacs ini sepertinya tidak sesuai dengan ketentuan resep yang diberikan, karena pada saat mau membuat baru sadar kalo aku belum sempat beli rolling pin. Jadi daripada bolos lagi akhirnya aku memakai roll tissue gulung. Semoga masih dapat dikategorikan lulus ya.."

 

Yaa.. lulus dong Dewi,  siap-siap ya nerima kunjungan teman-teman ke blogmu http://dewioni.blogspot.com/2014/07/kbb41-Kurtos-Kalacs.html.

15. Sandra Andrisa
Berikutnya kami terima laporan dari Sandra, lebih lengkap cerita bakingnya silahkan terus klik ke  http://dapur-sandra.blogspot.com/2014/07/kbb-41-kurtos-kalacs.html
Sandra says :  "Cara membuatnya sederhana dan bentuknya unik"   Nahh.. teman-teman silahkan nikmati kurtos-nya Sandra nih
Waw.. it looks so yummy Sandra..








16. Lany Rosdiana
Laporan terakhir kami terima dari Lany Rosdiana, yang biasa berbagi resep sedap di http://kitchendeasobou.blogspot.com
"Kurtos Kalacs ini dibuat di sela kesibukan saat-saat terakhir menjelang keberangkatan mudik Lebaran. Sayangnya hasil akhir kurang memuaskan karena bau raginya terlalu kuat. Waktu sudah tidak memungkinkan, jadi tidak sempat membuat ulang. Terpaksa lapor apa adanya saja deh..."















Demikian rangkuman laporan kurtos kalacs yang diiterima oleh host. Alhamdulillah ada 16 laporan yang masuk dan semua mempunyai keunikan masing-masing, bagaimana mengeksekusi satu resep yang bagi sebagian besar dari kita baru pertama kali ini mendengar. Dan yang terpenting juga mengasah kreatifitas, menyiasati keterbatasan peralatan sehingga hasil akhir mendekati bahkan sama dengan roti kurtos kalacs.

Berikut nama-nama member yang ijin belum dapat mengikuti KBB#41
1. Amy Sekar
2. Molly Maulina
3. Monica Adriana
4. Deviany
5. Arilena Dorsman
6. Dhiah Nuraini
7. Kartika Binakasih


Sebagai host, kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam menjalankan tugas event KBB#41 ini, sekali lagi terimakasih untuk partisipasinya, sampai jumpa pada edisi surtjin KBB#42. Tetap semangat baking, motret dan sharing hal-hal menarik ya teman-teman member KBB. 
Akhir kata, tidak lupa kami juga mengucapkan



Salam
Widya & Renny

Monday, 2 June 2014

Round Up KBB #40: Shepherd's Pie (Savoury Bake)

Udah gak tahan kan mau lihat Shepherd's Pie buatan KBB's members ???? Ada yang kreatif ganti isi, ada yang menambahkan keju, tabasco, dll. Bahkan ada yang pakai singkong loh...Mariiii diicip...

1. Paulina Layanti

Paulina bilang di posting ke 100 ini special untuk laporan KBB#40 : Sherperd's Pie.
Pas banget 1 may 2014 dapat surat cintanya, liat judulnya aja baru pertama kali, hehehe...tidak mau miss lagi seperti KBB#39 aka kelupaan bikin lapis legit...langsung saja weeked tanggal 4 may 2014 sudah buat jadwal untuk belanja bahan2nya . Hasilnya buru2 dijepret dulu sebelum disikattt...ternyata keluarganya sangat menyukainya...keliatan banget nambah mulu...hahaha...senang banget, ternyata sekarang menjadi menu andalannya...hehehe. Step lengkapnya di sini.





2. Renny Susanti
"So much fun ktika ngerjain tantangan KBB40, lebih happy lagi anak2 pada suka. Rasanya enak n tidak eneg". Yuk intip ceritanya di evanya cooks


3. Marieska Meinar
"Hasilnya, voilaaa.. Enaaaaakkkk. Mama dan Papa suka, aku sama dede DOYAN, haha..Untuk resepnya aku ikutin seperti di surat tjintah, dengan sedikit modifikasi disana-sini". Mari lihat modifikasinya di sini


















4. Vina
"Yeeeay Shepherd's Pai, berhasil deh, menaklukkanmu. Tapi begitu menit menit terakhir dipanggang, kok warnanya jadi pucat? Hmmm.. Kenapa ya?! Dilihat yuuk di sini, trikku untuk mengatasinya.. Yang jelas, rasanya yummmy!! Jempol deh.. Makasih host. :)"









5. Mindy Jordan

"Proses pembuatan lancar jaya. Agak panik juga waktu mashed potatonya jadi kehijauan karena daun leek-nya tapi beruntung ga mengurangi rasa enaknya. Seneng ngeliat anggota keluarga lahap makan Shepherd's Pie. Anakku malah ngegadoin daging cincangnya dan juga dia seneng makan dagingnya pake nasi" Ha....ha..ha.. Baca cerita lengkapnya yuk blog Mindoel.

















6. Monica Adriana

"Seneng juga bikin shepherds pie, tapi hasilnya untuk rasa menurutku kayaknya bisa lebih gurih dan banyak rasa.. hehehe". Yukk icip langsung dari dapur Monica...















7. Amy Riv
"Tantangan Klub Berani Baking kali ini mudah dan simple. Yang jadi pertanyaannya adalah siapa yang doyan pie seperti ini di rumah? Hihi...maklum resepnya bule sekaleee...  Karena itulah saya hanya membuat
sepertiga resep dari aslinya. Berhubung kesulitan mendapatkan daging domba, maka dipakailah daging sapi sebagaimana umumnya. Harusnya sihkalau pakai daging sapi namanya bukan Shepherd's Pie ya? Apapun itu...ternyata anak saya yang besar, suka sekali dengan pie ini. Bapak dan adiknya menyentuh pun tidak, hehe...dan saya mencicipi seperlunya saja". Ha..ha... Lihat cara buat selengkapnya di A Note of Baking and Food yukkk..


8. Dhiah N (Non blogger)
Karena menunggu libur yang agak banyak di akhir bulan, jadilah tantangan ini baru dieksekusi hari selasa kemarin. Akibatnya waktunya mepet, bikin laporan seadanya.
Tapi hasilnya siiipp.... banget! Sampai-sampai suamiku request supaya disisakan untuk dibawa bekal ke kantor. Aku menggunakan mangkuk alu-foil personal size, pas jadi 8 buah.
Resepnya aku modif sedikit, terutama di bahan penutupnya. Kentang aku ganti dengan singkong, karena aku lebih suka rasa singkong daripada kentang. Rasanya gimana.... gitu!







Catatanku dari resep ini:
- Waktu singkong dihancurkan (aku pakai hand blender untuk menghancurkannya) warnanya berubah menjadi seperti susu dan teksturnya agak cair. Harapanku tadinya akan jadi seperti adonan getuk gitu. Akhirnya penghancuran aku lanjutkan menggunakan ulekan. Adonan jadinya lengket. Karenanya tidak aku masak lagi, toh menteganya juga langsung cair karena adonan masih cukup panas.
- Tadinya adonan penutup ini ingin aku spuit bentuk bintang. Tapi karena melihat adonannya lembek jadinya aku pakai kantong plastik yang ujungnya dipotong aja (Cuma penampilannya jadi seperti usus ya? Xi xi xi.......
- Aku mau coba lagi, tapi singkongnya dikukus (bukan direbus). Mudah-mudahan bisa didapat tekstur yang bagus dan bisa dispuit bentuk bintang yang cantik.
- Sekedar tambahan info, singkong itu makanan yang sehat lho, karena mengandung scopoletin yang katanya bagus untuk kesehatan. Makanya aku membiasakan mensubstitusi bahan-bahan yang kira-kira bisa diganti dengan singkong. Tapi..... kadang-kadang susah dapat singkong yang teksturnya bagus dan mempur (hmmm... apa ya istilahnya yang benar??) untuk mendapatkan hasil yang bagus.
- Resep ini kayaknya bakal sering muncul di meja makanku nih...! Abis, gampang dan enak!
- Terima kasih ya sudah memberi ide masak yang kerennn!! Mudah-mudahan tantangan y.a.d. tidak kalah kerennya..... 


9. Vivi Rahayu
"Pada tantangan KBB kali ini, untuk mashed potatonya saya bikin satu resep tetapi untuk filling-nya hanya setengah resep karena memang kurang suka ama daging domba apalagi dicincang. Filling dibikin sesuai dengan bahan yang ada di rumah. Alhamdulillah anak-anak lumayan suka, apalagi mashed potatonya... nyuuss:)". Setuju kan fotonya keren banget....Mari kita teropong lebih jelas di blognya Vivi: Hijau Pandan .....












10. Bibien
"Sheperd’s pie itu seperti pastel tutup yaa…anak saya sempet protes, kok ga seperti pie yang biasanya katanya.. Tadinya bilang ga doyan padahal secara rasa kan ga beda jauh yaa…untung adik sepupunya yang laki dateng dan makannya semangat sampe minta tambah 2 kali. Akhirnya ikutan tambah2 dey…halaggh….
Oiya…mahapskeun ya, isiannya ga sesuai judul..soale udah dicoba lamb nya di makanan lain, kayaknya ga cocok sama lidah orang rumah…sementara kalo daging merah yaaa ga makan juga…sooo…, pake chicken dey…tapiii bumbunya lengkap ada semua lohh…kecuali wine yg diganti jus cranberry n grape..". Lihat di sini resepnya di sini yukkk..


11. Emma Isti (Non blogger)
"Shepherd’s  Pie, wujudnya sih tidak seperti pie dengan crust yang renyah. Kalau di kuliner Indonesia, mirip seperti pastel tutup.  Filling yang merupakan campuran daging giling dan wortel yang dipotong kecil  (diced) kemudian di cover dengan adonan mashed potato.  Daging yang dipakai biasanya daging domba (lamb).  Untuk filling, daging domba diganti dengan daging sapi giling, karena di supermarket daging domba sedang kosong. Begitu juga dengan beberapa bahan lain ada yang dihilangkan dan diganti, seperti tanpa wine, susu diganti dengan cream.
Buatnya sih tidak terlalu sulit. Seperti biasa…yang bikin mood turun naik adalah proses foto, mulai persiapan bahan sampai hasil akhir, berpacu dengan cahaya ….hahaa, inilah serunya KBB.  Proses baking sedikit agak lama, karena panas oven tidak stabil. Setelah 45 menit waktu baking, mulai tercium aroma susu plus butter dan permukaan pie mulai menguning kecoklatan.  Sayangnya pie matang setelah cahaya meredup, tapi bertepatan dengan waktu makan malam. Saat masih hangat pie langsung dinikmati… dan rasanya sudah pasti ueennaaak…mashed potatonya gurih.  Upps belum difoto…sebelum habis, sisihkan dulu deh untuk di foto besok pagi".



12. Molly Maulina
"Soal rasa sih beneran enak.. sayang penampilan kurang okeh :( berminyak banget dari lemak yang mencair. Jadi kesimpulan sih walau gak pake daging cincang, pake daging yg dipotong-potong, sebaiknya tetep dagingngya ditumis (disangrai sih tepatnya) sampai lemak-lemak meleleh jadi minyak, buang minyaknya baru dilanjutkan dg menumis bawang dst dst..sesuai resep". Lengkapnya kita intip di NengImol yukkk..






13. Febi
Berhubung sekarang Febi sedang menjalani pola makan Food combining, maka Febi mengganti protein hewani pada resep ini dengan sayur mayur dan jamur, agar tetap bisa menikmati Shephers's Pie dengan nikmat. Main ke blog Febi yukkk...dijamin ngiler..








14. Sandra Andrisa
"Seru juga membuat pie tutup asal Inggris ini, lumayan mudah pembuatannya dan hasilnya enak sekali :)" kata Sandra singkat. Nah mau tahu cerita lengkapnya...mari ke Dapur Sandra.. Ini lengkapnya ceritanya. 













15. Widya
"Mirip Pastel tutup....cuma suprise dengan perjodohan kentang & leek yang sangat enakkk. Soulmate sekali.
 Tak heran jika salah satu French cuisine; leek & potato soup sgt terkenal.
Hmmm...untung ikutan KBB, dari dulu sudah sering lihat leek di supermarket cuma tidak pernah dibeli.
Seperti halnya dulu tantangan KBB #21 Rhubarb Creme Brulee...jadi tau kalo asamnya Rhubarb sgt cocok dgn Creme brulee yg velvety. Coba deh...gak nyesel. Bisa jadi resep andalan loh.....Wine & kaldu bisa di-skip. Cukup tambahakan sedikit gula untuk meyeimbangkan rasa savoury yang sudah ada". Bisa dilihat di sini step lengkapnya....





16. Arilena Dorsman (Non blogger)
"Tantangan KKB kali ini cukup familiar buat saya, kebetulan Shepherd Pie sudah menjadi menu Diner beberapa kali sebulan buat kami. Biasanya saya membuat shepherd pie versi daging sapi tapi sesuai challenge, saya bikin kali ini dengan daging domba.
Shepherd Pie versi saya biasanya saya tambahkan tabasco pada tumisan dagingnya, rasa  pedas membuat hidangan ini lebih nendang menurut saya. Untuk kentang tumbuk, biasanya saya mix sedikit dengan permesan chese supaya saat dipanggang kentangnya lebih krispy dan agak kecoklatan warnanya, kali ini diatas kentang saya taruh juga parutan keju tua belanda  kesukaan suami". Tuh kreatif kan...






17. Jane Sipasulta
"Senang sekali waktu baca surat cinta KBB kali ini...karena tantangan yang akan dikerjakan adalah favorit suami dan anak2.. 
Tapi berhubung susah cari daging domba atau kambing, terpaksa dagingnya aku ganti pakai daging sapi cincang. Dan rasanya tetap mantappp... Hanya dalam 2 jam setelah keluar oven, Shepherd's Pie-nya tinggal separoh... Senangnya hatikuuu..."

Host juga senang lihat pienya cantik sekaliii...




18. Rahimah Hidayati (Ida)
Ida sudah berkali-kali bikin, karena shepherd's pie ini jadi favorit anak2 di rumah. Bahkan sudah menjadi menu favorit pelanggan cateringnya. Mari berguru ke Ida yukkkk...











19. Sari Suwesmin
"Rasanya sangat enak dan gampang juga membuatnya. Mirip pastel tutup ya.... tapi shepherd's pie ini juga menggunakan dry red wine & rosemary yang saya skip". Ini cara selengkapnya....



















20. Dwi Hesti
Kalo versi Indonesia pastel tutup namanya. Hidangan sepinggan yang mudah, tapi lengkap gizi, pas buat breakfast, lunch, dinner, piknik, hantaran, maupun pesta. Kalau bikin lagi, aku akan tambahkan buncis atau kacang polong dan jagung manis agar sayurnya warna-warni, dan ditaburi keju parut agar rasanya lebih gurih. Hmm yummynya bisa diintip di sini...

















21. Lany Rosdiana
"Senang sekali dengan tantangan kali ini. Karena keluarga saya penggemar makanan yang gurih-gurih, begitu pie matang dan selesai di foto langsung diserbu deh. Membuatnya juga cukup mudah. Biarpun beberapa bahan di resep terpaksa harus dimodifikasi, tapi hasil akhirnya tetap lezat". Kita lihat modifikasinya yukkk...







22. Susun Dwiyana
"Membuat pie ini sangat menyenangkan dan anak2 suka, msh dioven juga mrk tidak sabar menunggu dan langsung habis.. Kubikin 2 versi, polos dan bertabur keju....." 













Ijin:
1. Caroline
2. Devi
3. Arfi
4. Ade Sri
5. Hanna
6. Niza
7. Dewi Oni
8. Maya


Sampai jumpa di tantangan berikutnya yang pasti tak kalah seru & asyikk...


Salam Host

(Widya)