Monday, 2 June 2014

Round Up KBB #40: Shepherd's Pie (Savoury Bake)

Udah gak tahan kan mau lihat Shepherd's Pie buatan KBB's members ???? Ada yang kreatif ganti isi, ada yang menambahkan keju, tabasco, dll. Bahkan ada yang pakai singkong loh...Mariiii diicip...

1. Paulina Layanti

Paulina bilang di posting ke 100 ini special untuk laporan KBB#40 : Sherperd's Pie.
Pas banget 1 may 2014 dapat surat cintanya, liat judulnya aja baru pertama kali, hehehe...tidak mau miss lagi seperti KBB#39 aka kelupaan bikin lapis legit...langsung saja weeked tanggal 4 may 2014 sudah buat jadwal untuk belanja bahan2nya . Hasilnya buru2 dijepret dulu sebelum disikattt...ternyata keluarganya sangat menyukainya...keliatan banget nambah mulu...hahaha...senang banget, ternyata sekarang menjadi menu andalannya...hehehe. Step lengkapnya di sini.





2. Renny Susanti
"So much fun ktika ngerjain tantangan KBB40, lebih happy lagi anak2 pada suka. Rasanya enak n tidak eneg". Yuk intip ceritanya di evanya cooks


3. Marieska Meinar
"Hasilnya, voilaaa.. Enaaaaakkkk. Mama dan Papa suka, aku sama dede DOYAN, haha..Untuk resepnya aku ikutin seperti di surat tjintah, dengan sedikit modifikasi disana-sini". Mari lihat modifikasinya di sini


















4. Vina
"Yeeeay Shepherd's Pai, berhasil deh, menaklukkanmu. Tapi begitu menit menit terakhir dipanggang, kok warnanya jadi pucat? Hmmm.. Kenapa ya?! Dilihat yuuk di sini, trikku untuk mengatasinya.. Yang jelas, rasanya yummmy!! Jempol deh.. Makasih host. :)"









5. Mindy Jordan

"Proses pembuatan lancar jaya. Agak panik juga waktu mashed potatonya jadi kehijauan karena daun leek-nya tapi beruntung ga mengurangi rasa enaknya. Seneng ngeliat anggota keluarga lahap makan Shepherd's Pie. Anakku malah ngegadoin daging cincangnya dan juga dia seneng makan dagingnya pake nasi" Ha....ha..ha.. Baca cerita lengkapnya yuk blog Mindoel.

















6. Monica Adriana

"Seneng juga bikin shepherds pie, tapi hasilnya untuk rasa menurutku kayaknya bisa lebih gurih dan banyak rasa.. hehehe". Yukk icip langsung dari dapur Monica...















7. Amy Riv
"Tantangan Klub Berani Baking kali ini mudah dan simple. Yang jadi pertanyaannya adalah siapa yang doyan pie seperti ini di rumah? Hihi...maklum resepnya bule sekaleee...  Karena itulah saya hanya membuat
sepertiga resep dari aslinya. Berhubung kesulitan mendapatkan daging domba, maka dipakailah daging sapi sebagaimana umumnya. Harusnya sihkalau pakai daging sapi namanya bukan Shepherd's Pie ya? Apapun itu...ternyata anak saya yang besar, suka sekali dengan pie ini. Bapak dan adiknya menyentuh pun tidak, hehe...dan saya mencicipi seperlunya saja". Ha..ha... Lihat cara buat selengkapnya di A Note of Baking and Food yukkk..


8. Dhiah N (Non blogger)
Karena menunggu libur yang agak banyak di akhir bulan, jadilah tantangan ini baru dieksekusi hari selasa kemarin. Akibatnya waktunya mepet, bikin laporan seadanya.
Tapi hasilnya siiipp.... banget! Sampai-sampai suamiku request supaya disisakan untuk dibawa bekal ke kantor. Aku menggunakan mangkuk alu-foil personal size, pas jadi 8 buah.
Resepnya aku modif sedikit, terutama di bahan penutupnya. Kentang aku ganti dengan singkong, karena aku lebih suka rasa singkong daripada kentang. Rasanya gimana.... gitu!







Catatanku dari resep ini:
- Waktu singkong dihancurkan (aku pakai hand blender untuk menghancurkannya) warnanya berubah menjadi seperti susu dan teksturnya agak cair. Harapanku tadinya akan jadi seperti adonan getuk gitu. Akhirnya penghancuran aku lanjutkan menggunakan ulekan. Adonan jadinya lengket. Karenanya tidak aku masak lagi, toh menteganya juga langsung cair karena adonan masih cukup panas.
- Tadinya adonan penutup ini ingin aku spuit bentuk bintang. Tapi karena melihat adonannya lembek jadinya aku pakai kantong plastik yang ujungnya dipotong aja (Cuma penampilannya jadi seperti usus ya? Xi xi xi.......
- Aku mau coba lagi, tapi singkongnya dikukus (bukan direbus). Mudah-mudahan bisa didapat tekstur yang bagus dan bisa dispuit bentuk bintang yang cantik.
- Sekedar tambahan info, singkong itu makanan yang sehat lho, karena mengandung scopoletin yang katanya bagus untuk kesehatan. Makanya aku membiasakan mensubstitusi bahan-bahan yang kira-kira bisa diganti dengan singkong. Tapi..... kadang-kadang susah dapat singkong yang teksturnya bagus dan mempur (hmmm... apa ya istilahnya yang benar??) untuk mendapatkan hasil yang bagus.
- Resep ini kayaknya bakal sering muncul di meja makanku nih...! Abis, gampang dan enak!
- Terima kasih ya sudah memberi ide masak yang kerennn!! Mudah-mudahan tantangan y.a.d. tidak kalah kerennya..... 


9. Vivi Rahayu
"Pada tantangan KBB kali ini, untuk mashed potatonya saya bikin satu resep tetapi untuk filling-nya hanya setengah resep karena memang kurang suka ama daging domba apalagi dicincang. Filling dibikin sesuai dengan bahan yang ada di rumah. Alhamdulillah anak-anak lumayan suka, apalagi mashed potatonya... nyuuss:)". Setuju kan fotonya keren banget....Mari kita teropong lebih jelas di blognya Vivi: Hijau Pandan .....












10. Bibien
"Sheperd’s pie itu seperti pastel tutup yaa…anak saya sempet protes, kok ga seperti pie yang biasanya katanya.. Tadinya bilang ga doyan padahal secara rasa kan ga beda jauh yaa…untung adik sepupunya yang laki dateng dan makannya semangat sampe minta tambah 2 kali. Akhirnya ikutan tambah2 dey…halaggh….
Oiya…mahapskeun ya, isiannya ga sesuai judul..soale udah dicoba lamb nya di makanan lain, kayaknya ga cocok sama lidah orang rumah…sementara kalo daging merah yaaa ga makan juga…sooo…, pake chicken dey…tapiii bumbunya lengkap ada semua lohh…kecuali wine yg diganti jus cranberry n grape..". Lihat di sini resepnya di sini yukkk..


11. Emma Isti (Non blogger)
"Shepherd’s  Pie, wujudnya sih tidak seperti pie dengan crust yang renyah. Kalau di kuliner Indonesia, mirip seperti pastel tutup.  Filling yang merupakan campuran daging giling dan wortel yang dipotong kecil  (diced) kemudian di cover dengan adonan mashed potato.  Daging yang dipakai biasanya daging domba (lamb).  Untuk filling, daging domba diganti dengan daging sapi giling, karena di supermarket daging domba sedang kosong. Begitu juga dengan beberapa bahan lain ada yang dihilangkan dan diganti, seperti tanpa wine, susu diganti dengan cream.
Buatnya sih tidak terlalu sulit. Seperti biasa…yang bikin mood turun naik adalah proses foto, mulai persiapan bahan sampai hasil akhir, berpacu dengan cahaya ….hahaa, inilah serunya KBB.  Proses baking sedikit agak lama, karena panas oven tidak stabil. Setelah 45 menit waktu baking, mulai tercium aroma susu plus butter dan permukaan pie mulai menguning kecoklatan.  Sayangnya pie matang setelah cahaya meredup, tapi bertepatan dengan waktu makan malam. Saat masih hangat pie langsung dinikmati… dan rasanya sudah pasti ueennaaak…mashed potatonya gurih.  Upps belum difoto…sebelum habis, sisihkan dulu deh untuk di foto besok pagi".



12. Molly Maulina
"Soal rasa sih beneran enak.. sayang penampilan kurang okeh :( berminyak banget dari lemak yang mencair. Jadi kesimpulan sih walau gak pake daging cincang, pake daging yg dipotong-potong, sebaiknya tetep dagingngya ditumis (disangrai sih tepatnya) sampai lemak-lemak meleleh jadi minyak, buang minyaknya baru dilanjutkan dg menumis bawang dst dst..sesuai resep". Lengkapnya kita intip di NengImol yukkk..






13. Febi
Berhubung sekarang Febi sedang menjalani pola makan Food combining, maka Febi mengganti protein hewani pada resep ini dengan sayur mayur dan jamur, agar tetap bisa menikmati Shephers's Pie dengan nikmat. Main ke blog Febi yukkk...dijamin ngiler..








14. Sandra Andrisa
"Seru juga membuat pie tutup asal Inggris ini, lumayan mudah pembuatannya dan hasilnya enak sekali :)" kata Sandra singkat. Nah mau tahu cerita lengkapnya...mari ke Dapur Sandra.. Ini lengkapnya ceritanya. 













15. Widya
"Mirip Pastel tutup....cuma suprise dengan perjodohan kentang & leek yang sangat enakkk. Soulmate sekali.
 Tak heran jika salah satu French cuisine; leek & potato soup sgt terkenal.
Hmmm...untung ikutan KBB, dari dulu sudah sering lihat leek di supermarket cuma tidak pernah dibeli.
Seperti halnya dulu tantangan KBB #21 Rhubarb Creme Brulee...jadi tau kalo asamnya Rhubarb sgt cocok dgn Creme brulee yg velvety. Coba deh...gak nyesel. Bisa jadi resep andalan loh.....Wine & kaldu bisa di-skip. Cukup tambahakan sedikit gula untuk meyeimbangkan rasa savoury yang sudah ada". Bisa dilihat di sini step lengkapnya....





16. Arilena Dorsman (Non blogger)
"Tantangan KKB kali ini cukup familiar buat saya, kebetulan Shepherd Pie sudah menjadi menu Diner beberapa kali sebulan buat kami. Biasanya saya membuat shepherd pie versi daging sapi tapi sesuai challenge, saya bikin kali ini dengan daging domba.
Shepherd Pie versi saya biasanya saya tambahkan tabasco pada tumisan dagingnya, rasa  pedas membuat hidangan ini lebih nendang menurut saya. Untuk kentang tumbuk, biasanya saya mix sedikit dengan permesan chese supaya saat dipanggang kentangnya lebih krispy dan agak kecoklatan warnanya, kali ini diatas kentang saya taruh juga parutan keju tua belanda  kesukaan suami". Tuh kreatif kan...






17. Jane Sipasulta
"Senang sekali waktu baca surat cinta KBB kali ini...karena tantangan yang akan dikerjakan adalah favorit suami dan anak2.. 
Tapi berhubung susah cari daging domba atau kambing, terpaksa dagingnya aku ganti pakai daging sapi cincang. Dan rasanya tetap mantappp... Hanya dalam 2 jam setelah keluar oven, Shepherd's Pie-nya tinggal separoh... Senangnya hatikuuu..."

Host juga senang lihat pienya cantik sekaliii...




18. Rahimah Hidayati (Ida)
Ida sudah berkali-kali bikin, karena shepherd's pie ini jadi favorit anak2 di rumah. Bahkan sudah menjadi menu favorit pelanggan cateringnya. Mari berguru ke Ida yukkkk...











19. Sari Suwesmin
"Rasanya sangat enak dan gampang juga membuatnya. Mirip pastel tutup ya.... tapi shepherd's pie ini juga menggunakan dry red wine & rosemary yang saya skip". Ini cara selengkapnya....



















20. Dwi Hesti
Kalo versi Indonesia pastel tutup namanya. Hidangan sepinggan yang mudah, tapi lengkap gizi, pas buat breakfast, lunch, dinner, piknik, hantaran, maupun pesta. Kalau bikin lagi, aku akan tambahkan buncis atau kacang polong dan jagung manis agar sayurnya warna-warni, dan ditaburi keju parut agar rasanya lebih gurih. Hmm yummynya bisa diintip di sini...

















21. Lany Rosdiana
"Senang sekali dengan tantangan kali ini. Karena keluarga saya penggemar makanan yang gurih-gurih, begitu pie matang dan selesai di foto langsung diserbu deh. Membuatnya juga cukup mudah. Biarpun beberapa bahan di resep terpaksa harus dimodifikasi, tapi hasil akhirnya tetap lezat". Kita lihat modifikasinya yukkk...







22. Susun Dwiyana
"Membuat pie ini sangat menyenangkan dan anak2 suka, msh dioven juga mrk tidak sabar menunggu dan langsung habis.. Kubikin 2 versi, polos dan bertabur keju....." 













Ijin:
1. Caroline
2. Devi
3. Arfi
4. Ade Sri
5. Hanna
6. Niza
7. Dewi Oni
8. Maya


Sampai jumpa di tantangan berikutnya yang pasti tak kalah seru & asyikk...


Salam Host

(Widya)


Sunday, 1 June 2014

KBB #40 Shepherd's Pie (Savoury Bake)


Hai... hai... semua... apa kabar ? Siap doooong dengan tantangan KBB bulan ini... 

Tantangan KBB#40 adalah Shepherd's Pie. Shepherd's Pie ini selain makanan sehat juga mengenyangkan....one dish meal ini sangat cocok untuk hidangan keluarga.

Sekilas tentang salah satu makanan klasik British ini, resep savoury pie ini aslinya menggunakan daging domba cincang/potong. Dan ternyata kuliner Indonesia juga mempunyai hidangan yang mirip, yaitu Pastel Tutup. Biasanya menggunakan isian daging/ayam cincang dan ditutup dengan kentang dan taburan keju...Hmmmm yummy kan...


Shepherd's Pie
 Sumber:
The Cooking Book  - DK

Bahan:
750 gr    daging domba, cincang/potong kecil
2 sdm    minyak
1 bh       bawang bombay besar, potong
1 siung  bawang putih, geprek
2 bh       wortel, potong dadu
90 ml     dry red wine
2 sdm    tepung terigu
250 ml   kaldu domba
1 sdm    Worcestershire sauce
2 sdm    flat-leaf parsley, potong
1 sdm    rosemary, potong
garam
black pepper, freshly ground

Bahan mashed potato & leek:
900 gr    floury potato, mis: King Edward, kupas
2 bh       leek ukuran besar, belah dua, iris
60 gr      butter
150 mL  susu, hangatkan


Cara:
1. Membuat mashed potato & leek:
Potong kentang, masukkan ke panci. Isi air hingga terendam, didihkan. Didihkan selama 12 menit, masukkan leek, masak kembali selama 5 menit atau hingga kentang matang, tiriskan.

2. Hancurkan/lembutkan kentang dan leek. Masak kembali dengan api kecil. Masukkan butter dan susu, beri garam dan black pepper. Panaskan oven hingga 200oC.

3. Membuat filling:
Jika menggunakan daging cincang, tumis dengan api sedang-panas selama 5 menit hingga agak kecoklatan. Buang lemak yang meleleh, sisihkan daging.

4. Menggunakan wajan yang sama, panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih selama 3-5 menit atau hingga lunak, kemudian tambahkan wortel. Masukkan daging yang ditumis atau daging potong. Aduk rata.

5. Tambahkan wine, naikkan panas  dan masak selama 2-3 menit. Masukkan tepung jika wine sudah menguap. Masukkan kaldu, Worcestershire sauce, parsley, rosemary, garam, black pepper. Masak hingga mendidih, kecilkan api dan masak selama 5 menit.
6. Pindahkan filling ke pinggan tahan panas (ovenproof dish) dan tutupi dengan mashed potato. Letakkan pinggan di loyang, panggang selama 30 menit.


KETENTUAN LAPORAN:
1. Deadline penerimaan laporan 
2. Laporan dikirim ke klubkita@gmail.com; cc: ambarvanilla@gmail.com dan widyasc@yahoo.co.id
3. Laporan untuk blogger, dilampirkan:
Subyek: Laporan KBB#40
Nama:
Alamat & Judul blog:
Link URL postingan blog:
Cerita/Review:
Foro akhir max 350pxl + foto step by step pembuatan Lapis Legit Prune
4. Laporan non-blogger, juga wajib sertakan foto akhir, cerita seru foto step by step (sudah dikolase ya)
5. Laporan di blog silahkan ditayangkan mulai tanggal 30 Mei 2014. Untuk posting di Facebook di group Klub Berani Baking (https://www.facebook.com/groups/367829153307111/) akan dibuatkan album KBB#40 Shepherd's Pie. Silahkan post foto akhir, caption, dan link blognya.


Selamat Mencoba

Salam,

Ambar & Widya

Tuesday, 1 April 2014

Round Up KBB#39 Made in Indonesia, Lapis Legit Prune

Kali ini KBB-ers menjawab tantangan bertema Made in Indonesia. Simak kehebohan cerita masing-masing yuk dalam menakluhkan produk asli Indonesia, si Lapis Legit Prune kali ini.

1. Evy Rokhayati 
Menjadi yang pertama melapor menunjukkan semangat 45-nya. Sengaja buru-buru bikin karena ada acara potluck tanggal 1 Maret, jadi banyak yang bantuin makan. Nggak ngebayangin kalau 27 kuning telur dimakan bertiga saja. Tengok penampakan lapis legitnya di sini.



 

Devi merasa kayaknya gara-gara kondisi hamil nih, lapis legitnya jadi aneh di lidah hehe.. Tapi kata misua dan
teman-teman kantornya enak :) Lapis legitnya langsung dibawa ke kantor untuk dibagi-bagi... gak kebayang kalau seloyang dihabisin sendiri.









Kalau menurut Vivi, asal ada temennya makan (kolesterol euy!) selalu excited untuk mencoba bikin lapis legit, apalagi kali ini ditambah prune. Seperti biasanya resep primarasa umumnya memuaskan. Demikian pula dengan resep ini, hasil cakenya enak, moist, cuman manisnya kurang dikit. Ditambah gula dikit mungkin hasilnya lebih legit.





Meski sempat agak kecewa karena terlalu semangat neken lapisan-lapisan lapis legitnya, jadi tiap lapisnya hanya beda tipis, namun penampakannya lapis legit Sashy tetap cantik.
Pengalaman menariknya adalah salah memperhitungkan waktu, dengan pedenya Sashy pikir hanya akan sauna depan oven selama 4 jam ternyata setelah 3 jam berlalu, baru sadar kalau resepnya 2 kali lipat resep yang pernah dipraktekkan sebelumnya. Akhirnya dapet bonus sauna 4 jam lagi dengan total 8 jam. Penuh dengan keringat dan seluruh ruangan jadi panas karena suhu oven dengan durasi terlama sepanjang sejarah saya bikin kue.


5. Dhiah Nuraini (non blogger)
Ini cerita Dhiah menakhlukkan lapis legitnya. Lihat juga fotonya, cantik bukan?

Akhirnya, saya bisa ikut lagi menjawab tantangan baking! Setelah 3 tantangan terpaksa dibiarkan berlalu, akibat cedera di pergelangan tangan yang menyebabkan tidak boleh digunakan untuk bekerja terlalu berat (termasuk menguleni adonan!), akhirnya bisa juga saya nimbrung lagi.


Lapis legit.......Selama ini sudah banyak baca tentang lapis legit ini, tapi belum berani untuk nyoba. Terutama karena lihat kuning telurnya yang berjibun itu. Bukan kuning telurnya yang dikhawatirkan, tapi sisa putih telurnya itu lho, mau diapakan? Kebetulan minggu lalu nyoba green tea angel cake, hasil modif dari resepnya Martha Stewart dan hasilnya semua di rumah suka. Hasilnya lembut, tidak amis, dan tidak seperti dari putih telur. Yo wis, nanti putih telurnya dibuat angel cake saja lagi. Tapi kali ini mau nyoba angel cake yang pakai ubi ungu. Beberapa hari ini liat di depan kantor ada yang jual ubi ungu rebus yang warnanya pekat banget. Kayaknya dipakai untuk campuran bikin  cake bakal menghasilkan warna yang cantik. Resepnya nanti dimodif lagi sedikit dengan penambahan ubi ungu rebus yang dihaluskan.

Balik lagi ke lapis legit. Karena sudah lama absen di KBB ini, jadi semangat untuk bikin. Kebetulan semua bahannya ada di rumah, kecuali prunes-nya, baru dapat sabtu kemarin. Minggu pagi langsung eksekusi.
Oh ya, saya bikin resepnya cuma 3/4-nya saja. Soalnya di rumah saya cuma berdua dengan suami, dan kami berdua doyan banget lapis legit. Kalau kuenya besar, nanti kami makan banyak-banyak, bisa-bisa kolesterol naik semua tak terkendali. Saya pakai loyang bundar diameter 16cm dan tinggi 5cm. Adonannya pas jadi setinggi loyang (ada 16 lapisan, waktu dihitung).

Mula-mula telur dan gula dikocok sampai putih, kira-kira 12 menit. Kemudian giliran mentega dan susu kental manis dikocok sampai putih juga, kira-kira 15 menit. Waktu mencampurkan adonan telur dan mentega saya pakai teknik “pancingan”, supaya lebih mudah mencampurnya tanpa terlalu banyak mengaduk adonan. Caranya: ambil kira-kira 2 sendok nasi adonan telur, campurkan ke dalam adonan mentega. Aduk sampai rata, baru campuran ini dimasukkan ke dalam adonan telur dan diaduk sampai rata. Karena cuma sedikit, campuran tepung saya masukkan sekaligus, dan diaduk dengan teknik aduk balik. Meskipun sudah hati-hati mengaduknya, setelah ditambah tepung adonannya mimpes juga. Tapi gak terlalu banyak sih mimpesnya.


Sekarang waktunya memanggang. Oven saya ini memang api bawahnya susah bikin permukaan kue jadi coklat. Jadi, meskipun sudah dipanggang selama 10 menit teteup aja bagian atasnya kuning. Karena memang sudah matang (dan juga takut bagian bawahnya gosong), ya ditimpa saja dengan lapisan ke dua. (kalau nanti bikin lagi mau nyoba loyangnya ditaruh di rak tengah, supaya bagian atasnya bisa coklat tanpa bawahnya menjadi gosong). Setelah pakai api atas (lapisan ke empat), baru deh mantabs....! Bagian atasnya menjadi coklat dengan manisnya dalam waktu kira-kira 4 menit.

Waktu memanggangnya memang cukup lama, kira-kira 2 jam-an baru beres. Ada yang jadi pertanyaan dalam proses pemanggangan ini, mudah-mudahan ibu/mbak yang sudah pengalaman bikin lapis legit bisa sharing ilmunya. Pada waktu memanggang yang selapis-selapis sih oke-oke aja. Tapi pada tahap pemanggangan yang terahir (selama 15 menit), kuenya agak melembung bagian atasnya (meskipun kempes lagi setelah dingin). Pertanyaannya: apakah ini wajar?
Kemudian pada waktu dipotong, di beberapa tempat ada lapisan yang “terlepas” (seperti tidak melekat dengan bagian atas/bawahnya). Kenapa ya ini? Apakah karena pada waktu menekan adonan kurang tekanannya?

Tapi kuenya sih enak bangeetts. Manisnya pas, dan wanginya itu lho..... Oh ya lupa, saya menambahkan ½ sendok teh bumbu lapis legit, karena memang suka lapis legit yang ada wangi kayu manis + rempah-rempah lainnya itu. Suami sudah pesan, makan kuenya jangan banyak-banyak supaya kuenya gak cepat habis. Syukurlah kalau dia suka.



6. Amalia Sekar
Pengalaman pertama bagi Amy dan cukup tidak memuaskan menurutnya. Lapis demi lapisnya tidak begitu kelihatan. Belum tau sebabnya apa. Kurang tipis kah per layernya atau kurang menekan dan olesan mentega waktu menuju lapis berikutnya, atau kurang kering memanggang lapis demi lapisnya? Apapun itu tetap laziz katanya, hehe… Meski kali ini Amy buat tidak pakai buah prune karena anak-anak tidak suka. Jadilah dibagi dalam 2 loyang, lapis legit kismis dan polosan saja. Waaah.. kapan lagi ya bisa remidi? :)




Karena gak punya Prune, Maya memakai kismis. Tantangan baking kali ini bagi Maya adalah.... ga punya mixer, hahahahhaaa... ada-ada saja tiap tantangan cobaannya, but the show must go on dooong….

Hasilnya gimana May? Mini ibu ibu.......,wkwkwkwk.. Karena memakai loyang yang kebesaran, jadi adonannya cepet habis, dan lapisan kuenya jadi sedikit, kue pun gak setinggi yang dijual kebanyakan, jadilah "My Mini Lapis Legit Kismis"
Pengalaman yang berliku dan berpeluh ini berakhir dengan kue yang enak dan benar-benar legit. Selamat ya May :)





8. Monica Adriana (non blogger)


Simak yuk pengalaman Monica kali ini :)

Sebenernya bukan yang pertama kali nih bikin lapis legit, udah berkali-kali bikin.. tapi berkesan karena ini yang pertama kali sukses, walaupun belum sempurna 100% tapi   saya masih boleh berbangga. Huahahahaha…  Sebelumnya ya bantet lah, gosong lah, banjir mentega di mana-mana, tadinya sudah mau menyerah sama kue ini, tapi KBB memang selalu mengetuk pintu nyaliku untuk ga pernah menyerah. *lebay* akhirnya kuberanikan diri lagi untuk coba bikin lapis legit ini, mumpung juga resepnya beda siapa tau bisa dijadikan pembanding.


Eh sukses loh.. senangnya ya ampun.. walaupun menurut seleraku dan orang-orang di rumah, resep primarasa ini sedikit 'kering' kuenya, mungkin karena di rumah lebih suka lapis legit yang relatif lebih berminyak. Tapi overall seru karena bisa berhasil mencoba lagi, berhasil membuat lapis legit, dan berhasil menjaga komitmenku untuk setia mengikuti tantangan KBB, karena tadinya sudah hampir kendur. Yah jadi curhat.. hahaha.













9. Dwi Hesti R

Berapa lapis? Ratusan .. !!! Hehehe ... meski sempet bingung tentang api oven di 3 lapis pertama, yang membuat lapisan terlalu matang (bukan gosong ya, hahaha), dengan keringat gobyos, akhirnya Dwi Hesti berhasil juga menyelesaikan lapis demi lapis meski harus kelupaan sama prune dan hasil panggangan api atas tidak sama warnanya, hehehe. Hesti pun jadi jatuh cinta sama kue ini, dan pengen bikin lagi dengan variasi yang lain. Katanya, hayo ... jangan ngaku orang Indonesia yang bisa baking kalau belum bisa bikin lapis legit !!!






10. Febi



Ini adalah tantangan pertama Febi di KBB. Saking semangatnya, tantangan ini langsung dikerjakan beberapa hari setelah email cinta KBB diterima. Kalau gagal bisa punya banyak waktu untuk ulang lagi. Untungnya langsung berhasil, mengikuti dengan benar step by step resepnya. Febi hanya menambahkan spekuk lebih banyak di adonan, karena suka sekali dengan aroma spekuk. Febi puas banget dengan hasilnya, tapi besok-besok kalau buat lapis legit lagi mau kurangin buah prunenya, karena menurutnya telalu banyak prune "mengganggu" rasa original si lapis legit. Siapa bilang bikin lapis legit itu meyebalkan? Tengok yuk di sini, bagaimana Febi menikmati proses pembuatan lapis legit, terutama saat proses menuang dan menyetrika lapisan demi lapisannya.





 
Arfi belum yakin sepenuhnya jika lapgit prunesnya sukses sebab lupa setting api grill (api atas untuk ovennya) hahaha! Namun rupanya anak-anak bolak-balik nyemilin aja. Berarti lezat dooong? Pengin tau ceritanya? Lanjut di sini yaaa….







12. Emma Isti (non blogger)
Berikut kesan dan pesan dari mba Emma..


Awal bulan lalu dapat oleh-oleh Prunes, kebetulan punya banyak stok kuning telur .  Lah kok kebetulan juga  tantangan KBB kali ini tema “Made in Indonesia –Lapis Legit Prune”.  Pas banget deh..eh tapi pas males juga ya (heehee), jadi deh bikinnya SKS.

Baca resep, cek bahan semua sudah lengkap. Ada sedikit perbedaan komposisi dan proses pemanggangan dengan yang biasa saya buat. Dalam resep ini perbandingan jumlah tepung dan telurnya sedikit lebih banyak. Memang cukup banyak komposisi dan variasi resep lapis legit ini, salah satunya resep dari primarasa. Resep ini sama sekali belum pernah saya coba,tapi melihat komposisiya, saya membayangkan kue ini akan kokoh.  Berhubung tidak terlalu suka manis, gula dikurangi, dan kuning telur yang dipakai adalah frozen, sebelum dipakai dithawing dulu tentunya.  Kuning telur yang di fozen konsistensinya lebih pekat cenderung padat (paste). Untuk menghasilkan batter yang homogen, frozen kuning telur dikocok terlebih dahulu, setelah benar2 halus baru kemudian dicampur dengan putih dan kuning telur yang fresh dan dikocok seperti biasa.  Emulsifier tidak saya pakai.

Proses baking saya mengikuti instruksi resep, lapisan pertama dan kedua dibake dengan api bawah, lapisan berikutnya menggunakan api atas.  Sayangnya prune yang saya gunakan kandungan airnya cukup tinggi, saat dibake adonan sedikit menggelembung dan air yang keluar merembes ke lapisan dibawahnya. Ini terlihat pada tiap lapisan ada sedikit warna yang lebih gelap mirip adonan /lapisan yang bantet.  Setelah matang, buah prune masih basah, mungkin karena memang masih panas. Biasanya untuk menghindari cekung/mengkerut di permukaannya setelah dikeluarkan dari oven cake langsung dibalik dan dibiarkan hingga benar-benar dingin, baru kemudian cake dikeluarkan dari loyang. Kebayang kalau loyang dibalik  semua prune akan menempel dikertas. Akhirnya tanpa menunggu dingin, kue langsung dikeluarkan dari loyang dalam kondisi masih panas. Walau ada yang sedikit terkelupas dan menempel  dikertas, tapi tidak merusak  kue. Untung kuenya cukup kokoh (seperti dugaan saya), walau dikeluarkan saat panas, kue tidak mudah hancur. Untuk rasa enak, tapi teksturnya sedikit lebih berat dari yang biasa saya buat.






13. Sandra Andrisa
Mba Sandra udah sering membuat lapis legit kayaknya nih...review beliau adalah:


Untung sudah sering membuat lapis legit prune ini, jadi lumayan tau trick2nya.
Ikuti pengalaman mba Sandra di sini ya....












14.  Sari Suwesmin


Belum lengkap nih cerita dari mba Sari...pulsa inetnya abis soalnya..
Tapi jangan salah, lapis legitnya cantik ya..

Kata mba Wid: Lumayan gak kagok ngerjainnya. Sebelumnya udah pernah beberapa kali buat setelah belajar dari sang master, pak Anthon. Gak nyangka loh engineer jago bikin lapis legit. Top punya lagi...
Mba Wid udah berpengalaman nih...hayuk simak pengalamannya di sini...





Rupanya semua sama yah kalo membuat lapis legit...sesuai komentar mba Ida ini - Bikin Lapislegit  ini bener-bener butuh kesabaran..simak laporan mba Ida di sini...



Menurut mba satu ini, proses memanggang yang berbeda membuat kue lapis legit ini membutuhkan waktu lebih dari 5 jam dan seperti biasa karena terburu-buru jadi deh hasil akhirnya tidak seperti yang diharapkan. Padahal hasilnya cantik ya...coba kita intip laporannya di sini...
  

18.  Dewi Oni
Kata mba Dewi Oni - senang bisa mengerjakan pe er kali ini. Lapis Legitnya mendapat banyak pujian..Ternyata aku mampu membuat lapis legit...
Senangnya senangnya...andaikan kita dikirimkan seiris untuk dicoba hehehe...simak pengalaman mba Dewi di sini...



Kata mba Ajeng, layernya cuma jadi setengah, sepertinya cukup satu lapis yang pake api bawah. Sisanya mungkin lebih baik pakai api atas untuk ovenku. 
Memang kudu punya oven api atas untuk tantangan satu ini..lanjut ceritanya ada disini ya.



Wahhh yang ini pengalaman  dan cerita seru dari mba Marieska...
Untuk kue lapis legit, sebenernya dulu sih sering bantuin mama waktu beliau masih terima pesenan kue lapis legit. Kalau sekarang kan sibuk sama tanaman, jadi uda ga terima pesanan kue. Tapiii, dulu itu bantuin mama cuma manggang aja. Kalau bikin dari 0 sih belum pernah secara khusus. Paling bantuin mecahin telor :D Giliran dapet pe er bikin kue lapis legit langsung deh panik haha.

Nah kue lapis legit kali ini bikinnya cuma 1/2 resep aja. Secara kan bikin sendiri from scratch ya (eh bareng si dede deng :D). Pakai telur ayam negri dengan kuning telur 14 butir. Untuk mentega dan margarin, karena mendadak bikinnya, jadi ga sempet beli2an, pake yang ada di rumah aja, baker's mix yang uda campuran mentega dan margarin. Trus karena ga punya dan ga suka prunes, jadi pakai chocolate chips aja. Loyangnya tadinya mau pakai ukuran 14x14, tapi ga jadi karena akhirnya pakai loyang khusus kue lapis legit yg lebih tebel bahannya, bentuk bulat.

Untuk manggangnya, dulu itu selalu pakai oven mama yang khusus buat kue lapis legit. Modelnya kaya laci yang bisa ditarik keluar. Sekali manggang muat kira2 8 loyang kue. Pernah nyoba pakai oven listrik, karena ga tau mana api atas / bawah dan manual booknya entah dimana, baru beberapa lapis uda gosong song. Haha. Sayang sekali karena sejak pindahan dapur kue nya belum siap dipakai, saat ini oven itu belum bisa dipakai karena guede bok, ga bisa digeret2 pindah ruangan, haha.. Sempet nanya si mama, oven microwave yang biasa dipakai buat aku dan dede main2 tepung itu bisa dipakai buat kue lapis legit apa ngga. Belio ga yakin. Jadinya kali ini nyoba oven (ini disebut oven juga ga ya?) yang si mama beli di Philippines. Modelnya kaya panci, dengan kaca bening, sumber panasnya dari atas aja. Di lapisan2 awal, sempet terbentuk pusaran adonan di titik tertentu, bikin lapisannya jadi nonjol kaya orang memar. Pas udah mau selesai, baru ngeh kalau mungkin itu karena ada lubang yang keluarin udara panas dari tutup oven di satu titik itu. Setelah loyang dipinggirin biar ga di bawah lubang itu, pusaran adonan itu ga terbentuk lagi. Sayang baru tau di lapisan2 terakhir. Sampai lapisan terakhir ga tercium bau gosong sama sekali, ga kaya waktu pakai oven listrik dulu.

Hasil akhir kue lapis ini menurutku gagal.  Hahaha. Kuenya kering, bagian bawahnya mulai menuju gosong. Rasanya sih enaakk. Kesalahan sih bukan di resep. Ternyata pakai oven ini juga ga bisa. Tetep pakai oven gas itu yang paling baik hasilnya(buatku loh ya :D).

Mulai ngocok dari jam 7, selesai jam 12. Hasilnya kering. Tapi tetep puas karena enak kok sebenernya. Cuma salah di oven aja, belum kenal oven. Lain kali kalau dapur kue uda bisa dipakai, mau nyoba lagi pakai oven gas. Mudah2an berhasil :)
Ceritanya lanjutttt di sini ya...


Gara2 tantangan ini, mba Sofie jadi berani mencoba lho....ini komen beliau:
sepatah kata: lapis legit sudah lama banget ada di list resep yang ingin dicoba. Hanya karena KBB-lah akhirnya si lapgit ini
akhirnya dicoret dari antrian resep tsb ahahahaa... Tapi sepertinya lapgit saya masih belum bener deh, sepertinya agak bantat. Karena setelah dicoba berasa agak keras kurang moist. Mau diulang kok masih ngga tega mecahin telor sebanyak itu.
Lanjut di sini ya...


Semangat mba Esterina kudu di contoh nih..berikut reviewnya:
Wah ternyata bener2 lama bikinnya... hampir 6 jam.. tapi puaaaaassss tak terkira rasanya pas ngelapis lapisan terakhir.
Proses bikinnya tidak serumit yang kukira, tapi ternyata perlu ketelatenan luar biasa... melapis demi lapis dalam suhu dapur yang jadi panas karena oven menyala... benar-benar menantang.. hehehee.. (untung ada suami yang bentar-bentar nengok dan ngipas-ngipasin aku.. hehe.. berharap dapet bagian gedhe kayanya..)
Karena saya dan suami anti margarin (anti transfat benernya) dan tidak suka prune atau kismis, resep tantangan aku modifikasi sedikit... pakai seluruhnya mentega, dan tanpa prune atau kismis, plus sedikit bumbu lapis legit.
Rasanya? Enaaaak!!! Lembut menggoda dan manisnya pas. Lapis Legit paling enak yang pernah aku makan... Sebenarnya agak kurang puas dengan hasil lapis-lapisnya... belum rata warnanya.. ada yang kegosongan, ada yang kemudaan... perlu latihan lagi kayanya supaya lapis-lapinya bisa sempurna rata warnanya... hehe.. cari alasan untuk bikin lagi..

Makasih ya mbak-mbak hostess yang udah milih Lapis Legit untuk tantangan kali ini.. *peluk erat-erat*
*jadi terharu...critanya berlanjut di sini ya...*



23. Kartika
Kayaknya kalo membuat lapleg kudu sabar dan fokus ya..jangan sampai mengalami pengalaman mba Kartika ini hehe - Saya bikin 1/2 resep berhubung ga ada yg makan nantinya. Rupa2nya lapis legit ga jodoh sama saya karena beberapa lapis ada yg gosong termasuk lapis terakhir. Padahal dah ditungguin di depan oven. Sayang sambil pegang andro..jadi keterusan baca thread heboh...walhasil kelewatan dey.

Lanjutannya di sini ya...



Review dari mba Lany nih: Ini kali kedua saya membuat lapis legit. Meskipun belum sempurna, tapi sudah cukup memuaskan hasilnya. Lapisannya terlihat dan teksturnya cukup moist dan berminyak. Rasa manisnya juga pas dan tidak berlebihan, ditambah lagi ada rasa sedikit asam dari manisan prune yang makin menyeimbangkan rasanya. 
Simak yukkkk di sini...









25. Vina
Siapa yang nggak tau kue satu ini, manis, lembab, dan enaak. Tapi, kl bikin sendiri, gimana ya? Tantangan yang bikin puyeng. Saat lagi mixer adonan, si kecil malah masukin tepung di adonan yang belum mengembang. Huaaa... Gimana jadinya ya My first lapis legit?? Naah, lihat yuuuk di sini.





Ijin:
1. Mulianie
2. Hanna
3. Renny Susanti 
4. Vin 
5. Arilena


Dengan ini tantangan KBB#39 ditutup yaaaaaaa...mari kita tunggu tantangan berikutnya..
Tetap semangat ya dan sampai jumpa di tantangan berikutnya.

Salam,

Duo Host
Amy & Devi