Thursday, 7 January 2016

Round Up KBB # 49: Cinnamon Buns (Cold Fermentation)

01. Jane Sipasulta (2010-020-JS)


Adonan yang bertekstur lembut dengan perpaduan wangi lemon dan kayu manis benar benar bikin roti ini spesial.. Mantaapp deh pokoknyaa..


02. Kartika Sasmito (2015-047-KS) (non blogger)

Pertama kali baca tantangan langsung tepok jidat "waduh bener2 tantangan berat" karena seumur-umur belum pernah bikin roti. Beberapa kali mencoba bikin pizza pun hasilnya selalu bantat dan keras. Okelah kita coba. 

Saya catat resepnya dan baca baik2 sampai beberapa kali dan praktek. Begitu dough dikeluarkan dari kulkas looks good alias mengembang, setelah diroll (ternyata salah ngeroll) dan dipanggang... oh nooo koq penampakan kurang cantik alias pucat gak bisa coklat. Dan setelah diglazur dan dicoba makan enak sih yummy... tapi agak keras. mungkin susunya di awal pencampuran dengan ragi terlalu panas. 


 Overall, masi belum bisa sukses sih tapi senang juga karena ini pengalaman pertama buat roti. Thank you kbb buat tantangan yang "sangat menantang" ini.  






Surat tjinta yang datang kali ini adalah tentang roti. Roti yang dipilih adalah cinamon buns tapi teknik yang digunakan adalah cold fermentation. Teknik ini dinamakan cold karena adonan roti dapat disimpan dalam almari es selama paling lama 4 hari. Teknik ini cocok untuk yang ingin meikmati roti hangat fresh from the oven dipagi hari. 

Aku buat adonan 2 hari sebelum pengovenan. karena kebetulan anak - anak banyak request camilan yg lain. Roti ini aku buat setengah resep dan hari pertama pengovenan aku ambil separuhnya. Roti ini dapat dari resepnya panjang sekali tapi sebenarnya prosesnya tidak terlalu panjang. banyak menunggunya, karenanya dikatakan perlunya management waktu




Karna sudah pernah bikin roti dengan cara cold fermentation untuk pembuatannya sendiri tidak banyak kendala. Yang jadi permasalahan adalah saat pembuatan toping atas. Pilihannya sih pake White fondat glase. Karna nggak punya corn syrup dan gula halus saya pake glukosa dan gula pasir yang saya hangatkan. Baru saya tuangi susu hasilnya jadi terlalu encer dan terlihat bening. 



Bagian yang paling membuat penasaran adalah proses fermentasinya yang memakan waktu minimum 1 malam di dalam kulkas, seingat saya terlalu lama fermentasi akan membuat roti jadi asam dengan bau ragi yang menyengat. Tapi resep ini berbeda sama sekali, setelah 3 malam dikulkas hasil akhir rotinya tetap enak tidak ada bau asam yang menyengat.

Resep ini tergolong simple dan tanpa telur, sangat cocok bagi kita yang suka kekurangan waktu ketika membuat roti. Sistem Cold fermentation-nya menolong kita lebih mudah mengatur waktu antara menyiapkan adonan, hingga memanggang karena bisa dilakukan di hari yang berbeda.


Walaupun masih sibuk dengan urusan beres2 pasca pindahan, plus jaringan internet yang lumayan melatih tingkat kesabaran.. tapi Alhamdulillah semua bisa terselesaikan dengan baik... Saya pribadi penyuka cinnamon rolls/buns. Hanya saja ini kali pertama saya menggunakan resep dengan teknik cold fermentation. Awal2nya sedikit ragu dengan hasilnya karena diresepnya tidak menggunakan telur. Tapi ternyata hasilnya lembuuuuuut sekali dan juga tidak asam meski sudah disimpan 24jam di dalam lemari es. Rotinya pun tetap lembut dan tidak kering walau sudah seharian. Demi menyesuaikan dengan selera anak2, akhirnya beberapa roti saya isi dengan selai blueberry dan coklat.













Pertama kali lihat resepnya, yang pertama muncul di pikiran adalah "waduh panjang juga resepnya". Setelah dibaca dengan seksama ternyata resepnya memang panjang tapi tidak seribet kelihatannya. Dari awal baca judul resep, sudah langsung kepikiran untuk ganti taburannya. Kenapa? karena tidak seperti orang pada umumnya, saya tidak suka aroma yang diberikan oleh kayu manis. Saya awalnya berniat sama sekali tidak menggunakan cinammon lalu menggantinya dengan membuat taburan Choco cheese, Floss, dan yang terakhir dengan Palm sugar, but for the sake of the recipe's name, akhirnya memutuskan untuk menambahkan sedikit, (literally sedikit)  kayu manis ke campuran palm sugar. Paling tidak adalah sedikit aroma cinnamon walaupun samar-samar. Ternyata buns ini empuk dan enak apalagi kalau diberi olesan cream cheese frosting di atasnya..





Berhubung hasilnya gagal jadi aku ga buat dengan toppingnya, karena masih penasaran, nanti mau coba lagi. Gagal, karena tepung bebas gluten tidak cocok untuk metode cold fermentation. Tapi rasanya asli enak.






Masih belum sempurna siyy,  apa karena pakai unbleached organic flour yaa hehehe (padahal pakai tepung yg biasa aja yaa belum pernah sukses maknyus menul2). Anyway teteup enak dimakannya karena saya pakai coklat chip dan lapiran cream cheese, walaupun sudah dingin.















Cinnamon rolls itu salah satu bentuk roti yang paling saya suka karena mudah, ga ribet bentuknya. Untuk cinnamon sendiri sebenarnya saya kurang suka karena terlalu harum, hehe.. Hasil jadi resep ini empuuk, step2nya tampak banyak dan ribet tapi sebenarnya tidak serumit itu kok. Dicoba yuk, pasti ketagihan :)

















Pengalaman pertama membuat cinnamon buns - membuat buns nya lumayan mudah, nampaknya untuk topping bisa variasi













Hamppiirr aja lupa laporan, lupa kalau sudah akhir bulan. Tadi iseng2 liat fb Eeh ada foto cinnamon bun-nya marieska. Langsung tuing tuing ada yg lupa. Lupa laporan, lupa udah 30 nov. Soalnya udah buat si cinnamon ini dari awal bulan sebenernya.
To the point aja yaa..













Cinnamon Buns ini cukup menarik untuk dicoba karena memakai teknik cold fermentation.
Proses pembuatan cukup lancar meskipun sedikit over fermentation sebelum digiling.
Tapi hasil akhir rasanya enak sekali, apalagi setelah diberi frosting cream cheese. 













14. Emma Isti  (2007-001-EI) (Non-Blogger)

Setelah baca surcin ..tantangannya cinnamon buns,  awalnya semangat untuk bikin. Kebetulan dah lama dan gak bikin cinnamon roll. Apalagi pas lihat resepnya yang pakai metode cold fermentationnya om Peter Reinhart..suka banget dengan aroma dan tekstur rotinya.
Metode cold fermentation ini memang buatnya perlu waktu agak panjang. Tapi buat yang punya waktunya mepet kayaknya cocok nih, karena gak diburu waktu dan khawatir doughnya overfermented.  Contoh saya ini  haha.. sampai 4 hari adonan difreezer. Hari ke-4 dough baru dibake. Sayangnya saat eksekusi tantangan ini  kok mood baking dan pegang kamera lagi redup.  Untungya semua berjalan lancar sih..dari proses thawing..menggulung dan baking.
Walau ketebalan buns tidak sama dan loyang yang dipakai agak kecil, hasilnya tetap ok. Rotinya empuk..wangi. Hanya toppingnya agak manis buat lidah saya, tapi komentar yang kebagian icip-icip enak..enak., "gak kalah dengan roti di toko" komentarnya. 
Foto pun seadanya, pakai kamera hp saja. Foto boleh seadanya..tapi rotinya kan ludes tak bersisa..sudah pasti toplah rasanya..





Pas bikin agak lama ditaro di dalam kulkas, jadi pas dipanggang rada keras si rotinya, tapiiiii.... topping dan glaze nya bener-bener bikin ketagihan.



Ijin:
Rachmadini Adi Putri
Renny Susanti
Dewi Oni
Widya


Salam Roti


(Widya)


No comments:

Post a Comment