Sunday, 14 October 2007

Round-Up KBB #1: Paris-Brest



Saya sempat celingak-celinguk pada minggu terakhir deadline tantangan pertama, kok pada adem ayem ya KBBers ga pada nyetor hasil karyanya? Beberapa orang anggota yang biasa baking dan menerima orderan banyak yang absen. Padahal menurut saya sih ini tidak perlu terjadi jika mampu memenej waktunya. Soalnya saya sudah mengirimkan resep itu dari bulan September, diberi keleluasaan waktu 3 minggu. Kalau diamalkan pada minggu pertama setelah pengiriman resep kan berarti ga bakal benturan dengan orderan Hari Raya? Sedikit kecewa karena komitmen ternyata masih harus dipertanyakan di sini. Tapi mudah-mudahan kita semua memetik hikmah dari semua ini.

Saya sendiri harus mengundurkan jadual round-up hingga tanggal 13 Oktober. Di sela-sela kesehatan yang belum juga kembali normal, saya akhirnya harus memposting round-up, gimanapun juga. Ada beberapa teman yang tidak kedengaran kabar beritanya, padahal saya sudah melayangkan reminder. Ga ngerti deh mau gimana lagi, kepalaku dah cekot-cekot nih.

Namun dari kekecewaan ini beberapa teman tetap memiliki komitmen yang sangat tinggi. Meskipun menerima orderan dan lelah setelah sakit, tetap mengamalkan resep. Saya sangat hargai semangat teman-teman ini. Hugs! Well done, everyone. Saya sangat harapkan partisipasi teman-teman semua di periode berikutnya. Ayo ah, semangat dan komitmen!

Untuk host periode yang kedua saya memilih Ema Novita untuk mengorganisir karena saya melihat semangat dan keseriusan juga hasil akhirnya cantik sekali. Resep juga logo Nov-Des 2007 sudah dipersiapkan dan akan saya kirimkan kepada Ema. Untuk ini kita akan berkomunikasi lewat email saja.

Berikut hasil karya teman-teman semua. Silakan saling berkenalan satu dengan yang lainnya jika belum kenal. Happy blog-walking ya semuaaaa!


Ya iya lah, aku musti duluan! Juga sudah membuat yang kedua kali untuk step-by-step di blog KBB.


Ezza termasuk salah satu anggota yang sudah mengamalkan resepnya jauh-jauh hari! Semangatnya itu loh! Tetap semangat ya Ezza! Makasih partisipasinya ya!


Ema, sang host untuk tantangan kedua nanti kelihatan antusias dengan tantangan yang pertama ini. Hasilnya pun sangat cantik! Makasih partisipasinya ya!


Ellen sudah mengirimkan fotonya sejak awal meskipun masih di draft di blognya karena ga puas dengan fotonya. Tapi toh harus menyerah dengan PMS. Thanks, Ellen! I love the way you decorate the PB with strings of caramel! Lovely.


Noe katanya sih jarang ngupdate blognya dan katanya nih mudah-mudahan jadi rajin gara-gara ikutan KBB hehehe... Well done ya Noe! Makasih partisipasinya ya!


Regina termasuk orang yang semangatnya masih tinggi! Coba lihat baca aja ceritanya di sini. Makasih ya Reg semangat dan partisipasinya!


Yohana sengaja bikin blog gara-gara pengen ikutan KBB. Eh, coba deh lihat lagi postingan-postingannya yang terbaru di My True Passion-nya Yo. Makasih ya Yo atas partisipasinya.



Restianni meskipun mengalami kesulitan dengan toffee-nya, tetep aja maju dan semangat! Ini kutipannya:

Proses dalam Baking Paris Brest ini ternyata tidak sulit selain Toffee nya

yang menjadi kendalaku, selain aku blum pernah bikin toffee, panci ku juga

dasarnya hitam jadi ndak gitu keliatan perubahan warnanya.

ternyata saat disiram diatas PB, baru sadar warnanya koq putih ya?? akhirnya

bolak balik di panasin lagi.

terakhir toffeenya jadi kristal.

Sedangkan PB yang aku foto ini adalah siraman toffee yang sudah dipanasin ke dua kali yang aku mau tanya, pas di siram toffeenya walaupun kurang golden tapi masih keliatan shiny, keesokannya toffeenya jadi rada putih susu alias nga bening lagi (nga kinclong seperti sebelumnya) apakah toffee memnag begitu atau cara ku yang salah?

aku masak toffee seperti dalam resep cuman belum cokelat dah aku matiin trus pas di cuil dikit dgn garpu (apa krn garpu ini yang bikin toffeenya mengkristal? apa harus pake cetong kayu?) hasilnya putih bening jadi aku taruh balk diatas kompor dan nyalain lagi kira2 1 menit

Resti, makasih ya partisipasinya!


Sofie: Ceritanya ternyata belum diupdate di Violet's Hill

Ini email laporannya:

1. Adonan Kulit
Tadinya sy mau menyemprotkan diluar lingkaran. Tapi dipikir2 kok besar sekali yah? Semua adonan tepat menjadi 16 buah sus kecil2.


2. Adonan Pastry Cream (Custard)

Saat vanili batang dimasukkan, cairan penuh dengan butir2 vanili. Jadinya, waktu dicampurkan kedalam adonan telur, sy saring deeh...
Kemudian saat dipanaskan kembali.. ternyata nyaris gosong.. :D.. didasar panci sudah mulai berkerak. Alhasil adonan custard ada bercak2 coklat deeh...

3. Toffee

Waktu sy bikin toffee, ada beberapa kecelakaan.
Yang pertama : setelah toffee hilang gelembung, sy pindahkan ke wadah lain. dalam pikiran sy supaya cairan karamel tidak terus matang, sy harus kasih air. Jadilah sy beri wadah lain dengan air biasa. Setelah masuk langsung... kraakk.. pecah deh wadah karamelnya, dan si toffee pun terisi air... Hikksss... hancur deh..

Yang kedua : sy membuat lagi. Ternyata.... gagal total!!! Cairan karamel berubah menjadi kristal. Waduuuh..

Yang ketiga: pantang mundur bikin lagi. harap2 cemas takut terjadi kristal lagi. Meskipun saat diberi api kecil dan didiamkan sudah mulai muncul busa2 kristal. Tapi untunglah akhirnya jadi juga...

4. Finishing.


Sempat bertukaran email sama Eliza yang udah mau give up. Ternyata semangatnya tinggi juga ya kamu, Liz. Salut aku! Kegagalan itu ternyata banyak hikmahnya ya! Plus, kamu jadi lebih banyak ngobrol sama Regina dan Irma. Makasih partisipasinya ya Liz!


Lanny kirim email (karena ga belum punya blog) dan bilang kalo hasilnya gagal. Adonannya setelah dipanggang ternyata lengket di baking paper. Saya jadi heran, barangkali kualitas baking papernya ga bagus ya? Selama pake baking paper saya ga pernah ngolesin mentega.Temen-temen lain punya saran?


Tanti ternyata memiliki hasil yang puffy banget ya. Coba lihat deh di blognya. Makasih ya Tanti partisipasinya.


Yanna baru setor foto belum ditulis ceritanya. Jadi sabar ya. Bisa cek setiap waktu di blognya Yanna. Makasih ya Yan partisipasinya, meskipun ketimbun kerjaan dan orderan Lebaran, masih menyempatkan diri mengamalkan resep. Good job!


Emma Isti mengirimkan ceritanya lewat email. Ini ceritanya:

Dengan sisa tenaga yang ada...maka mulai coba baca resep dan coba buat. dari persiapan sampai membuat adonan sikh sebenarnya tidak ada masalah, hanya memang sedikit lupa saat memasukan telur ke dalam adonan, telur utuh langsung dimasukan. Begitu lihat cairan putih telur cukup lumayan banyak...baru sadar, kalau adonan ini cuma sedikit, jadi tetap saja harus hati-hati dalam memasukan telur ke adonan terigu yang sudah dimasak dengan mentega. mumpung belum sempat diaduk, akhirnya cairan telur yang agak berlebihan diambil sebagian, jadi adonan tetap bisa terselamatkan...konsistensi sebelum dipanggang cukup kokoh dan tidak mencair. selanjutnya sesuai instruksi, adonan yang sudah jadi dibuat lingkaran2 kecil dengan diameter 4 cm, hasil jadinya adalah 16 lingkaran kecil, dengan batang lingkaran kurus-kurus. Masalah muncul saat pemanggangan, mungkin karena dikerjakan dalam kondisi yg lelah dan masih kurang fit kali ya...sampai lupa kecilkan suhu oven saat adonan sudah mulai mengembang, dari awal oven sudah di pasang dengan suhu tinggi (200 C) sampai selesai pemanggangan, ditambah lagi loyang diletakan di rak paling bawah, maka dipastikan si kue over bake, kalau dibilang gosong sikh nggak ya, cuma tekstur kue jadi lebih keras dan lebih mirip dengan sus kering. Saat akan diisi semua kue tidak ada yang bisa dibelah...setiap dipotong pasti patah. Terpaksa di hari berikutnya buat adonan baru dan dibuat dengan khusyuk, tapi adonan yang kedua ini hanya menghasilkan 9 buah lingkaran, bisa jadi hanya 9 karena besarnya lebar tali lingkaran memang lebih besar, walaupun diameter yang dibuat sama yaitu 4cm. Nggak mau gagal lagi kali ini benar2 memperhatikan suhu oven. Kue dipanggang dengan suhu oven 200 C selama 7 menit, kemudian dilanjutkan pemanggangan selama 11 menit, dan kue dibiarkan dalam oven yang sudah dimatikan selama 5 menit, hasilnya jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Warna lebih cantik dan mudah dipotong.

Filling/pastry cream/custard.

dalam pengerjaan tidak ada masalah, tapi menurutku fillingnya agak kemanisan ..mungkin karena aku kurang suka makanan yang terlalu manis saja ya. akhirnya sebagian filling aku campur dengan sesuatu yang bisa menetralkan rasa manis...yaitu strawberry segar, pasta kacang (selai kacang yg plain) dan selai bluberry. lumyan hasilnya, bisa netralkan rasa manis yang berlebih, tadinya sempat terfikir, pastry cream diganti dengan cheese cream, basicnya tetap custard tapi ditambahkan dengan cream cheese...ternyata cream cheesenya sudah tidak layak pakai.

Setelah filling jadi, kue dibelah di panggang sebentar, biar agak sedikit kering...tapi tidak sampai keras kemudian salah satu sisinya diisi dengan filling, tutup kembali dan disiram dengan toffee (air gula ygna kental)

Ada beberapa yang terlewatkan, bagian atas sus tidak sempat ditaburi dengan irisan almond. Kalau dikue ada sedikit bintik hitam, karena aku pakai vanila bean.

O..ya selain filling yang terasa manis...kulit susnya sedikti tawar...mungkin perlu ditambahkan garam pada adonan susnya, memang diresep tidak ada pemakaian garam.

Makasih ya Emma, masih sempat berpartisipasi di KBB #1 meskipun baru habis sakit dan terima orderan Lebaranan. Semanga ini nih yang kudu dipelihara.

Santi juga sudah mengirimkan draft yang akan diupdate di blognya. Tetapi karena suatu hal, saya tidak bisa meng-copy-paste foto-fotonya. Nantikan saja ya Santi akan mengupdate blognya mengenai Paris-Brest di blognya.


Kartika juga sudah mengamalkan resepnya dan mengirimkan hasilnya. Makasih partisipasinya ya Tika. Semangatmu dan hasil yang cantik betul-betul membahagiakan!

Updated 18 October 2007:

Monica menyusul nih. Makasih ya Mon, akhirnya terkirim juga! Hugs.


Foni juga baru mengirimkan link dan fotonya. Ceritanya silakan lihat di sini ya. Good job, Fon! Makasih ya udah partisipasi!


Plus Irma nih. Setelah round-up dikirimkan ke masing-masing anggota, baru ketahun ternyata Irma belum nyetor foto dan linknya. Mohon ke depannya buat semua ya tolong kirimkan link dan fotonya melalui email, karena saya ga selalu bisa online di Multiply. Makasih Ir, partisipasinya! Sibuk di dapur ya, bu jadi kelupaan hehehe...

Salam KBB! Semangat terus ya!

Friday, 28 September 2007

Resep Tantangan #1: Paris-Brest



Sumber: AWW Wicked Sweet Indulgences

Tingkat kesulitan: Mudah. Untuk 16 buah.


Adonan Kulit

20g mentega,
¼ cup (60ml) air,
¼ cup (35g) tepung terigu,
1 btr telur

Panaskan oven, suhu tinggi. Olesi 2 loyang datar dengan mentega atau alasi dengan baking paper. Campur mentega dengan air di panci, didihkan. Tambahkan tepung, kocok dengan sendok kayu hingga adonan lepas dari sisi panci. Angkat, pindahkan ke wadah lain, masukkan telur dan kocok hingga adonan lembut.

Buatlah 4cm lingkaran sebanyak 8 buah. Semprotkan adonan ke lingkaran sebelah luar, panggang dalam oven panas selama 7 menit (ini tergantung suhu oven masing-masing). Turunkan suhu hingga ke suhu sedang, panggang lagi selama 10 menit atau sampai cincin pastry-nya kecoklatan dan crisp. Belah pastry, horizontally, panggang lagi selama 5 menit atau sampai cincin mengering. Dinginkan dalam suhu ruangan.



Adonan Pastry Cream (Custard)

1 cup (250ml) susu,
½ batang vanili, belah dua,
3 btr kuning telur,
1/3 cup (75g) gula caster,
2 sdM tepung maizena

Didihkan susu bersamaan dengan batang vanili. Angkat batang vanili setelah mendidih. Kocok kuning telur, gula dan tepung maizena dengan mixer hingga kental. Tambahkan susu sedikit demi sedikit. Masak lagi custard di atas api besar hingga mendidih dan adonan mengental (take care not to burn the custard!).

Sendokkan custard ke dalam piping bag, lalu semprotkan ke atas 16 cincin paruh tadi, tutup dengan separuh bagiannya lagi. Letakkan paris-brest ke atas loyang yang dialasi foil. Tuangkan toffee di atasnya dan susun atau taburkan almond iris (20g).

Toffee

1 cup (220g) gula caster,
½ cup (125ml) air

Campur gula dan air, aduk hingga gula larut di atas api besar, lalu jika gula sudah larut, didihkan. Turunkan suhu api, terus masak toffee tanpa ditutup dan tanpa diaduk hingga warnanya coklat terang (kalo warnanya coklat tua atau kehitaman itu namanya gosong, bo!). Angkat dari api, biarkan dulu hingga gelembung udaranya habis.



Friday, 21 September 2007

Jenis Kacang-kacangan

Kacang seringkali digunakan baik dalam dunia baking maupun dunia masak (untuk mengentalkan saus atau membuat gurih masakan, misalnya). Selain rasanya yang enak, kacang-kacang mengandung banyak vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh kita seperti copper magnesium, folic acid, potasium, dan vitamin E. Kacang-kacangan memang mengandung kadar lemak yang tinggi tetapi kebanyakan lemak yang terkandung adalah monosaturated, yang katanya membantu menurunkan tingkat kolesterol. Betul atau tidaknya, kalau mengkonsumsi kacang-kacangan dengan moderasi saya rasa tidak akan membahayakan, kecuali jika yang mengkonsumsi menderita alergi.

Almonds merupakan jenis kacang yang berasal satu keluarga dengan cherry, apricot, dan peach. Kacang ini sering digunakan dalam dunia baking karena ketersediaannya yang mendunia juga karena rasanya yang juga gurih. Almond meal (bubuk almond) merupakan hasil ayakan dari kacang almond yang sudah dikupas dan yang ditumbuk atau diproses dengan food processor. Vienna Almond merupakan kacang almond panggang yang sudah dibalut dengan toffee atau caramel. Almond essence adalah esens yang dibuat dari ekstrak almond.


Brazil nuts dipanen dari Amazon Basin yang merupakan sumber selenium yang bagus untuk tubuh. Kacang ini kadang-kadang dipakai sebagai tambahan campuran dalam rich fruit cake.


Cashew nuts (kacang mete/mede) memiliki bentuk seperti koma yang tumbuh di ujung daging buah yang wangi dan sangat juicy. Kacang ini ternyata berasal dari Brazil. Kacang ini juga sering dipakai sebagai bahan pengganti kacang almond.


Hazelnut (kacang hazel) mengandung rasa yang gurih sekaligus wangi. Kacang ini termasuk kacang yang tahan lama meskipun sudah dikeluarkan dari cangkangnya, tetapi jika sudah basi rasa hazelnut akan berubah menjadi pahit. Hazelnut juga sering dijumpai di toko-toko gourmet sebagai salad oil. Hazelnut meal juga melampaui proses seperti almond meal. Hazelnut sering digunakan bersamaan dengan coklat baik untuk praline, cake/torte, kue kering, maupun jenis dessert lainnya.


Macadamia berasal dari Queensland, Australia mempunyai cangkang yang sangat keras tapi kacangnya sendiri mempunyai rasa yang creamy meskipun tidak terlalu tajam. Dalam dunia masak, macadamia dapat ditukar dengan candlenuts (kemiri), begitu juga sebaliknya.


Kacang tanah sebetulnya berada dalam barisan legume tapi setidaknya merupakan jenis legume yang paling sering digunakan dalam dunia baking. Rasanya gurih dan menurut riset kacang tanah banyak mengandung antioksidan.


Pecans merupakan jenis kacang yang usianya tidak begitu panjang. Pakailah pecans yang segar untuk baking sehingga masih mempunyai tekstur yang renyah juga masih mengandung minyak (dapat dirasakan jika digigit).


Pistachio berasal dari negara Timur Tengah dan Asia. Karena usia pistachio tidak lama sebaiknya pilihlah pistachio yang warna kacangnya hijau terang. Kalau sudah terlalu tua atau lama di toko, warnanya akan pudar, dan kacang akan berubah layu.


Walnuts merupakan kacang yang populer dan favorit di berbagai belahan dunia dikarenakan rasanya yang kaya, renyah dan gurih. Jika dijadikan campuran dalam cake, kerenyahan walnuts akan tetap bertahan dibandingkan dengan kacang mede atau pecan.


Memilih dan Menyimpan Kacang


Kacang biasanya akan cepat layu sesaat setelah jatuh dari pohon dan minyak oksida-nya akan berubah menjadi tengik atau pahit. Sebisanya hindari membeli kacang yang sudah 'basi'. Berikut rambu-rambu yang perlu diperhatikan saat berbelanja kacang:


Sumber: Majalah Cuisine.


  • Kacang jika dibeli dalam cangkangnya akan lebih lambat proses penuaannya. Inilah cara yang paling bagus untuk membeli kacang.

  • Jika tidak tersedia, belilah kacang yang masih berkulit.

  • Jika membeli kacang yang masih berkulit, belilah dalam porsi kecil.

  • Tingkat kerenyahan kacang berbeda-beda—contohnya, almond lebih tahan lama, pecans tidak tahan lama, dan macadamia yang sudah tidak bercangkang lagi akan tahan 2-3 minggu, kecuali jika dikemas dalam plastik kedap udara.

  • Karena sulit menentukan berapa usia kacang, biasakan melihat label kadaluarsa di paket sebagai pedoman, dan jika bisa belilah kacang dari petani atau pemasoknya, specialty shop atau toko-toko yang tingkat jual-belinya tinggi (sehingga besar kemungkinan pergantian stok barang dengan barang yang baru cepat lalu lintasnya dan terjamin kualitasnya).

  • Hindari membeli kacang di lemari-lemari atau wadah-wadah yang tidak tertutup karena udara akan mempercepat layunya kacang.

  • Jika bisa, belilah kacang-kacang dalam cangkangnya (walnuts, pecans, macadamias, misalnya) yang kemudian disimpan di gudang dengan ventilasi yang cukup (dan tidak lembab) untuk persediaan di musim berikutnya. Walnuts biasanya matang saat Musim Gugur.

  • Jika membeli kacang dengan cangkangnya, perhatikan keutuhan cangkang. Jika cangkang sudah retak atau pecah, sudah pasti akan mempercepat layunya kacang. Belilah kacang dengan cangkang yang masih halus dan utuh.

  • Jika ingin membeli kacang yang sudah dikelupas, belilah dalam porsi kecil dan disimpan dalam wadah kedap udara, simpan di tempat yang sejuk dan kering. Jaga kelembaban udar karena udara yang lembab akan mempercepat pembusukan dan menimbulkan jamur.


Tuesday, 18 September 2007

Pendaftaran September-Oktober Ditutup!

Alhamdulillah, ternyata banyak juga temen-temen sehobi dan pada berani menerima tantangan. Dari pendaftaran dimulai hingga ditutup kemarin, KBB mengumpulkan 23 orang anggota yang siap menerima tantangan pertama.

Untuk itu pendaftaran KBB untuk periode September-Oktober sudah ditutup. Welcome to the club untuk temen-temen yang sudah mendaftarkan diri. Resep sudah dikirimkan ke alamat email masing-masing.

Selamat berjuang!

Tuesday, 11 September 2007

Si Hitam Pengharum Makanan



Vanili merupakan bahan yang sudah sering kita pakai untuk mengharumkan makanan baik dessert maupun digunakan dalam pembuatan es krim vanili.

Vanili yang kita pakai adalah buah dari sebuah tanaman yang mengandung keharuman aromatik dan cairannya berwarna coklat tua. Vanili dijual baik dalam bentuk batangan (vanilla bean/pod), pasta (vanilla bean paste), ekstrak, esens, atau produk lain seperti vanilla sugar.

Vanilla Bean (vanili batangan) merupakan batang asli vanili yang dikeringkan, berbentuk pipih panjang berwarna hitam. Batang vanili ini dapat digunakan untuk saus-saus manis seperti vanilla custard (merupakan bahan yang sangat penting dalam pembuatan crème brulee), puding, es krim, juga cake. Pemakaiannya adalah dengan membelah batang berwarna hitam ini lalu mengkeruk biji-biji vanili di kedua sisi dalam batang tersebut. Jika batang tidak dibelah dan biji2 tidak dikeruk, batang vanili ini masih dapat digunakan lagi selama 3-4 kali pemakaian.

Vanilla Bean Paste (Pasta Vanili) merupakan campuran biji-biji vanili dan ekstrak yang direndam dalam sirup alami yang keluar dari batang vanili dan biji2 itu sendiri. Satu sendok vanilla bean paste sama dengan satu batang vanili utuh.

Vanilla essence (esens vanili) sudah sering kita akrabi di dunia baking, merupakan hasil sintetis yang 'meniru' keharuman dan warna vanili yang sesungguhnya tetapi keharumannya tidak setajam biji-biji vanili yang utuh maupun pasta.

Vanilla extract (ekstrak vanili) merupakan hasil rendaman atau saringan dari vanila batangan yang dicincang dalam alkohol sehingga memiliki ketajaman aroma yang kuat, karenanya hanya perlu beberapa tetes pemakaiannya untuk mengharumkan makanan.

Satu lagi produk yang sering beredar di pasaran adalah vanilla sugar. Ini merupakan campuran gula (biasanya pakai caster sugar) dan biji vanili (bukan pasta vanili-kalau menggunakan pasta vanili, campuran gulanya akan basah). Untuk membuat gula vanili sendiri, sediakan setidaknya satu-dua gelas gula caster, lalu campur dengan vanili batangan yang sudah dibelah dua. Tutup dan biarkan selama 1 minggu. Gula vanili ini bisa dipakai untuk taburan di atas kue kering atau sebagai pengganti gula caster biasa, supaya keharuman vanilinya lebih kuat. Gula ini juga bisa dipakai untuk taburan di atas crème brulee sebelum dibakar/menjadi lapisan karamel.

Monday, 10 September 2007

Selamat Datang KBBers!

Klub Berani Baking
(Indonesian Baking Club)


Susunan Organisasi Klub Berani Baking

Penasehat: Ibu Ine dan Ibu Estherlita
Founder: Arfi Binsted
Administrator: Widya Suci

Ketua: Renny Susanti

Moderator: Emma Isti (non blogger), Monica Adriana, Rachmah Setyawati


Susunan Organisasi Klub Berani Baking-Flickr
Administrator: Arfi Binsted, Dita


Pendahuluan
Klub Berani Baking (KBB) adalah wadah buat kita yang hobi baking, tempat curhat untuk sahabat-sahabat yang baru mengenal dapur, memegang mixer atau baru bisa memisahkan kuning telur dan putih telur.  Juga ramah sekali untuk teman-teman bakuler yang ingin memperluas pertemanan dan berlatih ketrampilan dan tips-trick serta eksplor berbagai resep-resep yang belum pernah dicoba sebelumnya. 


Asal Usul
Klub Berani Baking didirikan sebagai jawaban poll yang diadakan oleh Arfi Binsted pada tanggal 7 September 2007 di blog FoodnGarden (sudah expired karena tutupnya Multiply) yang kemudian disusulkan dengan pembuatan tata tertib KBB, dan pelaksanaan tantangan pertama pada bulan September-Oktober 2007 dengan tema Paris-Brest.


Misi
1.  Mengajak para anggota untuk berbagi ilmu pengetahuan di bidang baking.
2. Menantang dan memperluas dan memperdalam ilmu di dunia kuliner, khususnya dunia baking, termasuk di dalamnya teknik, metode, pengetahuan bahan, alat-alat dan referensi-referensi yang bermanfaat.


Keanggotaan
1.  Klub menerima anggota siapa saja yang berminat dan ready to have fun di KBB!
2. Anggota klub adalah terhitung dari Founder, Administrator, Ketua, dan Moderator. Ibu-ibu Penasehat mendapat keanggotaan eksklusif yang tidak diberi kewajiban untuk mengikuti tantangan.
3. Setiap calon anggota diwajibkan membaca tata tertib Klub Berani Baking sebelum mendaftarkan diri menjadi anggota kepada Adminstrator Klub Berani Baking dengan cara dan prosedur yang tertera di tata tertib.
4. Setiap anggota akan mempunyai ID sesuai tahun & urutan bergabung. Mis: 2014-01
5. Anggota dapat bertugas sebagai host/hosts, jika bersedia.


Host/Hosts
1. Host/hosts adalah anggota/anggota-anggota yang bertugas mengumpulkan entry berikut foto-foto dari para anggota yang menunaikan tugas.
2. Entry ini akan dikumpulkan di dalam satu koleksi yang disebut round-up hasil karya para anggota dalam melaksanakan tugas setiap tantangan.
3. Setiap anggota dapat menjadi host jika bersedia dan mampu membagi waktu mengerjakan round-up.
4. Pembuatan jadual hosting akan dilaksanakan setiap tahunnya.
5. Jika calon host/hosts yang sudah bersedia hosting tidak dapat melaksanakan tugasnya, diwajibkan melaporkannya segera kepada Administrator, Ketua atau Moderator, sehingga dapat digantikan oleh anggota/anggota-anggota lain yang bersedia.


Kegiatan Anggota Klub Berani Baking
1. Setiap anggota disarankan untuk mengikuti setiap tantangan yang hanya dikirimkan oleh host/hosts setiap dua bulan sekali.
2. Anggota Klub Berani Baking wajib menjadi anggota milis Klub Berani Baking Yahoogroups setelah mendapat persetujuan keanggotaan oleh Administrasi KBB. 
3. Anggota Klub Berani Baking dapat sekaligus menjadi anggota Klub Berani Baking-Flickr untuk mengasah ketrampilan di bidang food photography sekaligus sebagai ajang pameran berbagai karya anggota Klub Berani Baking. Anggota dapat mendaftar ke www.flickr.comuntuk mendapatkan account dan kemudian dapat bergabung dengan Klub Berani Baking-Flickr. Saat ini, keanggotaan KBB sudah dibuka untuk umum (non KBB-ers).
4. Semua member KBB dipersilakan untuk bergabung di KBB Group di Facebook.
5. Anggota Klub Berani Baking juga dapat menjadi kontributor di blog KBB dengan menulis artikel-artikel (juga foto) yang berkaitan dengan baking.


Tata Tertib Klub Berani Baking
1. Pertama kali yang perlu dimantapkan adalah niat untuk komitmen dan tetap menjaga semangat untuk terus berkarya, terus mencoba, tidak putus asa, dan…BERANI!

2. Pendaftaran
2.1.  Keanggotaan terbuka untuk siapa saja, baik untuk yang baru mengenal dapur, yang baru coba- coba, yang pemula, maupun yang sudah senior.

2.2.   Calon anggota DIWAJIBKAN untuk membaca tata tertib KBB sebelum melayangkan surat pendaftaran kepada Administrator KBB dan diwajibkan memberikan komentar  sebagai tanda sudah betul membaca tata tertib KBB, dengan menuliskan “Saya sudah membaca dan memahami tata tertib KBB”. Dengan demikian, sudah pasti diharapkan dapat mengetahui tata cara bergabung dengan KBB.

2.3.  Calon anggota yang sudah membaca tata tertib KBB dapat melayangkan surat pendaftaran kepada Administrator widyascATyahooDOTcoDOTid  atau widyasc@yahoo.co.id dan memberikan data-data sebagai berikut:
Nama:
Alamat:
No phone:
URL blog:
Email yang aktif:
dengan catatan alamat dan no phone tidak akan dipublikasikan, meskipun diperlukan sebagai informasi data base KBB.

3. Pelaksanaan Tantangan Setiap Periode
3.1.  Anggota baru akan resmi menjadi anggota KBB jika telah lulus dua tantangan pracoba berturut-turut. Setelah itu akan mendapat approval resmi dan logo anggota, dan ID KBB yang diberikan lewat email pribadi oleh Administrator. Setiap anggota yang sudah masuk Klub Berani Baking (KBB) diwajibkan menempel logo Klub Berani Baking di blog masing-masing.

3.2.  Setiap anggota DIWAJIBKAN tetap aktif dalam mengikuti setiap tantangan yang diberikan, dan WAJIB melaporkannya saat deadline yang sudah ditentukan oleh Host.

3.3.  Setiap anggota yang berhalangan mengikuti tantangan, WAJIB lapor kepada Host yang bersangkutan.

3.4. Setiap anggota yang akan berhalangan dalam jangka waktu lebih panjang, dapat mengajukan cuti tantangan. Jika akan aktif kembali, anggota dapat memberi kabar kepada Admin dan Ketua.

3.5. Setiap anggota yang pernah mengundurkan diri, dapat bergabung mengikuti tantangan kembali kapan saja tanpa harus mengikuti tantangan pracoba kembali. Anggota ini sebelumnya melapor kepada Admin dan Ketua untuk mendapat surat tantangan terbaru.

3.6.  Pelaksanaan tantangan hanya 6 (enam) kali dalam setahun: Januari-Februari; Maret-April; Mei-Juni; July-Agustus; September-Oktober; November-Desember.

3.7.  Setiap anggota harus berani menerima tantangan apapun. 

3.8.  Resep yang akan digunakan akan dikirimkan lewat email pribadi masing-masing anggot oleh Host atau Ketua.

3.9. Resep akan dipilih oleh Ketua, Admin, Moderator dengan pertimbangan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Be prepared !

3.10. Resep akan dikirimkan tanpa foto ilustrasi, dengan demikian setiap anggota dipersilakan untuk improvisasi resep sebaik-baiknya.

3.11. Jika memungkinkan, hosting dilakukan oleh anggota KBB yang berbeda-beda. Namun jika tidak ada relawan, maka Admin, Ketua, dan Moderator akan bergotong royong mengumpulkan setiap laporan. 

3.12. Surat Tjintah a k a resep akan dilayangkan setiap tanggal 27 di bulan ganjil dan deadline penerimaan laporan adalah tanggal 27-28 (atau 28-29) di bulan Februari; 29-30 untuk bulan dengan 30 hari; 30-31 untuk bulan dengan 31 hari.

3.13. Selama pengerjaan tugas tantangan, anggota silahkan berdikusi dan sharing di milis maupun group FB.

3.14. Untuk anggota dengan blog Anda diwajibkan melaporkan hasil karya Anda dengan tatanan sbb:
Subyek (Laporan KBB#...):
Nama Anda:
ID KBB:
Alamat/Nama Blog:
Link Blog Post laporan:
Review:
Foto akhir dengan ukuran 350pxl
                         Laporan dikirim ke email Host dan cc ke email klubkitaATgmailDOTcom

3.15. Bagi anggota yang tidak memiliki blog, silakan mengirimkan laporannya berikut foto step by step ke email Host dan cc ke email klubkitaATgmailDOTcom. Foto dan singkat cerita pengalamannya akan disertakan dalam round-up. Catatan: foto step-by-step mohon dijadikan kolase dan disertai satu foto hasil akhir.

3.16. Selanjutnya round-up akan ditayangkan oleh Host pada tanggal 3 setiap bulan genap.

3.17. Host akan memposting round up ke blog klubberanibaking101ATblogspotDOTcom data foto laporan anggota ke dalam group KBB di Facebook disertai link blog postnya masing-masing.

3.18. Food styling akan diserahkan kepada selera masing-masing. Foto-foto yang dihasilkan harus hasil olahan Anda sendiri. Keaslian foto-foto dan hasil olahan dapur adalah tanggungjawab masing-masing anggota.

3.19. Bahan-bahan baking boleh diganti dengan bahan-bahan yang sesuai dan tersedia di negara dan tempat tinggal masing-masing. Jika ada salah satu bahan yang sulit ditemukan di TBK di kota anggota, anggota diijinkan improvisasi dengan menukarkan bahan sejenis. Jika ada penggunaan alkohol di dalam bahan juga dapat diimprovisasikan atau dihilangkan.

3.20. Tidak perlu merekayasa hasil olahan Anda. Ada kalanya kita gagal, ada kalanya kita sukses, dan kita semua belajar dari kedua sisi itu. Dari situ kita menjadi berpengalaman.

3.21. Tatib akan direvisi jika sewaktu-waktu diperlukan.


Disusun oleh:


Widya Suci


Revisi per milis tgl 1 September 2015