Hip Hip Hoorraaaayyyy!! Tiup lilin yang ke-7 buat KBB, klub kita tertjintah ini yuuuuk!! Tantangan untuk merayakan ultah tahun ini adalah Genoise Cake. Lihat resepnya di sini ya!
Kayak apa sih teman-teman member KBB merayakan ultah KBB kali ini? Yuk kita intip!
1. Pungkasari. Kata Pungka sudah lumayan sering bikin Genoise Cake sebagai base Black Forest cake dan juga termasuk kue favourite anak-anaknya karena ngga terlalu manis. Saat membuat chocolate belt Pungka punya trik tersendiri, yaitu menggambarnya di parchment paper pola yang ingin dipakai. Seperti apa sih hasilnya? Yuk mampir ke dapur Pungka!
2. Abidah. Eh, ini tantangan Abidah yang kedua, loh dan (pssssttt!!), dengan tantangan ini dia sudah resmi menjadi member KBB! Yayyyy!! Selamat ya Abidah. Anyway, ketika membuat cake ini, Abidah sempat melongo karena merasa amatir banget, bisa ngga ya bikin cake seperti ini. Dan, what do you know? Hanya dengan tekad dan berani mencoba, dia berhasil bikin kue Genoise! Mau lihat kegigihan Abidah memberanikan diri menerima tantangan KBB? Ayo kita berkunjung ke dapur Abidah.
3. Arfi. Membuat cake-nya saja ngga ribet sih, cuma saat bikin chocolate belt-nya ada masalah. Saat bikin chocolate belt aku musti jemput anak-anak dari klub berkuda, sampai takut nih chocolate bakal terlalu keras saat pulang. Tapi alhamdulillah, coklat masih bisa dikerjakan dan jadi santapan yang enak untuk afternoon tea atau desserts. Mampir ke dapurku yuk!
4. Marieska. Cerita Marieska ini seru deh, dari bikin cake yang sempat dia ketahui lewat nonton masterchef, sampai bikin chocolate belt-nya yang sempat mengeras sebelum dililitkan di sekeliling cake. Meskipun kata adiknya dia terlalu ambisius, tapi cake-nya cantik deh dengan warna-warni yang menarik. Intip yuk dapur Marieska!
5. Paulina. Ibu satu ini hebat deh. Kenapa? Karena whisking adonan kuenya manual, bok! Ngga pake mixer! Haiiyyaaah ciaaaaattt! Kuat ya doi. Tapi hasilnya cuantik banget deh! Mau tau? Monggo berkunjung ke dapur Paulina.
6. Renny Susanti. Kata Renny ketika baca surat tjintah kok jadi minder yah hahaha! Why oh why? Ternyata mindernya ngga kepanjangan kok, buktinya cake mengembang sempurna, filling dan frosting manstab, meskipun chocolate belt ganti dua kali. Tak mengapa, cake-nya layak dipandang dan disantap kok. Yuk mampir ke dapur Renny yuuuukkk!!
Dan, KBB tahun depan akan dipimpin oleh Renny loh, setelah satu tahun kemarin dikomandani oleh Widya Suci. Yup, KBB milik semua member, dan kepercayaan bisa diberi kepada siapa saja yang menunjukkan kredibilitasnya.
Terus terang, saya sebagai pendiri dan administrator KBB merasa bangga punya teman-teman member yang selalu siap menerima tantangan apapun dan selalu berani untuk mencoba. Kegagalan itu biasa, tapi ngga berarti musti putus asa.
Renny, selamat menjalankan tugas ya!
7. Arilenars (non-blogger)
Arilenars cukup familiar dengan genoise cake sebagai base untuk black forest seperti halnya Pungka. Kita baca ceritanya yuk!
.jpeg)
.jpeg)
Proses pembuatan frosting dan simple syrup.Berbekal video tutorial dari Julia Usher di you tube dan nekat (hehe), saya meniru sebagian design dan membuat chocolate wrapnya. Piping bag dan alas cokelat wrapnya pakai baking paper. Ini pertama kalinya saya membuat chocolate wrap, cukup complicated tapi seru. Setelah selesai piping, wrap saya taruh kira-kira 15 menit di kulkas atau sampai mengkilatnya agak hilang tapi masih lentur dan tidak kaku. Proses aplikasi pertama agak susah, karena cokelat masih agak lunak, tapi proses wrap kedua agak lebih mudah. Saya pakai pisau yang saya panasi di api untuk memotong kelebihan chocolate wrap (yang kepanjangan dan ketemu ditengah).
8. Dhiah Nuraini (non-blogger)
9. Setiawati
Ini tantangan Setiawati yang kedua tapi karena saat tantangan pertama menggunakan resep lain, maka Setia menganggap ini adalah tantangannya yang pertama. OK. So what's happening? Kata Setia karena cake ini tidak memakai bahan pengembang, dia harus mencoba membuatnya sampai tiga kali baru berhasil. Wow! Kita lihat yuk gimana hasilnya. Intip di Rumah Mungilnya Setia ya.
10. Sashy Nuniek
"Kesan-kesan membuat kue ini pada umumnya gampang, saya tidak menemui kendala sampai cakenya keluar dari oven dan disusun dengan cream cheese frosting. Masalah mulai muncul ketika saya mencoba membuat sabuk coklat, percobaan pertama gagal total karena motifnya patah-patah dan meleber, percobaan kedua gagal juga karena pas dilepas sabuknya patah hancur akhirnya dipercobaan ketiga lumayan berbentuk walaupun masih ada rusak-rusaknya dibagian atas. Mau ngulang lagi tapi stock coklatnya habis, mau ngk mau saya pakai yang ketiga tapi hasilnya jauh dari maksimal hik ... dari awal memang sudah takut sekali sama bagian sabuk coklat ini. Tapi kata mba Arfi saya harus mencoba dan belajar bersama-sama kalo ngk ya ngk akan pernah bisa. " Iya betul. Ketika kita ingin maju, maka kita harus terus belajar dan mencoba. Jangan takut gagal, karena akan mengambat langkahmu. Tetap semangat baking ya!!
11. Vina
Kata Vina cake-nya enak, ngga puas cuma sepotong. Eh, cake-nya cantiiiiikkk deh!! Sabuk coklatnya juga simple dan rapih. Segar deh lihatnya dihias dengan strawberry segar. Yummy!! Yuk nge-teh bareng ke rumahnya Vina.
12. Sari Suwesmin
"Semoga semakin lebih maju dan tetap menjadi wadah inspirasi dan kreatifitas bagi semua orang di dunia perbakingan. Aamiin.....
13. Caroline Atmadja
"Walaupun bacaannya panjang ternyata cara pembuatannya ngga terlalu merepotkan dan hasil cake nya sendiri juga enak, empuk, tidak terlalu manis tapi agak beremah. Kegagalan terjadi waktu pembuatan sabuk coklatnya, karena ngga punya mika plastiknya, rencana mau buat pagar coklat aja tetapi lupa memakai coklat couverture jadi deh ngga bisa dipasang juga karena terlalu lembek. Akhirnya di ganti aja pake batang pocky."
Yuk, giliran nyicipin Genoise Cake-nya Caroline nih sambil ngupi-ngupi di Paris van Java, kotanya Pak Ridwan Kamil yang briliant itu!
14. Sandra Andrisa
Kebanyakan teman-teman KBB merasa kesulitan ketika membuat sabuk coklat. Dan itu pun dialami oleh Sandra. (Eh, host pun). Tapi, itu bukan berarti kita harus stop di 'ngga bisa' ya kan? Buktinya, cake Sandra berhasil juga dan dinikmati oleh keluarga. Tetep semangat!!
15. Lany Rosdiana
"Tantangan kali ini tidak terlalu sulit, tapi cukup banyak tahapannya. Jadi saya membuatnya dalam dua hari. Hari pertama, membuat cake dan filling. Hari kedua membuat sabuk coklat dan menghias. Karena yang ada di rumah cuma aku dan suami, cakenya dibikin setengah resep saja dengan diameter 16 cm. Ternyata membuat sabuk coklat sungguh menyenangkan dan tidak sesulit yang dibayangkan. Biarpun hasil cakenya masih kurang rapi, yang penting rasanya mantap."
Yup! seperti yang sering saya bilang, selagi kita berani mencoba, kita selangkah lebih maju. Selebihnya, practice makes perfect. Well done! Yuk kita baca kisah di balik pembuatan Genoise Cake Lany.
16. Kartika
Ibu yang super sibuk ini cuma sempat setor cake dasarnya saja, sebab belum menemukan waktu untuk menyelesaikannya. It's okay. Yang penting sudah berusaha memenuhi tantangan kali ini, demi ikut berpartisipasi dalam ulang tahun KBB ke-7. Terima kasih ya, Bibien!
17. Emma Isti (non-blogger)
Ijin:
- Widya Suci
- Moelly Maulina
- Maya Permadi




.jpeg)
.jpeg)























