Thursday, 31 January 2008

KBB # 3: Pizza and the round up



Untuk putaran ketiga ini saya yang ketiban pulung menjadi host untuk KBB.
Seru deh baca pengalaman teman-teman semua dalam usahanya mengamalkan resep yang disebar. Ada yang gagal dan ada yang berhasil, ada yang malah sampai bikin berulang-ulang gara-gara penggemarnya ketagihan . Tapi yang penting adalah usaha dan semangat yang diberikan untuk setiap KBB, tanpa itu KBB tidak ada artinya. Kali ini saya terutama ingin menyinggung soal semangat berkarya dari Mindy Jordan, walaupun gagal tapi usahanya untuk mengamalkan resep dengan bahan yang susah ditemukan harus diberi acungan jempol , semoga kita semua terinspirasi.

Menurut saya membuat pizza susah-susah gampang. Gampang karena adonannya tidak memerlukan bahan macam-macam, bahkan menurutku semua bahan yang diminta selalu ada di dapur kita. Susah karena kalau cara manggangnya salah, hasilnya tidak memuaskan
Seperti adonan beragi lainnya yang menggunakan metode sponge dough, diperlukan perhatian khusus pada proses pembuatan biang (sponge). Kalau airnya terlalu panas, raginya mati.. kalau airnya terlalu dingin, proses pengembangan ragi lebih lambat. Saya menggunakan tepung whole wheat untuk adonan pizza saya, alasannya selain lebih sehat, juga untuk menghabiskan stock

Photobucket

Berikut adalah resep yang dipakai dan hasil karya dari semua member KBB.


Tantangan KBB#3: Pizza
Source: The Perfect Cookbook. David Herbert. Viking. Victoria,Australia. 2003

Pizza base:
1 sachet (@ 7g = 1/4 oz = 2 tsp) dry yeast

1 tsp sugar
2 ½ cups bread flour (high-grade flour, tepung protein tinggi)

salt

2 Tbs olive oil


Dissolve the yeast and sugar in a small bowl with 200ml (6 ½ fl oz) of tepid water. Stir well and set aside for 10 minutes, or until the mixture froths.Place the flour and a pinch of salt in a large mixing bowl. Make a well in the centre and add the yeast mixture and olive oil. Mix until a firm dough forms. Knead on a lightly floured surface for 5-7 minutes, or until smooth and elastic. Place in a clean, lightly oiled bowl, cover with a cloth or plastic wrap and leave in a warm place for 1-1 ½ hours, or until the dough has doubled in size. Preheat the oven to 210C (415F, Gas Mark 6-7).
Punch down the dough with your fist to release the air. Divide into two or three equal portions and roll out or press to a thickness of 4-5mm (¼ in). Transfer to lightly oiled pizza trays.
Top with your choice of toppings and cook for 15 minutes. Then slide the pizza off the tray onto the oven shelf and cook for a further 3-4 minutes, to crisp up the base.

----------------------------------------------------------

Versi Bahasa Indonesia:

Untuk adonan dasar Pizza:
1 sachet (@ 7g = 1/4 oz = 2 sdt) ragi (Misalnya: Fermipan atau merek lainnya)

1 sdt gula pasir
2 ½ cups tepung protein tinggi (tepung cakra kembar) (kurang lebih 350 gr)

garam (irma pakai 1/4 sdt)

2 sdm minyak zaitun (irma pakai minyak makan)



Cara mengolahnya:
Larutkan ragi dan gula di mangkuk kecil dengan 200ml air hangat. Aduk rata dan sisihkan selama 10 menit, atau hingga campuran raginya berbuih.Campur tepung dan sejumput garam di mangkuk besar. Buatlah lubang di tengah2 campuran tepung dan masukkan ragi dan olive oil. Campur hingga menjadi adonan.
Taburi meja kerja dengan sedikit tepung, lalu uleni adonan selama 5-7 menit, atau hingga lembut dan elastic (ciri-cirinya di tangan dan di meja kerja ga lengket lagi dan adonan kelihatan mengkilat ”ab).Tempatkan adonan di dalam mangkuk yang sudah diolesi dengan minyak, tutup dengan serbet lembab atau plastik dan biarkan di tempat yang hangat selama 1 - 1 ½ jam, atau hingga adonannya membengkak berlipat ganda.Panaskan oven suhu 210C (415F, Gas Mark 6-7).Tinju adonan untuk mengeluarkan gelembung udara. Bagi adonan menjadi 2-3 bagian yang sama dan gilas atau tekan-tekan seukuran 4-5mm (¼ inci). Pindahkan ke loyang pizza (kalau ada). (Alternatif lain menggunakan loyang biskuit dan adonannya dibentuk bulatan lalu gilas ”ab).Tutup dengan pilihan topping kesukaan masing-masing dan panggang selama 15 menit. Lalu pindahkan pizza ke atas rak oven dan panggang lagi selama 3-4 menit, hingga lebih garing di bagian bawahnya.




KBB # 3 Round Up



Pizza pertama Kartika Binakasih yang diprotes penggemarnya di rumah karena katanya isinya kurang banyak hebat lho, begitu bikin langsung jadi. Silahkan baca laporan lengkapnya disini.






Dessy Ojong katanya baru kali ini ikut KBB dan sempat grogi.. tapi lihat dong hasilnya, bikin ngiler yaa. Informasi selengkapnya tengok disini.




Yang ini pizza punya Yanna Mardiana






Ini hasil karya Santi (Nusanti Kusuma)
Katanya ini pertama kalinya dia bikin sendiri pizzanya.. dulu statusnya adalah asisten mama. Silahkan kunjungi rumah Santi untuk mengetahui lebih lanjut ceritanya.



Ini pizzanya Vin Wong. Dia bikin pizza dengan topping minimalis/ margarita pizza trus bermasalah dengan roti yang bertahan tetap berwarna bule
Yang bisa bantu kasih saran tolong ke sini.




Ini pizza pertama Syanti yang mengaku tidak terlalu PD dengan hasil akhirnya tapi habis juga oleh orang serumah
Untuk lebih lanjutnya, silahkan kunjungi rumah Syanti.




Pizzanya Regina Budiarjo menurut yang bersangkutan adalah variant "habis terang terbitlah gelap", kalau mau tahu kenapa bisa gitu, mari mampir.




Pizzanya Poppy yang katanya terinspirasi oleh si abang cakep Jamie Oliver
Untuk tahu lebih banyak ceritanya tengok disini.




Dari Yohana/wishland, penampilan pizzanya menggiurkan banget.. katanya ini hadiah ulang tahun yang tertunda berbulan-bulan untuk suami tercinta . Untuk selengkapnya silahkan mampir.





Ini hasilnya Arfi kepala suku kita. Kalau mau lihat step-by-stepnya silahkan langsung ke rumah Arfi.





Yang ini pizza punya Sofie Minawati yang katanya sempat deg-degan pas praktek resep. Tolong dikasih support biar dia ngga deg-degan lagi disini.





Maya Ekatrina bilang gini: "sebenarnya pas liat kudu bikin Pizza, rada keder... gak berani...lagian kayaknya gak ada yang doyan deh di rumah, hiks.... "
Tapi beruntung ada DJ yang berhasil mengompori untuk yang mau tahu lebih lanjut cerita bak bik buk-nya Maya melawan adonan pizza, silahkan ke sini.



Ini pizzanya Eliza. Seger banget lihat ijo-ijo gitu :-)
Untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi rumahnya.





Ayu praktek resep pizzanya sampai dua kali sekalian bereksperimen bahan dan teknik memanggang.. tekniknya bisa dicoba lho friends
Untuk yang pengen tahu apa rahasianya, silahkan tengok disini.



Nilam Sari juga tak lupa memberikan upeti pizza ke saya
Kenyang dah makan pizza mulu. Ini linknya.




Ini Pizza emaknya Darrel aka. ibu host KBB # 2, Ema Novita.
Sudah pasti mooiii hasilnya kalau mau baca laporan lengkapnya, silahkan ke sini.






Yang ini punya Tisa, yang bikin pizza sehat yang isinya sayur-sayuran, trus bikin lagi pizza yang toppingnya pakai "semua yang ada di kulkas".
Untuk lebih lengkapnya, tengok linknya.




Pizzanya Tyas June yang katanya saat bikin kali kedua keburu habis diserbu anak-anak sebelum sempat difoto, untung yang ini masih sempat difoto.





Pizza yang menggiurkan dari Susi Dwiyanti alias Ibu Tio
Selengkapnya silahkan ke sini.




Yuli Nava yang rajin banget, bikin pizzanya dua kali dengan topping yang bikin laper kalau mau tahu apa saja toppingnya, tengok disini.





Ezza bilang, dia menyetorkan laporan pizzanya dengan berat hati.. lho kok gitu? Katanya karena punyanya gagal dan ngga menarik. Hayo yang mau kasih support, gih ke sini.




Swi di emailnya bilang kalau dia bikin pizza yang dinamakan "Pizza Awut-awutan" Baca disini cerita lengkapnya disini.







Ini pizzanya Sherly Gunawan, sekalian yang bersangkutan pengen tahu crust yang dibuat temen-temen KBB lainnya jadinya empuk atau keras. Kunjungi rumahnya.




Kalau yang satu ini adalah pizza punya Molly aka. Mamana Trixie. Tampangnya bikin perut langsung kukuruyuk. Untuk selengkapnya, tengok disini.




Widya Hidayat awalnya pengen bikin pizza manis tapi karena penggemar mintanya versi meat lover jadilah pizza dengan penampakan seperti di foto
Selengkapnya ada disini.




Pizza yang ini punya Ellen Antheunis, dibikin super istimewa dengan gulungan roti berisi keju mengelilingi pizza... hmm syeedaapp . Buat yang mau tahu lebih banyak silahkan kunjungi blognya.





Pizza yang ini berasal dari Surabaya, jauh ya hasil dapur Monica yang jago bikin kue. Silahkan ke sini biar tahu lebih banyak.






Pizzanya Atiek yang baru saja bergabung di KBB ternyata tidak mengecewakan walaupun punya masalah dengan pergelangan tangan. Klik disini.





Begini komentar Restianni: "pizzanya SOoooooo Krispi dan SOoooooo Alot .."
Restianni bilang pizzanya gagal, tapi sebenarnya bukan itu yang dijadikan patokan di KBB . Semangat untuk mencoba yang lebih penting, bener ngga friends?? Restianni kemudian lapor lagi kalau sudah bikin pizza kedua dengan sukses. Baca laporannya.



Pizza dari Rita Stella yang mengaku kurang puas dengan hasil pembakarannya walaupun menurutku menggiurkan banget, yang bersangkutan bercita-cita bikin eksperimen pizza bila sempat nanti . Mari kunjungi blognya.





Pizza dari Annie, sepotong saja ngga bakal cukup. Silahkan cari tahu lebih banyak disini.





Ini hasil dapurnya Etie, bikin ngiler banget ya tampangnya
Full saos, full keju... alamaakk sedapnya :-) Ini linknya.





Rini yang mengaku baru pertama kali bikin sendiri pizza crust dan sempat SMSan dengan konco-konconya, akhirnya berhasil menyelesaikannya dengan sukses
Selengkapnya ada disini.




Pizzanya Tanti SW dibikin yang crustnya tipis karena yang bersangkutan suka pizza yang crispy. Dibantu dengan Ziza, habis deh pizzanya. Baca ceritanya disini.






Pizza ini diproduksi oleh Elsye Suranto dengan oven tangkring hasil boyongan dari Indonesia . Hasilnya keren banget ya friends. Untuk selengkapnya tengok disini. Foto-fotonya keren banget





Ini pizzanya Reni, yang katanya bikin orang rumah ketagihan sampai dapet orderan buat bikin lagi
Toppingnya bervariasi lho. Mari ke rumahnya.





Efi dengan "la-coba pizzanya" waktu lagi sibuk menguleni adonan sempat ditanya Andra :"Ma kok nyucinya didapur?" .. lihat dong hasil "nyucinya" sukses bikin laper penonton. Baca laporan lengkapnya.



Vivi Rahayu bikin pizza berdasarkan resep yang diberikan tapi dengan 2 cara yang berbeda, kalau mau tahu caranya silahkan ke sini.





Yulia Riani yang sedang sibuk, menyempatkan bikin pizza ini dari awal menerima resep, katanya terutama karena takut dengan jenggotnya Apih . Cerita selengkapnya baca disini.



Ida Farida bilang dua kali ikut KBB, dua kali pula harus praktek resep baru berhasil . Semangatnya buat nyoba patut jadi panutan ya friends. Cerita lengkapnya ada disini.



Ini pizzanya Andrie Anne yang mengaku suka pakai sistem kebut semalem sejak dari jaman kuliah dulu, akhirnya berhasil menyelesaikan PR dari KBB karena juga takut sama jenggotnya Arpih (Pih, kayaknya kita mending ganti logo deh, gambar kambing aja biar matching dgn jenggotmu). Disini ceritanya.



Linda Salma praktek dua kali dan gagal pula dua kali tapi dia tidak patah semangat, ini yang perlu dihargai dan didukung.. dengan semangat ini, suatu saat nanti pasti akan bisa deh menaklukkan adonan beragi . Psstt.. saya juga berangkat dari sejarah yang sama dengan Linda, bikin roti bantet, jadi jangan takut ya.. ada temennya kok. Silahkan ke sini untuk baca laporan lengkapnya.



Sulis bikin pizza yang lain nih, toppingnya pakai buah, kacang, coklat, es krim.. umm bayangin sendiri deh rasanya :-)

Kalau mau tahu lebih lanjut silahkan ke sini




Yang satu ini punya Mindy Jordan, dibikin dengan penuh perjuangan dan banyak uji coba. Fotonya cakep bener ya friends :-) Baca laporan lengkapnya di sini





Biasanya Lanny Tgio kalau pengen pizza tinggal beli, sekarang karena sudah ikut Klub Berani Baking jadinya berani dong bikin sendiri :-) dan ternyata berhasil. Selengkapnya bisa dibaca di sini




Nurie Nurhadi yang kreatif, bikin pizza pakai salad dressing, katanya biar mirip dengan lelehan keju :-) Baca disini kalau mau tahu lebih banyak.






Pizza yang bikin ngiler ini punya Anita Avianti. Baca cerita lengkapnya disini.








Putu Rea yang tadinya alergi dengan hal-hal yang berhubungan roti-rotian, sekarang sudah berhasil menaklukkan si pizza :-) Mari berkunjung ke rumahnya.







Laporan per Email dari member yang tak punya weblog:

Cerita dari Yuli Berliantin:




Pagi Mbak Irma ...Aku mo submit laporan ... gak terlalu banyak yg diceritain selain aku nyoba nie pizza sampe 4x ... hehehehee, syukur alhamdulillah semuwa sukses ... walo 2 percobaan pertama make instant yeast yg musti ditunggu sampe setengah jam lebih baru berbusa :). Baru percobaan ke tiga & keempat (which was on last saturday ... hehehehe), akhirnya aku nemu dry as as mentioned on the recipe dannn .. bener emang gak sampe sepuluh menit dah mbumbung busanya tuh ragi :).Menurut aku, rasa yg make instant yeast & dry yeast hampir gak berbeda ... pizza base-nya teuteup empuk, yg terakhir nyoba malah aku bikin yg gak terlalu tebel ... dan teuteup ajah semuwa yg dirumah pada suka :). Untuk topping, percobaan pertama aku make tumisan daging cincang, sosis sapi & daging asep, tomato sauce-nya aku pake yg beli jadi itu ... tabur ama oregano dikit. Kedua sampe keempat aku make tuna, dikasih mayo, irisan bawang bombay & sweet corn, sauce yg ini malah aku pake sauce tomat botolan biar cepet :). Keju selain mozzarella untuk toppingnya .... setelah diolesin tomato sauce aku parutin keju cheddar baru topping yg lain.Overall ... gak terlalu ribet bikinnya ... except ngulen-nya ituh yg tanganku gak kuwat, jadi aku bantu pake mixer .... i'm cheat on it .... hehehehe.


Regards,Yuli

-------------------------------------------------------------------------------------

Cerita dari Endhy Priyono:



Untuk adonan dasar Pizza:
1 sachet (@ 7g = 1/4 oz = 2 sdt) ragi (Misalnya: Fermipan atau merek lainnya)
endhy: aku pakai Fermipan sesuai resep tapi 1 sachet beneran, padahal satu sachet = 11gr bukan 7 gr. Jadinya pizzaku agak pahit (benarkah itu pengaruh ragi berlebih?)
1 sdt gula pasir
2 ½ cups tepung protein tinggi (tepung cakra kembar) (kurang lebih 350 gr)
endhy: aku pakai 350 gr tepung terigu cakra kembar

garam (irma pakai 1/4 sdt)
endhy: aku pakai sejumput ajah

2 sdm minyak zaitun (irma pakai minyak makan)
endhy: aku pakai minyak goreng

Cara mengolahnya: Larutkan ragi dan gula di mangkuk kecil dengan 200ml air hangat. Aduk rata dan sisihkan selama 10 menit, atau hingga campuran raginya berbuih.
endhy: aku mengikuti persis seperti resep, setelah 10 menit, campuran ragi berbuih dengan indahnya, perasaan udah yakin aja ini pasti berhasil

Campur tepung dan sejumput garam di mangkuk besar. Buatlah lubang di tengah2 campuran tepung dan masukkan ragi dan olive oil. Campur hingga menjadi adonan.
endhy: aku mengikuti persis seperti resep, padahal mungkin sebaiknya mencampur tepung juga sedikit2 dulu ya, jangan sekaligus 350 gr karena adonannya menjadi lumayan liat, takutnya pizza basenya jadi keras

Taburi meja kerja dengan sedikit tepung, lalu uleni adonan selama 5-7 menit, atau hingga lembut dan elastic (ciri-cirinya di tangan dan di meja kerja ga lengket lagi dan adonan kelihatan mengkilat ab).
endhy: dari semua step pada resep hanya ini yang tidak aku patuhi karena memang tidak memungkinkan, setelah menit ke 7 adonan tidak bisa lembut, elastis apalagi mengkilat. Lengket di tangan sih nggak, tapi kalau adonan ditarik tetep "sobek-sobek" gak bisa elastis gitu. Aku nguleni dalam baskom udah hampir sejam, tidak ada perubahan signifikan. Jadi aku langsung lanjut ke step berikut.

Tempatkan adonan di dalam mangkuk yang sudah diolesi dengan minyak, tutup dengan serbet lembab atau plastik dan biarkan di tempat yang hangat selama 1 - 1 ½ jam, atau hingga adonannya membengkak berlipat ganda.
endhy: aku mengikuti persis di resep, tapi setelah 1 ½ jam aku masukin kulkas bagian bawah, baru kemudian aku panggang keesokan harinya. Adonan membengkak besar banget.
Panaskan oven suhu 210C (415F, Gas Mark 6-7).



Tinju adonan untuk mengeluarkan gelembung udara. Bagi adonan menjadi 2-3 bagian yang sama dan gilas atau tekan-tekan seukuran 4-5mm (¼ inci). Pindahkan ke loyang pizza (kalau ada). (Alternatif lain menggunakan loyang biskuit dan adonannya dibentuk bulatan lalu gilas ab). endhy:aku bagi menjadi 2 adonan tidak sama besar, yang satu aku sengaja buat kecil aja karena takut salah manggangnya, maksudnya buat percobaan dulu. Aku pakai loyang kuker aku buat tipis banget dengan cara ditekan-tekan.



Tutup dengan pilihan topping kesukaan masing-masing dan panggang selama 15 menit. Lalu pindahkan pizza ke atas rak oven dan panggang lagi selama 3-4 menit, hingga lebih garing di bagian bawahnya.
endhy: aku panggang selama 15 menit, kulit pizza tetap putih tidak mau menguning. Proses pemanggangan aku hentikan, karena setelah aku tekan udah agak keras. Jadi pizzanya tidak aku pindahin ke atas rak oven lagi.

Topping pizza endhy: saus tomat untuk spageti yang udah berbumbu, merknya prego, keju mozarella, smoked beef lembaran, bawang bombay, dan jagung manis.

Kesimpulan akhir: Pizzanya belum memuaskan, kurang empuk, kulitnya tidak kuning dan rasanya agak pahit (kebanyakan ragi sepertinya). Sangat tertolong dengan topping yang enak hehe

Pertanyaan : Apa efek dari penggunaan ragi berlebih ? Apakah ada teknik khusus menguleni agar didapatkan adonan yg benar-benar elastis dan mengkilat ? Ataukah cara saya mencampur bahan salah ?

Sekian laporan saya, mudah2an formatnya udah bener. Thanks ya mbak irma n mbak arfi

-------------------------------------------------------------------------------------

Laporan dari Dewi Oni:

Tantangan kali ini baru sempat dikerjakan pada hari Minggu 27 January 2008 karena di kantor kerjaan lagi hectic banget. Anyway, waktu lagi menyiapkan bahan-bahannya, aku sempat deg-degan juga karena selama ini bikin roti pun jarang sekali apalagi pizza. Try to remember tips-tips yang diberikan di milis, then aku mulai dengan step I : mencampur ragi dan gula dengan air hangat, and sukses walaupun nggak seperti contoh dari Mbak Arfi (pic KBB#3A). Berikutnya pengulenan adonan, wuih cukup berat juga ya. Terus setelah diuleni cukup lama (patokannya tangan sudah pegel banget) kok tidak kelihatan lentur tapi adonan sudah tidak lengket lagi ditangan jadi aku taruh di baskom yang sudah diolesi olive oil dan aku biarkan sekitar 1 1/2 jam dan mengembang. Sambil menunggu aku membuat tomato saucenya. Resep Tomato Sauce aku sertakan juga.
Setelah dikempiskan, adonan aku bagi dua, yang satu aku tipiskan dan pindahkan di pizza pan lalu diolesi dengan tomato sauce. Untuk topping aku cuma menggunakan sosis dan smoked beef. Dan setelah ditaburi keju mozarella pizzanya aku sprinkle dengan italian seasoning. Lalu dipanggang dech. Pizza yang sedang dipanggang itu wangi dech....hmmmm pizza yang sudah matang itu yummy....
I'll surely bake another batch to explore different topping. Setelah pizza matang aku baru sadar bahwa pizza ini adalah jenis Italian Pizza, bukan yang American he...he.... maklum namanya juga pemula.

TOMATO SAUCE
Ingredients Required
2 tablespoons olive oil
1/4 Cup chopped onions
1 tablespoon minced garlic
3 Italian plum tomatoes, peeled and minced
3 oz. canned tomato paste
2 1/2 tablespoons Italian seasoning
1/2 Teaspoon Salt
1/4 Black Pepper
1/2 Stick Unsalted Butter, sliced

Step by Step Procedure
Heat the oil in a large skillet over high heat. Sauté the onions in oil for 1 minute. Stir in garlic, tomatoes, tomato paste, Italian seasoning. Season with salt and pepper to taste. Bring to a boil and simmer, stirring occasionally, forabout 5 minutes. Reduce the heat to low and stir in butter pieces. When the butter is half melted, remove the skillet from heat and continue stirring until thoroughly incorporated.

Yach Madam Moderator sekian laporannya.

Regards,
Dewi Oni

-------------------------------------------------------------------------------------
Laporan dari Emma Isti:


Pizza…., wah dah lama juga nggak makan pizza, makanya begitu ada tugas KBB#3 semangat buat nyoba resep yang dikirim. Rencananya sikh mau buat diawal setelah terima resep ini, tapi teteup aja ada halangannya.
Seminggu sebelum deadline dipaksain dibuat, tapi nyari mozzarella agak susah.. katanya lagi kosong, cari di beberapa spm daerah Sudirman pilihannya sedikit, sekalinya ada tapi kok harganya cukup mengejutkan ya. Kebetulan ada keju produk lokal yang menurut produsennya sikh sama dengan mozzarella. Belum yakin banget dengan kualitasnya tapi akhirnya diputuskan untuk pakai keju tersebut sebagai pengganti mozzarella. Saat cek bahan baru sadar kalau harga2 barang memang dah pada melambung tinggi.

Semua bahan sudah siap, pembuatan dough dari menguleni adonan sampai fermentasi semua berjalan sempurna. Bahan topping pun sudah siapkan. Persis 1 jam adonan sudah mengembang bagus, kemudian adonan di bagi 4 bagian selanjutnya ditipiskan. Pizza di buat 2 versi yaitu yang tebal dan tipis, ada pepperoni beef dan vegetable sebagai toppingnya plus 3 macam keju (ementhal, parmesan dan young gouda lokal) untuk taburannya.

Setelah adonan ditipiskan, kemudian diolesi dengan saus tomat, taburi sedikit keju, susun pepperoni, taburi sisa keju dan pizza siap dipanggang dengan suhu 200 C. Akh…dah kebayang asyiknya menyantap pizza hangat. 10 menit kemudian intip jendela oven kok kejunya nggak melt ya…waah ada yang nggak beres nikh. Dengan rasa penasaran campur deg-degan ditunggu pemanggangan sampai 15 menit…cek lagi, nggak melt juga, sementara ngecek bagian bawah dan pinggir dough udah cukup kering dan mulai kuning. Masih dengan rasa penasaran diperpanjanglah waktu pemanggangan sampai 20 menit, lhaa…kok bablas ya, pepperoninya kering tapi si keju nggak melted dengan sempurna, cuma sebagian kecil saja yang melted dan malah jadi berminyak. Kemungkinan besar nggak meltednya karena si kejunya, karena sama sekali nggak pakai mozzarella..
Soal rasa siiy, standar pizza lah. doughnya enak tebal dan tipis sama enaknya, yang tipis bener-benar terasa kriuk-kriuk, yang tebal garing diluar tengahnya empuk. Paduan pepperoni, saus tomat dan cheese…hmmm, enyaakkk, tapi kurang sensasi melt dari mozzarella, pastinya kalo pakai mozzarella lebih yummy lagi. Nyesel juga sikh pake gouda young cheese untuk gantiin si mozzarella. Hanya saja bagi penggemar asin, dough ini memang agak sedikit tawar, tapi bisa diimbangi taburan keju yang cukup royal kok.

Thank’s KBB sharing resepnya..terimakasih juga host KBB#3

Salam
Emma


.....................................................................................

Laporan dari Rita Desyanti:


Hallo m'Irma,

Berikut hasilnya. Menurut aku nih, hasil pizzanya kurang garing ga seperti pizza hut, apalagi bagian atas. Padahal bagian bawah sudah keras. Cukup empuk sih, enak kok, tapi emang lebih enak beli ya.. ga pake nunggu2 hehe


Topping:
100 gr daging giling
3 buah sosis
1/2 bawang bombay
2 siung bawang putih
1/2 paprika
1 buah jagung manis dipipil
2 sdm minyak sayur
1 sdt garam








Cara pembuatan:

Tumis bawang putih & bawang bombai. Setelah harum masukkan daging.Berikutnya masukkan sosis, jagung & paprika. Tambahkan garam


Best Regards,


Rita Desyanti
http://kuebubun.blogspot.com/
........................................................................

Laporan dari Indry Hadiutami:
KBB # 3 – Pizza

Fuih… akhirnya selesai juga PR yang satu ini… salah satu syarat supaya gak dideportasi sama mods… he..he..( maap ya mods – peserta yang satu ini selalu ketinggalan ngumpulin tugas)

Mengerjakannya pun mefet waktu .. tp akhirnya terselesaikan juga..


Tantangan kali ini adalah membuat dough Pizza..
Resep yang disharing oleh mbak Irma, gak terlalu sulit (ceille..) tinggal campur semua bahan trus uyel uyel n banting banting bentar.. fermentasi selama 1 jam trus tinju dan giling tipis jadi deh 2 loyang ukuran large.. lumayan asyik kan?

Waktu fermentasinya, aku pakai cara yang pernah disharing sama Nining… yaitu adonan ditutup pakai serbet lembab trus diletakan di rak tengah oven… dan rak bawahnya adalah baskom yang diisi dengan air panas… hasilnya.. Pizzanya crispy luarnya dan dalamnya lembutt… Makacih ya Ning…J
Awalnya pingin pakai topping yang manis.. karena punya stock vla cokelat di kulkas dan pisang raja dari eyang… tp ternyata si pisang dah keduluan Dzaki J
Untung aja di rumah ada stock Tuna kalengan , dicampur dengan mayonise dan sedikit susu kental manis supaya gak terlalu asam banget supaya Dzaki bisa ikutan makan.. trus ditaburi keju chedar parut.. (soalnya gak punya mozzarella he..he.)
.....................................................................................

Laporan dari Suciarini Agustin:


Panik......Panik.....Panik adalah bahasa yang tepat untuk menggambarkan betapa pusing & bingung menghiasi pembuatan KBB #3, yang merupakan tantangan yang pertama buat saya.Bagaimana tidak,persiapan bahan bahan dan loyang pizza sudah dimulai dari sebulan yang lalu (lama banget bo....! he..he...) tapi sampai tanggal 29 Jan 2008 ada saja "tantangan-tantangan lain" (pekerjaan, anak, rumah, walah alasan..) yang membuat bahan bahan pizza tidak tersentuh. Sampai pada akhirnya pada tanggal 30 jan 2008 pukul 12.00 siang dimulailah pergulatan dengan adonan pizza.Bolak balikdapur-komputer untuk memastikan ketepatan resep dengan ketersediaan bahan bahan termasuk untuk topping. Perfect, kecuali mozarella. Pizza without mozarella sama dengan nasi tanpa sambal. Mencoba cari di SPM terdekat, kosong! Akhirnya pergulatan dimulai tanpa topping mozarella.
Seperti resep, gula & ragi dilarutkan di air hangat sekitar 10 menit.Disebutkan sampai dengan berbuih, tetapi raginya koq malah membumbung ya....? Saya putuskan bahwa yang dimaksud dengan berbuih pastilah membumbung tinggi seperti itu. Terigu 2.5 Cup & sejumput garam dicampur & dibuat menjadi gunung di baskom & dilubangi tengahnya.Dituanglah "si ragi" & olive oil. Sampai dengan proses pengadukan & diuleni tidak ada masalah. Cuma yang sempat terpikir kenapa adonan ini seperti keras dan liat sekali? Saya pakai terigu 350 gram dengan asumsi 1 cup terigu = 140 gr. Apa seharusnya pakai konvensi yang 125 gr/cup terigu ? Koq malah bertanya? bukannya harus laporan he...he..?

Lanjut.....setelah didiamkan +/- 1 jam, adonan telah membengkak menjadi kira-kira 3 kalinya.Waktunya main tinju neh.....Adonan ditinju untulk membuang gas yang terkumpul di dalam adonan, dan adonan dipipihkan kemudian diletakkan di loyang pizza. Nah waktu memipihkan adonan terlupakan rolling pin yang bisa menjadi alat bantu. Saya pakai cara yang sangat primitif & traditional yaitu dipipihkan dengan tangan...(he...he...dasar).Datang satu masalah waktu meletakkan adonan di loyang, my beloved son berkomentar,"Bunda pinggirannnya stuffed crust donk..."Hiks!Ga ada mozarella, potong-potong keju cheddar aja lah..Potongan keju cheddar diletakkan dipinggir dan ditutup dengan sisa adonan digulung sedikit....beres. Tinggal memenuhi bagian tengah saja dengan topping.

Teringat pesan ibu waktu saya bilang ingin bikin pizza, toppingnya yang banyak ya, khan bikin sendiri untuk dimakan sendiri. Ok lah....pertama oles saus dasar pizza, yang sudah dibuat satu hari sebelumnya.Sebenarnya saus ini adalah saus spagheti kemaren.Berhubung ingridient sama dengan saus dasar pizza (hanya ada tambahan banyak daging cincang). So saya membuat saus agak banyak dengan pikiran lebihnya untuk topping pizza. Setelah saus dioleskan, bahan topping yang lain ditaburkan. Potongan daging sosis, paprika kuning & hijau, smoked beef dan terakhir sedikit saus tomat.

Siap masuk oven yang sudah dipanaskan, dipanggang selama 15 menit. 5 menit, 10 menit kemudian nengok kedalam oven wah sudah membumbung tapi kulit pinggiran pizzanya retak retak. Setelah 15 menit seharusnya sudah diangkat, tetapi koq pinggirannya belum kecoklatan, tambah 5 menit lagi deh. Kemudian pizza berusaha dikeluarkan dari loyang.Begitu akan dikeluarkan koq pinggirannya garing dan pecah.Mengeluarkan dari loyang pizza ternyata agak sulit karena ada kulit pizza bagian bawah yang menempel diloyang.Tetap diletakkan di rak dan di oven lagi kira kira 2 menit saja karena bagian bawah kulit pizza sudah kering. Toh tujuan dioven 3-4 menit untuk mengeringkan bagian bawah kulit khan?
Waktunya makan pizza............Beginilah penampakan pizzanya.... dipotong, digigit,.....hmmm yummy, tapi begitu menyentuh bagian pingggir garing banget seperti makan kerupuk. Semua yang ikutan makan berkomentar enak. Tetapi kesimpulannya saya masih harus mencari tahu kenapa bagian pinggiran kulit bisa segaring & retak retak seperti itu padahal kulit bagian bawah lunak & pas banget. Gagal or sukses biar yang menentukan para moderator, tetapi pastinya pizza itu habis tak bersisa..........(enak or memang lapar ya?)
Satu pengalaman yg berharga untuk tantangan berikutnya. Berusaha mencoba resep tantangan tidak mepet waktu, jadi kalau gagal or setengah gagal bisa dicoba lagi.

Thanks KBB and big hug,


Suciarini Agustin (Ucie)

Wednesday, 5 December 2007

Link yang berguna untuk referensi perotian

Untuk temen-temen yang ingin lebih banyak informasi tentang perotian:

ragi: http://www.botham.co.uk/bread/yeast.htm

Roti



Disusun oleh
Irma Rode


Ada banyak jenis roti, teknik pembuatannya juga bervariasi tetapi ada beberapa kandungan dasar yang selalu sama. Selain roti empuk seperti yang kita kenal di Indonesia pada umumnya, ada juga roti yang lebih keras yang menggunakan tepung whole wheat, rye flour dan berbagai biji-bijian.Pembahasan dibawah ini lebih banyak mengupas soal soft bread. Dalam membuat roti dan roti manis, diperlukan beberapa bahan utama dan bahan tambahan.

Bahan-bahan pokok dalam pembuatan roti:

1. Tepung terigu.

Terigu berfungsi untuk membnetuk jaringan roti. Dalam terigu terkandung protein tepung yang disebut gluten, yang akan membentuk gumpalan yang bersifat elastis bila kena air. Untuk mendapatkan volume yang baik, gunakan tepung terigu khusus roti (bread flour/hard flour) dengan jumlah gluten sekitar 12-13,5%. Di Indonesia dikenal umumnya dengan nama terigu cap Cakra atau cap (apalagi ya Fi?? kayaknya ada bbrp merek)

2 . Ragi.

Ragi berfungsi untuk mengembangkan adonan, memudahkan pembentukan gluten dan memberi aroma. Penggunaannya adalah sekitar 1-2% per kilogram tepung terigu yang dipakai, tergantung dari penggunaan bahan-bahan tambahan lain dan jenis ragi yg dipakai.

Jenis-jenis ragi antara lain adalah:

- ragi instant/ragi dadak (misalnya: Fermipan, Mauripan), yang langsung dicampurkan pada bahan lainnya

- ragi koral atau Active Dry Yeast, yang untuk mengaktifkannya harus direndam dulu dalam air hangat

- ragi segar/ragi padat atau Compressed Yeast, yang penggunaannya sama dengan ragi instant tetapi harus selalu disimpan pada suhu rendah

Penggunaan ragi yang terlalu banyak akan menyebabkan adonan mengembang terlalu cepat dan aroma raginya tajam, akibatnya roti beraroma asam. Penggunaan air juga sebaiknya jangan terlalu panas karena akan membunuh ragi, akibatnya adonan tidak akan mengembang.

3. Air.

Air berfungsi untuk membentuk gluten, melarutkan bahan kering hingga tercampur dengan baik, membantu ragi melakukan proses fermentasi serta mengontrol suhu dan kepadatan adonan. Penggunaannya adalah sekitar 45-60% per kilogram jumlah terigu yang dipakai. Perlu diperhatikan penggunaan cairan lain, misalnya susu, agar disesuaikan dengan jumlah air yang dipakai. Penggunaan cairan yang terlalu banyak akan menyebabkan adonan sulit diuleni, bentuk adonan flat/melebar dan terdapat titik-titik putih pada permukaan roti.

Bahan-bahan penambah rasa, fungsinya secara umum adalah untuk memberi volume yang lebih besar, tekstur yang lebih halus dan proses pemotongan yang lebih mudah. Bahan-bahan ini terdiri dari:

1. Gula.

Gula yang sering digunakan pada pembuatan roti adalah gula pasir. Gula adalah sumber makanan untuk ragi, memberi rasa manis dan memberi warna pada kulitnya, juga memperpanjang umur roti. Dengan bantuan air, gula diubah oleh enzym ragi menjadi gula sederhana. Penggunaan yang terlalu banyak akan memperlambat proses fermentasi, tepung terigu sedikit menyerap air sehingga proses pengadukan lebih lama, kulit roti juga akan cepat berwarna gelap.

2. Garam.

Garam berfungsi memberi aroma dan rasa pada roti, mengatur kadar peragian agar adonan tidak cepat mengembang sebelum jaringan zat gluten menjadi kuat, memperkuat gluten dan memberi warna lebih pada bagian dalam roti. Terlalu banyak menggunakan garam akan memperlambat proses fermentasi dan sebaliknya.

3. Susu.

Ada beberapa jenis susu yang sering digunakan pada pembuatan roti manis, yaitu susu kental manis (Sweet Condensed Milk), susu bubuk baik full cream maupun skim, dan susu evaporated. Susu berfungsi sebagai sumber nutrisi dan penambah gizi, memberi warna pada kulit roti luar, memberi rasa dan aroma yang lebih baik. Penggunaannya yang berlebihan akan memperlambat proses fermentasi dan menyebabkan warna kulit roti menjadi cepat berwarna gelap.

4. Telur

Berfungsi untuk memberi peningkatan rasa dan nilai nutrisi serta melembutkan zat gluten agar menghasilkan roti yang lebih empuk.

5. Lemak

Lemak berfungsi sebagai pelumas, memperpanjang umur keempukan roti, melembutkan serat roti sehingga roti menjadi lebih empuk, serta menguatkan jaringan zat gluten. Lemak yang digunakan untuk membuat roti bisa berupa minyak cair (misalnya minyak kelapa atau minyak zaitun), mentega (baik yang kuning maupun yang putih) atau margarine. Sekarang ada juga lemak yang difungsikan sebagai mentega sintetis, berwarna kuning, mudah cair dalam suhu ruangan dalam memiliki aroma mentega/butter. Penggunaan lemak yang kebanyakan akan membuat roti cenderung melebar dan memperlambat proses fermentasi.

Bahan-bahan tambahan, berfungsi untuk meningkatkan kualitas serat roti juga untuk memperpanjang umurnya.

1. Bread Improver

Bahan tambahan ini membantu menghasilkan roti yang berserat halus, empuk lebih lama dan mempunyai volume yang lebih besar dan kokoh. Jumlah pemakaiannya adalah sekitar 0,5-1% per kilogram terigu yang digunakan.

2. Emulsifier

Emulsifier adalah salah satu bahan tambahan yang berfungsi meningkatkan keempukan roti, agar roti tidak cepat keras dan remah roti menjadi lebih halus. Emulsifier umumnya ditambahkan dalam bread improver atau dalam lemak tertentu.

3. Baking Powder

Kadang dalam suatu resep roti ditemukan juga penambahan bahan ini. Baking powder merupakan campuran dari sodium bikarbonat dengan suatu jenis asam, kadang juga ditambahkan cream of tartar. Baking powder ada dua jenis, single acting dan double acting. Bedanya adalah pada single acting, baking powder bekerja hanya sekali, yaitu saat adonan dimatangkan sedangkan pada baking powder double acting, terjadi dua kali pengembangan, pada saat pengadukan bahan dan saat pematangan.

4. Crumb Softener

Berfungsi untuk menghaluskan dan melembutkan remah roti tetapi biasanya dengan menggunakan bread improver sudah cukup memadai.

5. Calcium Propionat

Bahan ini sering ditambahkan pada roti manis atau roti tawar untuk membuat umur roti lebih panjang dengan cara menghambat aktifitas jamur.

6. Bread emulsifier

Bahan tambahan ini ada yang berbentuk bubuk dan ada yang berbentuk pasta, fungsinya adalah untuk memperbaiki tekstur roti dan memperpanjang umurnya.

Dalam pengolahan roti dikenal dua jenis metode, metode straight dough dan metode sponge and dough. Metode straight dough adalah metode dimana semua bahan dicampur bersama kemudian diolah hingga diperoleh adonan yang kalis sedangkan metode sponge and dough membutuhkan dua tahap pengerjaan. Pertama ragi dikembangkan dulu, biasanya bersama sejumlah cairan, tepung dan gula sehingga berbusa dan mengembang (sponge) baru kemudian dicampurkan bersama semua bahan-bahan lainnya.

Adonan roti umumnya diuleni dua kali dengan interval diantaranya untuk memberi kesempatan pada adonan untuk mengembang, tujuannya agar diperoleh tekstur yang ringan. Suhu ideal untuk adonan roti adalah sekitar 26°C – 28°C.


Adonan roti yang kalis ditandai dengan adonan yang elastis, halus, mengkilat dan tidak lengket di tangan. Cara mudah untuk mengetahui adonan yang sudah kalis atau belum adalah dengan merenggangkan sepotong adonan roti, bila adonan membentuk lapisan tipis yang tidak mudah robek atau berlubang artinya adonan sudah kalis.

Tips:

Sebaiknya panaskan oven terlebih dahulu sebelum mulai memanggang. Jika menggunakan oven yang dibakar di atas kompor, perhatikan apinya. Derajat kepanasan yang dibutuhkan adalah sekitar 200°C dengan lama memanggang sekitar 15-25 menit tergantung dari besar adonan. Yang paling baik adalah bekerja berdasarkan pengalaman dan pengenalan terhadap barang-barang yang akan digunakan. Adalah penting untuk memperhatikan api yang dipakai, jangan lupa putar loyang berganti arah untuk mendapatkan panas yang diperlukan bila perlu.

Untuk menguji kematangan roti, balik roti, tusukkan lidi atau kawat pada bagian bawah roti yang masih berwarna pucat, goyang perlahan kemudian tarik keluar, bila masih ada adonan yang menggumpal artinya roti belum matang. Atau tepuk-tepuk roti, bila bunyinya ringan (kopong) dan roti tidak terasa berat (seperti bantet) artinya roti sudah matang.


Secara umum untuk adonan seberat 40 gr diperlukan sekitar 12-15 menit untuk matang, tergantung jenis dan bentuk adonan.

Agar roti tetap awet empuk, simpanlah roti yang sudah dingin dalam wadah kedap udara atau dalam plastik agar roti tidak mengalami penguapan, mengering dan keras.

panggang roti bersama satu wadah kecil tahan panas yang berisi air, untuk menghasilkan roti yang bertekstur lembut atau oleskan air pada permukaan roti untuk menghasilkan permukaan yang garing.

Roti: Bikinnya Ga Susah, Kok!



















Photography by Arfi Binsted. All Rights Reserved. 2007.

Membuat roti kedengarannya mengerikan padahal perotian merupakan bagian dunia baking yang sangat menyenangkan. Prosesnya memang panjang, tapi betul-betul membanggakan. Gimana ga? Mengalami proses pembuatan, mulai dari ngumpulin bahan, nyampur bahan, menunggu ragi bekerja, menguleni adonan, menggilas, lalu menunggu hingga adonan menggembung dua kali lipat, hingga dibentuk/diisi, dan dipanggang hingga harumnya memenuhi seluruh ruangan, wah kepuasan yang tidak terbayarkan dengan kepuasan membeli roti di bakery.


So, why not try it yourself?


Membuat roti memang memerlukan kesabaran dan dedikasi waktu yang tidak sempit. Sempatkan satu hari membuat roti, jika ini baru buat kamu, perhatikan dan nikmati setiap langkah prosesnya. You'll be amazed of how much you'll achieve from this experience!


Sebagai bahan dasar, roti hanya dibuat dari tepung, ragi, air, gula dan garam, pada akhirnya banyak variasi-variasi dalam membuat roti, apalagi roti manis dengan menggunakan mentega atau margarin, susu, juga minyak; meskipun begitu selalu perhatikan hal-hal berikut dalam membuat roti, baik roti tawar maupun roti manis:


  1. Gunakan tepung berprotein tinggi (high grade, bread flour) karena tepung ini mengandung gluten tinggi yang memberi tekstur dan volume pada roti.

  2. Tepung yang dipakai sebaiknya segar, tidak terlalu lama tersimpan di lemari, juga tidak kadaluarsa.

  3. Sebaiknya sisakan 1/3 hingga ½ cup tepung dari takaran di resep sebagai taburan di meja kerja dan taburan di adonan saat menggilas, karena kebanyakan tepung akan membuat roti menjadi kering dan bantat.

  4. Tepung mempunyai pori-pori seperti halnya sponge. Jika udara di sekitar anda kering, maka tepung akan kering. Jika udara di sekitar anda lembab, maka tepung akan menghisap kelembaban dari udara tersebut. Seperti halnya sponge yang kering dapat menyerap air lebih banyak daripada sponge yang basah, hal ini berlaku juga untuk tepung. Tandai saja hal ini pada saat musim dingin atau musim kering, saat membuat adonan roti, pemakaian tepung akan berkurang, sementara saat musim panas dimana udara panas dan lembab, anda akan lebih banyak memakai tepung.

  5. Gunakan ragi yang segar atau baru, dalam artian tidak kadaluarsa.

  6. Gunakan air suam-suam kuku untuk proofing atau mencampurkan ragi dengan air sebagai starter pembuatan roti. Air yang terlalu dingin akan membuat ragi terlalu lama bekerja, sedangkan air yang terlalu panas akan mematikan daya kerja ragi.

  7. Cara mengetahui air hangat yang sesuai untuk ragi adalah dengan meneteskan air ke atas nadi di pergelangan tangan. Jika terlalu panas, atau terlalu dingin disesuaikan saja dengan rasa yang ada di pergelangan tangan anda, jika berasa nyaman berarti air itu aman untuk proofing ragi. Jika punya termometer, ukur saja 37C –suhu darah—sebagai suhu yang cocok untuk ragi bekerja.

  8. Proofing dilakukan sebagai starter untuk mengetahui apakah ragi bekerja dengan baik atau tidak. Tanda-tanda ragi bekerja adalah campuran ragi, air dan garam akan berbuih yang menandakan adanya 'kehidupan'. Proofing biasanya bekerja 10-15 menit.

  9. Saat menguleni, gunakan meja kerja yang tidak melebihi pinggang anda, sehingga anda bisa menggunakan tubuh anda sebagai sumber kekuatan, bukan hanya lengan anda. Anda akan merasa lebih capek jika menguleni mengandalkan kekuatan tangan saja.

  10. Adonan yang kalis adalah adonan yang tidak lengket lagi di tangan, licin, mengkilat, dan elastis. Coba saja menusuk adonan dengan jari anda, jika membantol berarti adonan sudah cukup diuleni.

  11. Selalu olesi minyak wadah yang akan dipakai untuk menyimpan adonan saat rising.

  12. Adonan yang sudah kalis sebaiknya ditutup dengan plastic wrap atau tas plastik karena plastik mampu mempertahankan kehangatan dalam membantu mengembangkan adonan dan mencegah adonan menjadi kering. Memakai tea towel atau serbet dapur sering menyebabkan adonan lengket ke handuk atau serbet tersebut jika handuk mengering. Ada baiknya plastik diolesi minyak di bagian dalam supaya saat adonan yang sudah mengembang menyentuh plastik, adonan tidak akan lengket.

  13. Saat mengembangkan adonan, letakkan adonan di tempat yang hangat. Misalnya di atas kulkas, dsb. Suhu ideal untuk mengembangkan adonan adalah 75F hingga 85F.

  14. Kebanyakan resep mengembangkan adonannya dua-tiga kali. Pengembangan yang pertama ditandai dengan meninju adonan untuk mengeluarkan gas yang menggembungkan adonan. Pengembangan yang kedua (biasanya optional) setelah adonan ditinju, maka adonan dibiarkan untuk mengembang lagi—katanya ini akan membuat roti lebih lembut, dikarenakan penambahan gelembung-gelembung karbon dioksida di dalam adonan. Pengembangan yang ketiga biasanya dilakukan untuk memberi volume terhadap hasil akhir roti sebelum dipanggang.

  15. Suhu untuk memanggang sangat beragam tergantung dengan jenis oven masing-masing, jadi para bakers wajib mengenali ovennya dan menyesuaikan suhu pemanggangan di resep dengan suhu ovennya.

  16. Pemanggangan roti pada awalnya dimasukkan ke dalam tungku (hearth), tapi jika anda punya batu atau keramik khusus untuk memanggang roti yang diletakkan di dasar oven (biasanya juga dipakai untuk memanggang pizza), itu bisa dijadikan pengganti tungku. Jika tidak punya, gunakan saja rak oven.

  17. Cara memanggang roti dengan menciptakan uap air biasanya dilakukan dengan cara memanaskan oven terlebih dahulu lalu menempatkan roasting tin di baking tiles jika punya atau di atas rak sebelah bawah. Biarkan loyang panas, lalu saat roti akan dimasukkan ke dalam oven, masukkan air atau es batu ke dalam loyang, baru masukkan adonan roti.

  18. Jika memanggang dengan cara steaming, perlu diperhatikan alat-alat yang digunakan: gunakan alat yang dapat meraih loyang tanpa terlalu dekat, karena uap bisa menyerbu muka dan tangan anda; juga gunakan loyang yang dikhususkan untuk maksud ini. Sayang kan kalau harus menggunakan bundt tin untuk steaming?

  19. Happy bread-making!

Sunday, 2 December 2007

Round Up KBB#2 Chocolate Mousse Cake



Akhirnya setelah berjalan satu bulan selesai juga tugas untuk KBB#2 kali ini, janji ku round-up keluar tgl 2 des 07 tapi berhubung masih ada yang baru menyetor laporan sampai detik-detik terakhir, aku kudu mengedit photo,dan mencari photo di blog masing2 anggota,dan terus bolak balik mengecek link (karena ada beberapa yg tidak mengirimkan link postingannya juga photonya, trus kerepotan dgn bocahku yg selalu rebutan kompi.. akhirnya ngaret deh jadinya.., mohon dimaafkan ya mbak Arfi dan temen2 lain..:)

Memang tadinya ada penawaran bantuan dr mbak arfi dan temen2 lain., berhubung aku sudah diberi tugas jadinya kudu bisa walau belepotan disana sini...:)

KBB#2 kali ini seru juga.., diawali dengan pembentukan milis KBB dimana anggotanya hanya yg ikut KBB aja.., milis ini digunakan untuk mendiskusikan semua ttg cooking n baking terutama tentang tantangan yang dibuat saat ini, seru diskusi nya...ada tanya jawab konversi, langkah2 pembuatan step by step, dll.....

Ohya saat KBB#2 ini juga ada peraturan baru untuk publish hasil nya serentak pertgl 29 Nov.., jadi kan seru banyak ragam bentuk dan rupa dr resep yg di uji coba...:)

(Update) Sampai hari ini anggota yg telah menyetorkan hasil tantangannya berjumlah 33, sisanya ada beberapa yang sudah memberitahu blm bisa mengamalkan tantangan 2 ini krn satu dan lain hal yaitu Yana (baru pulang dr training), yuli (baru mempunyai baby), so yang lain belum ada kabar berita lagi..:(

Berikut adalah hasilnya:

  1. Ema, yang pertama karena aku yg menjadi host kali ini he..he.....,pertengahan nov aku coba mengamalkan resep berhubung dirumah hanya bertiga makanya aku bikin 1/2 resep, alhamdulillah sukses... mau lihat lebih jauh..disini...



Arfi, yang punya gawe nih...:) hasilnya mantapp photonya juga baguss...,yang menarik saat membuat mousse lengan mbak arfi berubah jadi lengan popeye hihiiii..., nah cerita nya lihat disini ya....



  1. Ida, sudah bikin ke 2 kalinya dan sukses semua.., hebaatt.., cuma saat awal membuat katanya waktu memanggang sampai 1,5 jam..akhirnya cake nya jadi aldy finger...waaalaaahh pasti ada yang salah..., nah mau tahu ceritanya ??? ada disini...





  2. Sofie, mengaku masih amatir.., rada berpikir juga untuk tantangan ke-2 ini karena dia bilang kalo bikin sponge cake gagal melulu.., setelah melihat cakenya mengembang di oven, trus saat dikeluarkan dr cetakan masih ga percaya juga kok bisa ya bikin cake yg ringan begini..he.he.., lucu deh cerita sofie..selanjutnya lihat disini ya...



  3. Kartika, katanya bener2 mengikuti step by step dr resep cuma untuk mousse putih telur diganti dgn cream..karena masih agak ragu memakai putih telur.., tetapi saat meakai alu foil dlm loyang bongpas nya rada miring jdlah cake nya rada peyang ha..ha.., tetap lanjut sampai dibawa kekantor..hasilnya hmm ga mengecewakan temen2nya bingung emang ada yg ultah.., sambil makan kuenya..he..he.., cerita kartika ada disini ya....



  4. Eliza, awalnya ga suka kerjaan rumah..tapi kalo PR nya bikin cake..no problem kan bisa dimakan..hihiihii..., selama pembuatan ga ada masalah, cuma sewaktu melapis cake nya diberi simple sirup biar rada moist, mousse nya ditambah esspresso powder dan bittersweet coklat.., hasilnya cantiikkk sekali..mau lihat..?? disini laporannya..





  5. Mindy, Ini sedikit ceritanya :"saat membuat tantangan-2 ini Venezuela sedang kesusahan telur. Setelah bertanya anggota KBB lain, akhirnya disetujui kalau saya diperbolehkan untuk mensubstitusi telur. Campuran manjur saya untuk 1 telur diganti dengan 1/2 sdt baking powder, 1 sdm vinegar dan 1 sdm cairan (bisa air atau juice buah). Oya sebelum membuat cake, saya mempraktekan substitusi campuran telur itu untuk membuat muffin. Hasilnya memuaskan dan bikin tidak terlalu deg²an lagi waktu pembuatan cake dasar mousse coklat-nya", Ternyata hasil nya OK juga lho..jadi nambah ilmu lagi deh dr mindy ttg substitute telur ini.., selanjutnya ada disini ya...



  6. Irma, cakenya juga cantik...!!, kebetulan saat membuat kue ini ada temennya yg berulang tahun jadilah cake ini hadiah buat temannya, ternyata komentarnya enaakkk., siapa dulu yg buat irma...!!! hehehe..., terus dlm pembuatan ada beberapa penambahan dan perubahan resep asli dgn alasan agar kuenya lembut dan kokoh..penasaran apa aja perubahan nya..??? baca disini ya...



  7. Regina, cepat juga ngasih laporannya lho.., penampakkannya cantik kan..?? dia bikin cakenya dgn 1/2 resep juga, hasilnya ok cuma katanya creamnya rada meleyot..he..he.., trus dia bilang setelah dicicipin enak dan tidak terlalu manis cakenya, tapi cakenya terlalu kering ,dll..lebih lanjut lihat disini ya....




  8. Susi (ibu Tio), Ini kali pertama ikut bergabung di KBB, saat lihat resep langsung "jiper" bukan apa2 katanya... dilihat dr bahan2nya yg sekarang di Indonesia lagi membumbung tinggi...", akhirnya berinisiatif membuat nya bareng2 dgn anggota KBB bandung, (ide yg bagus nih..:)) , ada cerita katanya saat dicicipin mousse nya kok asin..ealaahh ternyata pake salted butter hahaha..., seru..!!, ceritanya disini...




  9. Linda Salma, sama dgn mbak susi bertiga mereka anggota KBB bandung bikin bareng.., sempat SMS dulu jadi-ga jadi ehh jadi juga bikinnya..he..he.., cakenya cantik dicetak pake mika kecil-kecil.., dr photonya aja menarik ya..., nah mau tahu ceritanya lihat disini.





  10. Widya, "....Setelah bikin laporan & posting KBB#2 ini di Blog - serasa tuntas lah "Hutang" yang sudah sebulan ini membebani pundak ku - ***sambil bernafas lega***Pelajaran berharga yang aku ambil dari KBB ini adalah "Jangan pernah takut menghadapi apapun sebelum mencoba untuk melalui nya"Aku yang dulu nya menganggap semua resep yang mengandung "Mousse" di dalam nya adalah resep yang susah untuk dibikin, ternyata kali ini aku bisa bikin dengan tanpa masalah yang sangat berarti...", nah mau tahu suka dukanya widya membuat tantangan ke 2 ini sampai menuai pujian dari suami dan mendapatkan order pula..., klik aja disini....


  11. Vivi, baru ikut KBB kali ini, sempet telpon-nan sama aku setelah bikin cake nya yg pertama.., katanya" enak lho mbak kuenya, kalo di jawa kayak klemben, karena suami dan anak2 suka jadi aja dlm 2 hari tuh cake tandas deh..", selanjutnya percobaan ke 2 dia bikin lagi 1/2 resep, tapi mousse nya tetap 1 resep.., hasilnya OK, walau ada beberapa kendala kecil dan anak2 sudah ga sabar pengen makan katanya.. seru deh...., disini ceritanya..


  12. Tyas, Ini tantangan pertama nya dlm KBB, walau banyak kegiatan tetap kudu nyobain tantangan ini katanya.., alhasil saat dirumah ibu disempetin bikin cake tapi saat cake matang trus diboyong ke rumah, eh loyang bongpas ketinggalan, akhirnya cake dipotong sesuai loyang bongpas yg ada yaitu ukuran diameter 18cm, yaaaa...jadi cilik deh cakenya...hehehe.., untuk step selanjutnya lihat disini ya.., hasilnya cantiikkk lho...!!!


  13. Yulia, bikinnya 2/3 dari resep, yulia tulis di blognya begini : " sejak diberlakukannya aturan baru yaitu publish di blog harus serentak oleh semua member, maka saya tak bisa mencontek lagi, haduuh… padahal demen banget sama lagunya project pop yang judulnya “menconteeek… menconteeek… menconteeek temaaan…” kekekek…hasil reviewnya buat diri sendiri juga lucu : "Kebiasaan buruk baru ngerjain di hari terakhir, Karna buru2 jadi gak konsen baca resepnya, Bertekad untuk tidak seperti itu lagi. [xixixxi, atut bow, mbak Arfi kemaren sidak, aku belom publish pe ernya, kekkeke…]", emang penampakkannya polos tanpa cream dan coklat leleh.., tapi rasanya yakin deh enak.., hayoo selanjutnya hrs lebih baik ya...., cerita yulia ada disini.



  14. Ellen, mbak satu ini hasilnya selalu ok, bener lho..!! ttg tantangan 2 sebenarnya udah bikin dr bbrp minggu lalu 1 resep tapi saat abis didekor kesentuh tangan, ambrol deh. Bikin lagi kemarin 1/2 resep spt ini hasilnya, dakuw gak ngikutin decoration yg di resep karena lebih suka sentuhan silky yg dikombinasikan dgn crunchy bits dari coklatnya plus pait2 dikit dari coklat bubuk, mo lihat punya ellen..?? klik disini ya.


  15. Ezza, Setelah dapat resep tantanganke 2 sibuklah beliau mencari2 di mbah google.., ternyata semua enak2 dan ok katanya.., dgn semangat akhirnya dicoba deh resepnya eiiits....!! ada yg salah juga ternyata untuk mousse pake salted butter..jadinya asiinn..!!, selanjutnya untuk cream udah pake yang unsalted..dan cakenya dibikin jd 2 layer.., mau lihat lebih jauh hasilnya ezza...?? disini ya...



  16. Lanny, Panik..panik ini hari terakhir..!! he..he.., akhirnya serabutanlah ibu yg satu ini mencoba resep KBB yg ke 2 ini.., apalagi selama ini kalo bikin mousse hanya pake whipping cream cair dan gelatin..tapi namanya juga tantangan kudu dicoba..,hasil akhir nya lanny bilang.."kok moussenya gak nempel..? potong ah..kok pecah terusin..nggak...terusin ga..? nggak dulu deh..mau nanya dulu sayang sm bahan, kalo rasa lumayan enak...." Begitu kata Lanny..,ceritanya disini ya..


  17. Swi, cake nya dia sebut "Cake with Choco Sauce"hehe..awalnya dengan semangatnya cari-cari info, gonta ganti ukuran bahan, modif sana sini...akhirnya jadi udah OK, cuma mousse-nya ngga mau berbusa-busa, ambles abis deh.Ternyata setelah dianalisa mbak Arfi mousse dicampur dgn WP cair bukan dgn Thickened cream.., padahal sudah memakai putih telur..., kebanyakan campuran deh..he..he.., tapi yg pasti hasilnya Ok..dan semangatnya donk..!!, crita Swi lihat disini ya...



  18. Rini, membuat cake ini di saat2 terakhir dengan 1/2 resep.., banyak kendala yg dihadapi..., terutama waktu yg berkejaran dengan jam kerja kantornya..,trus hasilnya ga begitu mengecewakan kok walau coklatnya hanya pake coklat serut..., moga2 ditantangan selanjutnya lebih OK lagi..., ini cerita lengkapnya





  19. Rita, Ini kali pertama buat mbakyu ini ikut KBB, tapi seperti biasa hasilnya mantaappp..., walaupun bikinnya hanya 1/2 resep.., yang aku ga habis pikir biasanya anaknya alergi dgn putih telur..so far ga masalah setelah tersentuh.., syukurlah..., mau lihat hasilnya ini dia....





  20. Elsye, mencoba resepnya juga dihari-hari terakhir.., dlm proses pembuatan ga begitu ada kendala..cuma saat menata mousse di atas cake karena memakai alu-foil dulu jadinya moussenya meleleh ke dasar cake, untuk creamnya rada kurang kokoh karena memakai vegie cream.., so far hasilnya baguss kok.., cerita Elsye ada disini ya..





  21. Sherly, debut pertama di KBB, mencoba resepnya juga mepet waktu., cuma untuk posting bingung maju mundur..akhirnya tetap posting juga.., he..he.he., walau begitu dengan semangat ibu satu ini tetap mencoba.., hasilnya enak..terbukti belum selsai semua step suami udah minta diiris cakenya.., terus beliau ga pake cream karena belum sempet beli...., disini ceritanya..

  22. Sulis, "Duh.. Sejujurnya aku hampir aja gak jadi ngumpulin PR ini karena memang lagi kurang sehat. Untung aja, menjelang detik2 terakhir, udah mulai agak mendingan, dan kebetulan bahan2 sudah tersedia.. jadi bikin deh :)).Sebenernya sih resepnya sendiri gak terlalu rumit sekali (Thank God!). Apalagi untuk sponge cake nya yang terbilang sangat simple tanpa penambahan mentega. Yang perlu perhatian ekstra adalah saat pengocokan dan pengadukan mousse-nya. Kalo ini udah beres, udah boleh lega lah.. hehehe." begitu cerita sulis di blognya, hasil akhirnya cantikk lho....padahal ini debut 1 di KBB, mau lihat lebih jauh disini ya..


  23. Nur, Ini KBB pertama buat Nur.. ceritanya begini .."...Pas hari sabtu, baca2 resep, kok kayaknya ada yg kurang..apa yah??? oh ya, untuk cakenya ga ada mentega/margarine ato minyak goreng. Kayaknya selama ini aku punya setiap resep cake ada unsur 'itu'nya. Sempat mau 'balelo', pingin nambahin sedikit minyak goreng, tp ga jadi.Sekali kali jadi anak aik...he..he..Mikir2, nanti kl gagal , bikin lagi, trus ditambahin sedikit minyak goreng. Tp alhamdulillah, cakenya sukses, ga bantat,sambil batin, ada yah cake kayak gini he..he.." seru kan...selanjutnya bisa dilihat disini.


  24. Johana, Nah ini juga salah satu geng bandung yg bikin bertiga nih.., hasilnya juga cakep dibikin kecil2 pake mika..,cuam untuk creamnya ada salah baca resep.., cream dan coklat dicampur jadi satu akhirnay penampakannya coklat semua...., tapi ga apa2 kok mbak..udah bagus kok hasilnya..moga2 ditantangan selanjutnya makin Ok.... ini cerita aslinya


  25. Anita avianty, Cerita dr mbak anita nih..dgn adanya tantangan KBB walau sibuk kerja bisa meluangkan waktu bersama dgn suami ... bikin bareng, siip ya..!!, .., trus untuk cake ga ada masalah walaupun mousse kurang begitu disukai di kel nya dibanding dgn chocolate ganache..tapi tetap kudu dicoba krn ini tantangan..,hasil akhirnya cantikk..., ceritanya ada disini ya.

  26. Tanti, sebelumnya aku sempet nunggu Link postingan Tanti..ternyata blm dikirim jadilah aku bergerilya sendiri..: Tanti cerita awalnya sih sempet bingung karena waktunya mepet apalagi hrs ketemu dgn temennya..dengan semangat KBB yang ga boleh mundur akhirnya cake nya jadi juga cantik lagi, selanjutnya liat disini ya...


  27. Etie, (update per 4des'07), karena servernya error maka ibu yg satu ini ketinggalan laporannya pdhl sdh di kirim pertgl 29, ga apa2 kok...masih diterima he..he.) Setelah habis baking blues mulai deh mengerjakan tantangan 2 ini.., sayang cakenya rada gosong tapi dgn trik akhirnya yg gosong dibuang ehh masih bisa kok dipake..selanjutnya moussenya pake WCC pdhl dlm resep memakai DCC jadinya maniissss banget..truss....truss...cerita etie lihat disini


  28. Restiani, (update 5 des '07.., soalnya link nya sempet ketilep untung beliau lagsung memberitahu dan mengingatkanku..maaf ya..:)) Awal terima tantangan ini bikin dia ragu krn selama ini pernah nyoba makan mousse yg ga enak.., krn tantangan ya hrs maju terus.akhirnya setelah jadi..hmmm..terimakasih KBB kata resti..:) kenapa jd berbalik ???...lihat disini ya


  29. Monica, (update juga per 5 des'07, ini juga karena ketinggalan linknya.., maaf juga ya mbak..:)) Mbak monica bikin 1/3 dr resep tapi cake nya terlalu kering walau sdh diberi simple sirup.., secara keseluruhan nyam..nyam..sayangnya lagi ibu ini ga bisa nyicipin banyak2 krn lagi flu he..he..gimana selanjutnya lihat disini juga ya


Selanjutnya kiriman imel :

  1. Dewi Oni, Ini isi Imelnya...:.."...Setelah kebablasan KBB #1 aku bertekad harus menyelesaikan KBB#2 ini as Mbak Arfi said commitment...commitment.
    Jadi minggu ini tgl 25 Nov 07 walaupun anakku lagi sakit panas aku nekad bikin pe erku ini. Karena lagi tidak konsen jadi ada accident dan konyolnya terjadi sampai 2 kali, accidentnya adalah : di resep kue dikatakan kocok telur sampai kental baru masukkan gula sedikit demi sedikit, yang aku lakukan pada saat telur dikocok dan belum kental aku sudah memasukkan gula dan langsung dech telurnya jadi cair. Insiden kedua juga sama akhirnya aku mulai dari awal lagi. Mixer dicabut....baskom dicuci dan dilap lagi. Terus aku mulai lagi mengocok telur dan konsentrasi melihat kekentalannya and untungnya sekali ini semuanya lancar, adonan telur mengental seiring dengan masukknya gula sedikit demi sedikit setelah adonan telur kental dan tinggi aku tuang ke loyang dan panggang. Hmmmm kuenya cukup tinggi dan kayaknya teksturnya cukup bagus (foto potongan kuenya aku close up).

    Berikutnya pembuatan moussenya. Di resep dikatakan boleh menggunakan thick cream sebagai pengganti putih telur jadi alternative ini yang aku ambil. Dalam pembuatan mousse syukurlah berjalan lancar. Kuning telur aku kocok di atas baskom yang berisi air didih (takut tidak matang ) lalu campur dengan coklat yang sudah leleh (aku pakai collata yang dark) lalu dicampur dengan krim yang sudah dikocok (waktu itu pernah dikasih tau bahwa pengocokan krim untuk buat mousse hanya boleh sampai 70% atau tidak sampai kaku sekali untuk mencegah mousse menjadi clammy atau agak berair so aku pikir tidak ada salahnya aku terapkan).

    Mousse yang sudah jadi aku tuang ke atas kue yang sudah ditaruh di loyang bong pas ukuran 20, Moussenya cukup kokoh dan setelah beku aku hias dengan Whipped Cream dan pingginya aku beri ganache dari dark coklat yang orange flavored dan Whipped Cream.

    Karena lagi belajar dekor jadi tidak bisa resist dorongan untuk pakai spuit dan hasilnya seperti ini. (Decornya kurang bagus ya...). Tapi kuenya aku kasih icip ke mami dan temen-temen dikantor semua pada bilang enak karena ada perpaduan kue yang spongy, mousse yang nyoklat seperti es krim dan balutan coklat denga orange flavor yang pait.
    ( hasilnya sudah bagus kok..selanjutnya siap lagi kan..???)

  2. Emma Isti, Isi imelnya sebagai berikut : ..."Maaf kirim laporannya udah detik-detik terakhir, gak ada alasan kurang waktu sikh ..karena memang waktu yang diberikan sudah cukup panjang. Sebenarnya Choc Mousse ini sudah dibuat jauh hari sebelumnya, cuma memang belum sampai tahap finishing…tambahan lagi kamera error jadi tidak semua proses pembuatannya sempat difoto… "

    Ok ini laporannya :
    "Kok menteganya banyak ya.."..kok nggak ada gelatin, pake putih telur...kok nggak ada pemanasan untuk mematangkan si putih telur ya...?" Itulah beberapa pikiran yang sempat ada. Bolak balik baca resep, penasaran juga. Rencana awal mau buat 1/2 resep saja, takut kebuang, soalnya di rumah gak ada yang jadi korban untuk icip-icip, dan aku sendiri gak akan sanggup habiskan semuanya.

    Akhirnya diputuskan buat cakenya ukuran kecil saja, diameter 18, tapi ini juga dibuat di loyang persegi ukuran 22, untuk moussenya nggak mau pakai putih telur, tapi diganti dengan whipped cream. Tapi dimilis lagi rame-ramenya diskusi tentang penggantian bahan, batasan modifikasi bikin pikiran berubah. Kenapa nggak 1 resep di bikin 2 versi saja, 1 yang sesuai resep asli dan yang satunya disubstitusi plus tambahan bahan lain, gak apalah bikin 1 resep kan supaya bisa lihat perbedaannya juga.

    Tanpa ragu, mulai dekh dibuat cakenya...sponge cake tanpa shortening tingkat kegagalannya lebih kecil, pengembangan cake cukup baik tapi tetep ada kecelakaan kecil, sponge overbake jadi bagian dasar dan pinggir sedikit kering seperti cookie, agak garing mirip-mirip lady finger.
    Tahapan berikut buat moussenya, 1 dibuat sesuai resep asli, dan yang modifikasi dark chocolate diganti dengan white chocolate, tanpa putih telur dan ditambah dengan tapai ketan hitam sebanyak 60 gr untuk 1/2 resep. Pembuatan moussenya berjalan lancar. Nah di tahapan selanjutnya mulai muncul problem, kehilangan ring ..kehabisan mika, coba-coba pakai wax paper yang didobel tapi kurang memuaskan hasilnya, mousse mbleber merembes ke sela-sela sisi cake. Akhirnya ganti kertas lagi, dan supaya aman kali ini pakai loyang. Sisi dan dasar loyang dilapisi kertas lilin, harapan dan bayangannya sikh si mousse ini akan mengeras dan mudah dilepas tanpa rusak permukaannya walau dengan cara dibalik. Punya keyakinan demikian karena konsistensi mousse, cukup kental. Sementara untuk mousse yang modifikasi dibuat dengan ukuran lebih kecil diametr 14 cm, rencananya akan diletakan di atasnya. Kebetulan ada mika untuk diameter 14, bagian bawah dilapis dengan plastik wrap, dan selanjutnya diisi dengan mousse, kemudian keduanya di bekukan. Sampai pada tahap ini mousse berlapis cake sempet istirahat cukup lama di freezer, karena finishingnya tertunda cukup lama. Beberapa hari kemudian baru dilanjut dengan pemberian topping. Logikanya kalau disimpan di freezer cukup lama, kue akan keras dan kokoh bentuknya, tapi kenyataannya begitu akan diberi topping, konsistensi moussenya nggak stabil. Belum lama di suhu ruang mousse mudah lembek dan ini yang cukup bikin heboh.

    Mousse yang dimasukan ke dalam loyang biasa, dikeluarkan dengan cara dibalik, karena moussenya tidak sekokoh yang dibayangkan dan permukaan mousse jadi tidak mulus begitu kena alas kertas. Walaupun lembek, tapi tidak mencair.. masih berbentuk, akhirnya dilanjut dengan topping whipped cream kemudian dibekukan lagi sambil menyiapkan coklat leleh dan hiasannya untuk penyelesaian akhir. Menyedihkan saat pelepasan lapisan kertas disisi mousse, bagian yang terkena mousse meninggalkan sisa di kertas...dan sisi cake yang berlapiskan mousse jadi tidak mulus, akhirnya sisa whipped cream dipoles ke sekeliling sisi cake, terakhir disiram coklat. Selesai...? waah justru pada detik terakhir ini, makin parah, coklat yang mulai membeku, karena ruang kerja cukup dingin coklat yang sudah dicairkan mudah membeku. saat coklat disiramkan lupa dipanaskan kembali, sudah bisa ditebak hasilnya jadi tidak sempurna...coklat tidak mau mengalir dengan baik, spontan kue dihentak2kan...baru sadar saat mousse perlahan berubah posisi...coklat yang diharapkan menetes kesisi cake tak kunjung bergerak, malahan lapisan mousse yang mulai runtuh.....aakhhhh....ya sudahlah, tambahkan potongan kepingan coklat dan strawberry untuk menutupi lapisan yang tak sempurna.

    Berbeda dengan mousse resep asli, mousse resep modifikasi, sedikit lebih kokoh. Mousse tetap utuh walau tanpa menggunakan alas sponge.

    Soal rasa keduanya enak, yang modifikasi lembut tanpak tanpa terasa gelembung busa puith telur, lebih mirip unbake cheese cake (semifreddo)..kayak es puter. Ternyata dimakan pake roti enak juga...jadi inget es nong..nong...es dung...dung...haaa..haa.




  3. Demikian laporan KBB tantangan #2, dukh jadi malu hasilnya amburadul dan berantakan, kamera error pula..gak mood foto-fotonya.. (padahal seperti yg terpampang disini hasilnya baguss banget kan...)
Ppfiiuuuhhhhh.......selesai sudah laporan akhir KBB#2 ini.., terimakasih buat temen2 yg sudah mengamalkan resepnya.., dan mohon maaf apabila dalam laporan dan sebagainya di bulan lalu aku blm begitu baik melaksanakannya..semoga tantangan selanjutnya bisa lebih seru lagi.., teman2 yg berpastisipasi sesuai komitment akan lebih banyak..eehhh salah seharusnya semua mengamalkan ya gak he..he...

Salam ,
Host KBB#2
Ema Novita